Review The Banner Saga: RPG Kompleks dan Menawan!

Reading time:
January 17, 2014

Atmosfer yang Menawan

Jika ada satu hal yang pantas dicintai dari The Banner Saga, adalah keputusan mereka menghadirkan visualisasi kartun dengan atmosfer yang luar biasa.
Jika ada satu hal yang pantas dicintai dari The Banner Saga, adalah keputusan mereka menghadirkan visualisasi kartun dengan atmosfer yang luar biasa.

Tidak adil rasanya jika tidak membahas keindahan The Banner Saga dari kualitas visual yang ditawarkan oleh Stoic. Berbeda dengan sebagian besar game RPG yang lebih mengejar mode tiga dimensi untuk menawarkan sensasi yang lebih realistis, The Banner Saga menawarkan pendekatan yang bahkan jauh lebih menarik. Seperti layaknya sebuah film kartun berkualitas tinggi, The Banner Saga memperlihatkan sebuah dunia yang dibangun dari gambar tangan, baik dari setiap karakter, musuh, hingga dunia yang ia tawarkan sendiri.

Setiap karakter seolah digambar dengan tangan, diwarnai dengan sempurna, dan hadir dengan animasi super halus. Bahkan di medan pertarungan sekalipun.
Setiap karakter seolah digambar dengan tangan, diwarnai dengan sempurna, dan hadir dengan animasi super halus. Bahkan di medan pertarungan sekalipun.
Pesona ini tidak hanya terlihat di sisi karakter, tetapi juga desain lingkungan yang ada.
Pesona ini tidak hanya terlihat di sisi karakter, tetapi juga desain lingkungan yang ada.

Adaptasi menuju animasi juga diekskusi dengan sangat halus dan baik, bahkan hingga level detail seperti pergerakan bendera karena angin sekalipun. Semuanya berjalan luar biasa. Iring-iringan dengan detail karakter utama yang berjalan di depan, diiringi musik yang tak kalah epic, The Banner Saga terhitung berhasil membangun sebuah atmosfer legenda Nordic yang tepat, dan menawan di saat yang sama. Skala gerakan dan dunia membantu Anda mendapatkan sedikit gambaran akan seberapa jauh perjalanan yang harus Anda jalani, hanya untuk mencapai satu kota terdekat. Semuanya dieksekusi dengan sempurna di elemen yang satu ini. Luar biasa!

Mekanik RPG Taktik yang Lebih Kompleks

Mekanik RPG taktikal sekelas FF Tactics atau Front Mission menjadi mekanik utama The Banner Saga.
Mekanik RPG taktikal sekelas FF Tactics atau Front Mission menjadi mekanik utama The Banner Saga.

Seperti sebagian besar game RPG taktik yang bertebaran di pasaran, mekanik dasar The Banner Saga sebenarnya hampir sama. Anda akan mengendalikan maksimal 6 unit dalam pertempuran yang akan akan bergerak secara bergiliran sesuai dengan ikon yang terletak di bagian bawah layar. Setiap unit akan mendapatkan ruang gerak terbatas yang ditunjukkan dalam kotak berwarna biru dan kuning, dan kesempatan untuk menyerang setiap pergerakan. Semua mekanik ini tentu saja bukan sesuatu yang asing lagi bagi para penggemar game RPG taktik sekelas FF Tactic, Front Mission, atau Tactic Ogre sekalipun. Kemenangan akan diraih jika Anda berhasil menundukkan semua musuh yang berada di dalam medan pertempuran, sembari mencari posisi terbaik untuk menghasilkan keuntungan tersendiri. Namun, ada beberapa mekanik inovatif yang membuat The Banner Saga berbeda, jika tidak ingin mengatakan, membuatnya jauh lebih kompleks.

Berbeda dengan game lain di genre yang sama, The Banner Saga tidak memuat HP sama sekali sebagai tolok ukur survivabilitas. Setiap unit di The Banner Saga memuat dua indikator untuk bertahan hidup – Armor dan Strength. Strength di The Banner Saga berfungsi sebagai intergrasi dua elemen dasar RPG – HP dan Damage dalam satu tubuh, sementara Armor, seperti namanya akan menjadi pelindung utama dari serangan fisik yang diterima. Semakin besar Armor, semakin besar kesempatan untuk menangkis serangan musuh, sekaligus menahan jumlah damage murni yang berpotensi dihasilkan. Semakin besar jumlah Strength, semakin besar pula damage yang bisa Anda hasilkan, dan tentu saja – kesempatan untuk bertahan hidup. Di sinilah, The Banner Saga tampil begitu berbeda.

Setiap unit memiliki dua indikator - Armor yang berwarna biru, dan Strength yang berwarna merah.
Setiap unit memiliki dua indikator – Armor yang berwarna biru, dan Strength yang berwarna merah.
Salah satu yang unik dari The Banner Saga? Integrasi elemen klasik RPG - HP dan Damage yang terintegrasi dalam satu nilai - Strength. Artinya? Semakin banyak Anda diserang, semakin Anda kematian dan sekaligus semakin lemah pulah serangan yang bisa Anda lontarkan ke musuh.
Salah satu yang unik dari The Banner Saga? Integrasi elemen klasik RPG – HP dan Damage yang terintegrasi dalam satu nilai – Strength. Artinya? Semakin banyak Anda diserang, semakin Anda kematian dan sekaligus semakin lemah pulah serangan yang bisa Anda lontarkan ke musuh.

