Review CM Storm Quickfire Pro: Kenyamanan Cherry MX Blue!

Reading time:
December 6, 2013
Cooler Master Quickfire Pro
Cooler Master Quickfire Pro

Memfasilitasi game-game yang kompleks memang tidak menjadi satu-satunya indikator apakah sebuah keyboard pantas menyandang nama gaming di dalamnya atau tidak. Tidak sedikit peripheral dengan tampilan sederhana yang justru mampu menawarkan kenyamanan dan presisi aksi yang tinggi,terlepas dari fungsi makro yang dihapuskan. Karena pada akhirnya, fungsi inilah yang akan berpengaruh signifikan pada kemampuan Anda untuk menikmati setiap game yang Anda nikmati. Kemampuan inilah yang tetap ditawarkan oleh Cooler Master Quickfire Pro, sebuah keyboard mekanikal yang memang didesain untuk tidak hanya memfasilitasi fungsi gaming Anda, tetapi beragam kegiatan lain yang lebih produktif. Rahasianya? Tentu saja sang pondasi – Cherry MX Blue switch.

Desain dan Fitur

Bahan plastik dan warna hitam membuat keyboard ini terlihat elegan.
Bahan plastik dan warna hitam membuat keyboard ini terlihat elegan.
Tampil dengan format yang konvensional, tidak ada tombol ekstra dalam jumlah segudang untuk Anda modifikasi. Cooler Master hanya menyuntikkan beberapa fungsi shorcut untuk mengakses fitur multimedia secara real-time.
Tampil dengan format yang konvensional, tidak ada tombol ekstra dalam jumlah segudang untuk Anda modifikasi. Cooler Master hanya menyuntikkan beberapa fungsi shorcut untuk mengakses fitur multimedia secara real-time.

 

Ia juga diperkuat dengan LED merah yang menyala di beberapa area yang memang identik dengan gaming, tidak keseluruhan.
Ia juga diperkuat dengan LED merah yang menyala di beberapa area yang memang identik dengan gaming, tidak keseluruhan.

Dibungkus dengan bahan plastik  sebagai bahan utama, desain yang ditawarkan oleh Cooler Master Quickfire Pro ini mungkin tidak terlalu memperlihatkan identitas sebuah keyboard gaming yang kentara jika Anda melihatnya sekilas saja. Desain yang solid dan elegan tetap mengalir kuat darinya, dengan kenyamanan yang juga tetap dipertahankan dengan ukuran bentuk dan tuts ayng terhitung proporsional. Mengusung desain keyboard konvensional, Anda tidak akan menemukan ekstra tombol apapun di sini, selain beberapa ekstra shortcut untuk mengakses fungsi multimedia secara instan. Cooler Master juga menyertakan fungsi lock pada mode Windows untuk membuat kegiatan gaming Anda minim resiko terlempar ke layar utama.

Lantas bagaimana dengan sisi kosmetiknya sendiri? Untuk memperkuat citranya sebagai sebuah peripheral gaming, Cooler Master juga menyuntikkan sedikit LED backlighting di dalamnya. Sayangnya, tidak di keseluruhan keyboard. Cooler Master lebih memilih untuk mengintegrasikan LED dengan warna merah tersebut hanya di beberapa tombol yang memang sering digunakan untuk kebutuhan gaming. Tidak menyertakan kombinasi logo besar atau sejenisnya, keyboard ini hadir dengan hiasan yang terhitung minim. Untungnya, ia juga menyertakan jalur kabel di bagian bawah untuk memudahkan Anda – para gamer yang memang lebih nyaman melihat tatanan kabel yang rapi.

Cooler Master Quickfire Pro, Seberapa Nyaman?

Cooler Master Quickfire Pro, Seberapa Nyaman?
Cooler Master Quickfire Pro, Seberapa Nyaman?

