Dengan Mod, Battlefield Bisa Hancurkan Arma dengan Mudah!

Reading time:
September 6, 2013
battlefield 4 china rising

Battlefield dan Call of Duty memang harus diakui merupakan dua dari franchise game first person shooter terbaik di industri game saat ini, apalagi jika kita mengkategorikannya dalam sub-genre “arcade”. Namun begitu kita membicarakan sebuah game FPS simulasi yang merepresentasikan animasi gerak dan kondisi  perang di dunia nyata, tidak ada yang mampu menundukkan detail yang ditawarkan oleh franchise andalan Bohemia Interactive – Arma. Namun bukan sekedar simulasi yang membuat game ini kian populer, tetapi juga dukungan komunitas yang secara konsisten melemparkan konten baru yang keren ke dalamnya. Sebuah formula yang sebenarnya dapat dimaksimalkan oleh game FPS kompetitor lain seperti Battlefield.

Berbicara di PC Gaming World Congress beberapa waktu yang lalu, Dean Hall – sang mastermind di balik mod Arma paling populer, DayZ membicarakan bagaimana modding memainkan peranan yang penting di industri game. Hall bahkan menyatakan bahkan bisa dijadikan sebagai senjata utama Battlefield untuk meraih supremasi di kompetisi klasik game FPS ini. Hall yakin bahwa jika EA dan DICE membuka peluang modifikasi untuk Battlefield terbaru, maka seri ini akan dengan mudah membunuh seri teranyar Arma. Membayangkan bagaimana Frostbite Engine 3.0 dapat dimaksimalkan untuk membentuk seri mod baru yang mengusung mode dan gameplay yang lebih unik dan beragam. Sebuah sensasi yang sudah ia rindukan sejak Battlefield 2 yang masih memperbolehkan hal tersebut.

Dean Hall - mastermind dari mod Arma - DayZ yakin bahwa DICE sebenarnya bisa membuat Battlefield meraih supremasi di dunia FPS, bahkan membunuh Arma dengan mudah. Caranya? Memperbolehkan kehadiran mod!
Dean Hall – mastermind dari mod Arma – DayZ yakin bahwa DICE sebenarnya bisa membuat Battlefield meraih supremasi di dunia FPS, bahkan membunuh Arma dengan mudah. Caranya? Memperbolehkan kehadiran mod!

Bagi kami sendiri, Arma dan Battlefield memiliki pesona unik yang berbeda satu sama lain, dan sulit untuk disamakan, bahkan di sisi produk mod sendiri. Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah setuju dengan pernyataan Hall ini?

 

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…