Review Remember Me: Potensi yang Tidak Tergali!

Reading time:
June 18, 2013
Remember Me (1)

Dontnod Entertainment, berapa banyak gamer yang pernah mendengar nama developer yang satu ini sebelumnya? Namun popularitas bukanlah standar yang valid untuk menentukan seberapa baik game yang dihasilkan, setidaknya di mata salah satu publisher raksasa asal Jepang – Capcom. Lewat kerjasama keduanya, sebuah game action dengan tema futuristik – Remember Me diperkenalkan dan akhirnya dirilis ke pasaran beberapa waktu yang lalu. Segudang trailer dan screenshot memesona membuatnya masuk ke dalam jajaran salah satu game yang paling diantisipasi di tahun 2013 ini. Pertempuran tangan kosong dalam sebuah dunia open world? Gamer mana yang tidak akan tertarik untuk segera menjajalnya.

Namun konsep ini ternyata tidak berakhir seperti yang diharapkan. Anda yang sudah membaca preview kami sebelumnya tentu sudah mendapatkan sedikit gambaran akan apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Remember Me. Alih-alih tampil sebagai sebuah game open world, Remember Me lebih pantas disebut sebagai sebuah game action platformer yang terhitung linear. Dunia yang dibangun memang merepresentasikan suasana futuristik dengan sangat baik, namun tidak memberikan kebebasan apapun. Tetapi kesan pertama ini tidak menghalangi kami untuk menjelajahi dunia Neo Paris lebih dalam.

Lantas apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Remember Me? Mengapa kami menyebutnya sebagai game dengan potensi yang tidak tergali?

Plot

Selamat datang di Neo Paris 2048. Kemajuan teknologi telah membuat masyarakat berinteraksi dengan cara yang berbeda. Tidak hanya robot, tetapi juga mengandalkan pengalaman pada pertukaran memori.
Selamat datang di Neo Paris 2048. Kemajuan teknologi telah membuat masyarakat berinteraksi dengan cara yang berbeda. Tidak hanya robot, tetapi juga mengandalkan pengalaman pada pertukaran memori.

Selamat datang di Neo Paris 2084, dimana kemajuan teknologi telah membuat dunia futuristik bekerja dengan skema yang bahkan berada jauh dari bayangan kita. Tidak hanya para robot yang kini bergerak sebagai instrumen utama untuk membantu manusia mencapai hidup yang lebih efektif dan efektif, dunia kini juga menemukan satu cara baru untuk mendefinisikan kebahagiaan: Memori. Ingatan kini menjadi salah satu komiditi dan tulang punggung masyarakat modern di Neo Paris. Alih-alih harus bergerak dan mengalami setiap pengalaman bahagia sendiri, teknologi kini memungkinkan manusia untuk mengadopsi memori orang lain untuk menciptakan sensasi yang sama. Tidak hanya itu saja, mereka juga dengan mudahnya menghapus semua kenangan buruk yang tidak lagi mereka inginkan. Memori kini tak ubahnya sebuah data.

Lantas siapa yang diuntungkan dengan teknologi dan ketergantungan yang satu ini? Tentu saja Memorize – sebuah perusahaan global yang memperkenalkan dan memonopoli pasar ingatan ini. Dengan menggunakan teknologi Sensation Engine (Sensen) yang diadopsi oleh sekitar 99% populasi dunia, Memorize tidak lagi sekedar menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia, namun perusahaan yang memiliki pengaruh kuat hampir di semua sektor kehidupan. Kekuasaan tanpa batas dan kontrol membuat Memorize membuat mereka mampu melakukan apapun yang mereka inginkan, bahkan mengendalikan arah  masyarakat dunia. Hanya satu kelompok yang berani bertahan dan bertempur. Sebuah kelompok yang disebut Memorize sebagai teroris, sebuah kelompok yang menamakan dirinya “Errorist”.

Terbangun di sebuah instalasi milik Memorize, Nilin berhasil melarikan diri berkat bantuan misterius dari Edge. Sebagai konsekuensinya? Ia kehilangan sebagian besar memori yang ia miliki.
Terbangun di sebuah instalasi milik Memorize, Nilin berhasil melarikan diri berkat bantuan misterius dari Edge. Sebagai konsekuensinya? Ia kehilangan sebagian besar memori yang ia miliki.
Menyadari dirinya merupakan bagian dari organisasi
Menyadari dirinya merupakan bagian dari organisasi “Errorist” yang memiliki agenda untuk menghancurkan Memorize, Nilin kembali memulai pertempurannya.

Nilin terbangun di salah satu pusat tahanan Memorize dengan ingatan yang terancam terhapus secara total. Namun di titik yang kritis, ia mendengar suara “Edge” yang memintanya untuk menyelamatkan diri dan lari dari penjara Bastille. Kehilangan sebagian besar ingatan, lemah, dan harus bertempur melawan para Leapers – kelompok yang kecanduan memori, Nilin akhirnya berhasil bertemu dengan Tommy di sudut kota Neo Paris. Lewat Tommy dan Edge lah, Nillin membuka sedikit tabir misteri tentang identitasnya. Perannya sebagai Errorist di masa lalu membuatnya menjadi target utama dan berujung pada penahanannya di Bastille. Mendapatkan kembali senjata, kekuatan, dan sedikit memorinya, Nilin siap untuk beraksi kembali dan memperjuangkan dua agenda utamanya: Menghancurkan Memorize dan mendapatkan kembali ingatannya secara penuh.

Tidak hanya untuk kepentingan Errorist, perang yang dikobarkan Nillin juga demi mendapatkan kembali memorinya yang ditawan oleh Memorize.
Tidak hanya untuk kepentingan Errorist, perang yang dikobarkan Nillin juga demi mendapatkan kembali memorinya yang ditawan oleh Memorize.
Kejutan apa yang menanti Nillin? Siapa dia sebenarnya? Apa sebenarnya tujuan Errorist dan Memorize?
Kejutan apa yang menanti Nillin? Siapa dia sebenarnya? Apa sebenarnya tujuan Errorist dan Memorize?

Mampukah Nilin melakukannya? Lantas apa sebenarnya agenda utama Memorize dengan monopoli dan kekuasaan yang mereka miliki? Siapa sebenarnya Edge? Apa pula agenda utama Errorist yang sesungguhnya? Semua jawaban dari pertanyaan ini tentu saja bisa Anda dapatkan dengan memainkan Remember Me ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…