Review Rayman Legends: Platformer yang Sempurna!
Platformer yang Harus Anda Jajal!

Jika kita membicarakan sebuah game platformer, inovasi gameplay yang bisa disuntikkan ke dalamnya memang terhitung tidak signifikan. Ia selalu bergantung pada mekanik yang meminta Anda melakukan beberapa gerakan dasar – melompat, menyerang ketika dibutuhkan, mengambil setiap collectibles, dan tentu saja mencari rahasia yang tersebar di sepanjang permainan. Hal yang sama juga tidak berbeda dengan Rayman Legends. Anda juga akan terjebak pada aksi untuk memastikan diri selamat selama bergerak dari satu titik ke titik akhir, sembari mencari semua hal yang bisa Anda kumpulkan. Sebagian besar musuh dapat dikalahkan dengan melontarkan satu atau dua kali pukulan. Sisanya? Hanya mengandalkan kecekatan dan kemampuan untuk membaca situasi, tidak lebih. Anda juga akan bertempur dengan para Boss di beberapa bagian level.
Walaupun demikian, ada satu mekanik unik yang cukup membuat Rayman Legends terlihat berbeda. Selain berperan sebagai Rayman, Anda juga akan ditemani oleh Murfy – sang peri kodok yang kini tidak lagi hanya menjadi pajangan. Sebagian rintangan yang harus Anda lewati dan musuh yang harus Anda taklukkan biasanya membutuhkan sedikit bantuan Murfy untuk diselesaikan. Ketika bergerak cepat, Murfy dapat diandalkan untuk menggeser-geser platform lompatan untuk membantu progress lompatan Anda sehingga lebih mengalir. Beberapa musuh berukuran masif juga terkadang membutuhkan sedikit gangguan dari Murfy agar mengendorkan pertahanan mereka dan lebih rentan untuk diserang.


Jika memang tidak ada inovasi yang signifikan, mengapa kami menyebutnya sebagai salah satu seri game platformer yang tidak boleh Anda lewatkan? Karena ada begitu banyak pesona yang akan terus menarik Anda ke dalam game yang satu ini. Pertama, tentu saja visualisasi. Kapan terakhir Anda bertemu dengan sebuah game platformer yang tidak hanya tampil menawan di sisi gameplay, tetapi juga secara kosmetik? Optimalisasi engine UbiArt Framework benar-benar menghasilkan atmosfer Rayman Legends yang memesona. Desain karakter, animasi gerak, permainan warna, dunia, hingga para musuh yang harus Anda hadapi memang pantas untuk diacungi jempol. Terlepas dari gameplay yang terlalu kompleks, Ubisoft berhasil menyuntikkan ekstra tantangan lewat desain level yang dinamis.
Visualisasi dan desain hanyalah pesona awal, sebelum Anda mendalami dunia Rayman Legends ini lebih jauh. Ketika Anda terlibat dalam perjalanan yang memanjakan mata, Anda akan mulai menyadari bahwa Ubisoft juga menyuntikkan sound effect dan background music yang juga tak kalah luar biasa. Anda dibawa dalam perjalanan atmosfer sebuah dunia magis yang mumpuni, menghasilkan salah satu pengalaman game platformer terbaik yang pernah kami rasakan. Tidak ada yang monoton, tidak ada sensasi yang sama ketika Anda berganti level, tidak ada rasa bosan selama Anda menjalani petualangan epik Rayman ini. Suara ini bahkan diramu menjadi bagian mekanik gameplay ritme yang juga bisa Anda jajal di Rayman Legends ini. Luar Biasa!

Tidak ada yang bisa dicibir, ini mungkin menjadi kesimpulan sementara Rayman Legends. Mekanik gameplay sebuah platformer yang diimplementasikan dengan sempurna, dipadukan dengan kualitas visual, desain, dan audio yang mumpuni, Rayman Legends bahkan dapat dengan mudah menaklukkan sensasi gaming yang ditawarkan oleh game-game besar lain yang terhitung lebih “serius”.
Memerangkap Naluri Gaming Anda!

Stage yang ditawarkan oleh Rayman Legends memang menuntut Anda untuk beraksi dengan cara yang sederhana, dengan kebutuhan untuk mengeksekusi semua elemen ini secara presisi. Namun bukan desain atau musik yang membuat Anda akan terus terperangkap dengan setiap level yang ditawarkan oleh Ubisoft, bahkan untuk mengulang setiap darinya. Satu hal yang berhasil mereka lakukan? Memerangkap naluri gaming dasar Anda.
Hampir setiap gamer yang tengah menikmati sebuah game tentu saja bergerak dengan satu insting – berusaha menyelesaikannya sesempurna mungkin. Berusaha untuk mendapatkan semua elemen yang memang tidak menuntut banyak waktu atau sekedar tingkat kesulitan yang bersahabat. Hal inilah yang dieksploitasi oleh Ubisoft. Ada segudang “side mission” dan “collectibles” yang memang diharuskan oleh Ubisoft untuk Anda tempuh dan selesaikan, namun secara otomatis, mendorong rasa penasaran dan tertantang Anda untuk terus menjajalnya. Sebuah konsep yang siap merebut waktu gameplay Anda hingga batas waktu yang Anda tidak sadari.


Contohnya? Lupakan dulu tentang sejumlah karakter dengan karakteristik unik yang bisa Anda buka dan dapatkan dengan sedikit kerepotan. Konsep ini sudah bisa Anda temukan sejak awal permainan. Berbasis poin untuk memberikan keuntungan collectibles yang bisa Anda raih, Anda diminta untuk mengumpulkan 10 Teensies di setiap level, dengan dua Teensies spesial – Ratu dan Raja yang menuntut Anda menyelesaikan puzzle tertentu sebelum bisa diselamatkan. Mengumpulkan Teensies memang tidak diharuskan, namun ada perasaan hampa setiap kali Anda melewatkan satu atau dua Teensies. Dalam benak, Anda tahu bahwa bukan sesuatu yang mustahil untuk melengkapi set ini. Apalagi mengingat aksi ini juga akan memberikan keuntungan tersendiri di masa depan. Hasilnya? Replaying level!

Salah satu yang cukup memesona dari Rayman Legends adalah fakta bahwa Anda diberikan kebebasan untuk menentukan aksi selanjutnya. Tentu saja hal ini tidak diterapkan di mekanik gameplay, tetapi di desain pemilihan level sebelum Anda masuk ke setiap dunia yang ada. Anda diberikan kebebasan untuk menentukan level yang Anda inginkan dan kehendaki. Kesinambungan cerita masih terkesan baik, dan Anda terdorong untuk mengumpulkan para Teensies untuk mencapai hal ini. Bagian terbaiknya? Anda juga bisa membuka beberapa karakter ekstra dengan karakteristik masing-masing untuk menawarkan sensasi yang berbeda.










