Mantan Karyawan Sebut Valve Seperti Perusahaan “Anak SMA”

Reading time:
July 9, 2013
team fortress 2

All hail Gabe Newell! Dari semua tokoh yang bergerak di belakang layar industri game, nama Gabe Newell – boss besar dari Valve memang menempati posisi tersendiri di hati para gamer, terutama mereka yang menjadikan PC sebagai platform gaming utama. Selain berhasil menghadirkan jajaran game berkualitas yang menjadi legenda tersendiri, kemampuan Valve untuk menjaga kepercayaan gamer lewat layanan Steam mereka juga pantas mendapatkan acungan jempol.

Valve memang unik. Berbeda dengan perusahaan sejenis yang berjalan dalam heirarki jabatan yang jelas dan terstruktur, Gabe Newell justru menghilangkan hal tersebut dan membangun Valve dengan gaya yang berbeda. Tidak ada boss, tidak ada jabatan, semua karyawan diperlakukan dalam level yang setara. Dengan kebebasan hampir mutlak yang diberikan, karyawan dituntut untuk saling bekerja sama dan berbagi ide untuk mengembangkan game-game terbaik dari Valve. Terdengar indah? Tidak bagi Jeri Ellsworth – mantan karyawan Valve yang sempat menjadi kepala pengembangan bagian hardware. Ia bahkan menyamakan atmosfer Valve tak ubahnya sebuah sekolah menengah atas.

Dalam wawancaranya dengan The Grey Area, Ellsworth mengemukakan bahwa kondisi tanpa atasan di Valve justru menjadi pedang bermata dua. Tak berbeda dengan kondisi anak remaja sekolah, beberapa karyawan membangun level otoritas mereka sendiri. Beberapa berhasil mendapatkan kekuasaan, sementara yang lain justru terus membuat masalah, dan beberapa karyawan terjebak di antara dua kutub besar ini. Hal inilah yang ia rasakan ketika berusaha membangun tim hardware untuk Valve. Para pembuat onar ini akan secara konsisten menolak setiap tenaga kerja baru yang ditawarkan oleh Ellsworth karena dianggap tidak memperlihatkan “budaya kerja” Valve yang sebenarnya. Tidak hanya itu saja, Ellsworth juga mendeskripsikan atmosfer paranoid dimana pekerja mulai bergerombol untuk mengeluarkan pekerja lain yang dianggap “berbahaya”.

Berbeda dengan citranya selama ini di dunia maya, mantan karyawan Valve - Jen Ellsworth justru membuka
Berbeda dengan citranya selama ini di dunia maya, mantan karyawan Valve – Jeri Ellsworth justru membuka “borok” sistem kerja Valve. Lingkungan tanpa heirarki jabatan justru melahirkan permasalahan pelik.

Jeri Ellsworth sendiri akhirnya dipecat karena dianggap memperlihatkan tingkah laku yang tidak menyenangkan. Seberapa benar klaim yang satu ini? Terlepas dari wawancaranya yang kini menyebar luas di dunia maya, Valve sendiri belum memberikan komentar resmi apapun terkait tuduhan yang dilemparkan oleh Ellsworth.

Apakah kondisi inilah yang membuat Valve begitu tidak produktif menghasilkan game-game sekuel kelanjutan yang diantisipasi seperti Half Life 3 dan Portal 3? Hal yang sama yang menyebabkan Steam Box belum diumumkan hingga saat ini? Atau ini hanyalah kebohongan tidak berdasar karena kekesalan Ellsworth? Kita tunggu saja pernyataan resmi dari Valve.

 

Load Comments

PC Games

January 13, 2022 - 0

Review God of War PC: Dewa di Rumah Baru!

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa Sony kini memang mulai…
December 3, 2021 - 0

Review CHORUS: “Menari” di Angkasa Luar!

Seberapa sering Anda menemukan video game yang mengambil luar angkasa…
November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…

PlayStation

December 14, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Takefumi Terada & Raio Mitsuno (FORSPOKEN)!

Datang dengan kekuatan magis yang menggoda, apalagi dengan potensi aksi…
December 13, 2021 - 0

Impresi FORSPOKEN: Gadis dengan Kekuatan Magis!

Sebuah produk yang unik, ini mungkin kata yang tepat untuk…
December 2, 2021 - 0

Review Battlefield 2042: Setengah Matang!

Bagi mereka yang mencintai FPS sebagai genre, Battlefield dari EA…
November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…