Kenyamanan adalah indikator terpenting untuk memastikan apakah sebuah keyboard layak untuk dimiliki atau tidak. Dengan bentuk konvesional yang ia usung tanpa ekstra tombol makro yang bertebaran di sisi kiri atau kanan, bukan perkara sulit untuk langsung menggunakan Cooler Master Quickfire Pro dengan kecepatan dan akurasi penuh. Ukuran tuts yang proporsional dan beragam fungsi standar yang ada membantu hal tersebut. Dipadukan dengan fakta bahwa ia merupakan sebuah keyboard mekanikal, maka tidak ada keraguan untuk menjadikan Cooler Master Quickfire Pro sebagai keyboard utama yang tidak hanya bisa diandalkan untuk gaming, tetapi juga fungsi produktif yang lain.

Salah satu hal yang menarik adalah fakta bahwa ia memilih Cherry MX Blue sebagai switch utama dari Quickfire Pro yang kami terima untuk proses review ini. Switch yang ini memang terhitung sangat sensitif, memberikan respon aksi jari Anda dengan begitu cepat dan tepat, membiarkan gerak tangan Anda mengalir begitu saja tanpa hambatan. Tidak hanya untuk kebutuhan gaming, Cherry Blue juga nyaman untuk digunakan mengetik, seperti yang kami lakukan ketika mengerjakan review yang satu ini. Fitur anti-ghosting yang ia usung meminimalisir resiko kesalahan kecil yang mungkin sering terjadi ketika Anda menggunakan keyboard non-gaming. Kenyamanan yang ditawarkan oleh switch ini menjadi nilai jual yang utama. Kelemahannya? Cooler Master Quickfire Pro akan menghasilkan suara ketikan yang mungkin akan membuat teman satu ruangan Anda cukup terganggu. Bunyi “garing”, monoton, dan repetitif ini bisa saja mendorong teman seruangan yang cinta kesunyian hingga batas kesabaran. Namun selain hal tersebut, Cooler Master Quickfire Pro menawarkan apa yang Anda butuhkan.

Dengan Cherry MX Blue yang ia usung, keyboard ini siap untuk menundukkan game apapun yang kami lemparkan untuknya.
Dengan Cherry MX Blue yang ia usung, keyboard ini siap untuk menundukkan game apapun yang kami lemparkan untuknya.
Menundukkan DOTA 2 dan CS: Go? Bukan perkara sulit untuk keyboard yang satu ini.
Menundukkan DOTA 2 dan CS: Go? Bukan perkara sulit untuk keyboard yang satu ini.

Tidak ada tombol makro bukan berarti membuat keyboard yang satu ini sama sekali tidak bisa diandalkan untuk fungsi utama yang seharusnya ia usung – gaming. Dengan kombinasi Cherry MX Blue yang ia usung, ia akan dengan mudah menundukkan setiap game yang kami usung untuknya, selama Anda memang tidak membutuhkan fungsi makro untuk memastikan diri dapat menikmatinya. Kami sendiri menjajalnya di dua buah game utama – DOTA 2 untuk MOBA dan tentu saja – Counter Strike: Global Offensive untuk FPS. Dengan kecepatan respon dan sensivitas yang tinggi pada aksi jari Anda, Anda akan dengan mudah bergerak atau memastikan skill Anda memang tereksekusi dengan urutan yang Anda inginkan. Cooler Master Quickfire Pro memperlihatkan tajinya sebagai sebuah keyboard mekanikal gaming yang mumpuni.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 20, 2021 - 0

Review Outriders: Loot-Shooter Memuaskan!

Tidak mudah dikembangkan, jarang memuaskan, dan akan ikut tewas bersama…
April 7, 2021 - 0

Preview Outriders: Ternyata Lumayan Seru!

Ada banyak kasus dimana versi demo yang dikeluarkan oleh developer…
April 6, 2021 - 0

Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya…
April 5, 2021 - 0

Review It Takes Two: Butuh Dua untuk Mencinta!

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Josef Fares…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…