Dengan status Strength sebagai integrasi antara HP dan Damage, The Banner Saga menjadi jauh lebih kompleks. Ketika jumlah Strength Anda jatuh, bukan hanya Anda terancam mati, tetapi juga tidak akan mampu menghasilkan damage sesignifikan di awal ketika Anda masih berada dalam kondisi paling prima. Semua unit akan mengalami fluktuasi damage tersendiri sesuai dengan sisa jumlah Strength yang mereka miliki. Membiarkan unit damager utama Anda diserang terus-menerus oleh musuh? Maka perlahan namun pasti, ia akan berubah menjadi unit tidak berguna yang hanya akan menjadi korban. Semakin banyak diserang, semakin lemah. Siapa yang menyangka, bahwa ide gila ini, ternyata membuat setiap pertarungan The Banner Saga jauh lebih menantang dan butuh banyak perhitungan. Karakter Anda memang tidak akan mati permanen, namun membutuhkan waktu untuk pulih dari cedera ketika kalah di pertempuran.

Karena hal inilah, Armor menjadi bagian yang begitu krusial. Untuk memastikan Anda bisa melemparkan damage yang lebih destruktif atau menerima damage dalam jumlah yang lebih besar, Anda harus menghancurkan armor milik musuh terlebih dahulu. Bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan mengingat setiap unit memang memiliki dua jenis serangan – yang didesain untuk menghancurkan armor dan strength. Menyerang unit yang lebih besar juga akan mencederai unit-unit yang berada di sekitarnya. Tidak hanya dua jenis serangan ini, setiap unit juga akan diperkuat dengan elemen lain yang disebut “Willpower”. Tak ubahnya seperti mana, Willpoint dalam jumlah terbatas ini akan memungkinkan Anda melemparkan serangan dengan damage lebih besar atau mengeksekusi serangan spesial yang memang spesifik dimiliki oleh setiap karakter.

Setiap unit juga akan dibekali willpower dalam jumlah terbatas yang berfungsi tak ubahnya mana.
Setiap unit juga akan dibekali willpower dalam jumlah terbatas yang berfungsi tak ubahnya mana.
Pertempuran tidak berjalan acak, tetapi menjadi bagian dari cerita yang Anda pilih. Hampir tidak ada kesempatan untuk melakukan grinding.
Pertempuran tidak berjalan acak, tetapi menjadi bagian dari cerita yang Anda pilih. Hampir tidak ada kesempatan untuk melakukan grinding.

The Banner Saga tetaplah sebuah game yang didorong oleh sisi cerita, dengan RPG taktikal sebagai media “cerita” untuk merepresentasikan keseriusan perang yang harus ditempuh oleh Varl dan manusia untuk mengalahkan para Dredge. Karena fokus inilah, Anda jangan berharap akan memiliki kebebasan untuk bertempur, grinding experience, dan mengeksplorasi setiap wilayah yang Anda temui. Setiap pertarungan akan dipicu sebagai bagian dari cerita yang tengah Anda jalani dan menjadi syarat utama untuk melanjutkan cerita yang ada. Dengan konsep seperti, Stoic memastikan The Banner Saga secara konsisten menawarkan tingkat kesulitan menantang yang membutuhkan strategi di setiap pertarungan. Mengapa? Karena bukan hal yang tidak mungkin, karakter-karakter Anda justru berada di level yang lebih rendah dibandingkan dengan musuh yang Anda hadapi. Masalah yang lain dari sistem ini? Renown!

Renown merupakan mata uang dari The Banner Saga itu sendiri. Hanya bisa dikumpulkan dari pertempuran dan event yang Anda temui di tengah jalan, seperti halnya experience, Renown menjadi resource yang sangat terbatas, terlepas dari posisi krusialnya yang dibutuhkan untuk mengakses hampir semua elemen yang ada di The Banner Saga ini sendiri.

Terlepas dari fungsinya yang sangat krusial di The Banner Saga, Renown - si mata uang benar-benar ditampilkan sebagai resource yang terbatas. Ia tidak hanya dijadikan sebagai alat untuk mendapatkan item dan supply.
Terlepas dari fungsinya yang sangat krusial di The Banner Saga, Renown – si mata uang benar-benar ditampilkan sebagai resource yang terbatas. Ia tidak hanya dijadikan sebagai alat untuk mendapatkan item dan supply.

 

Renown juga dibutuhkan untuk mempromosikan karakter Anda ke level yang lebih tinggi.
Renown juga dibutuhkan untuk mempromosikan karakter Anda ke level yang lebih tinggi.
Item dan promosi sudah menjadi tuntutan yang sulit dipenuhi, belum lagi Anda harus terus memastikan supply makanan iring-iringan Anda tetap terpenuhi agar mereka tidak mati kelaparan di tengah jalan. Another need for Renown.
Item dan promosi sudah menjadi tuntutan yang sulit dipenuhi, belum lagi Anda harus terus memastikan supply makanan iring-iringan Anda tetap terpenuhi agar mereka tidak mati kelaparan di tengah jalan. Another need for Renown.

Karakter Anda berhasil mencapai level lebih tinggi setelah membunuh cukup banyak musuh? Anda butuh membayar Renown dalam jumlah tertentu untuk mempromosikan mereka ke level lebih tinggi dan tentu saja memperkuat mereka. Karakter Anda sering mati dan equipment menjadi pilihan rasional? Anda butuh Renown yang tidak sedikit untuk membeli mereka dari Market. Di atas ini semua? Renown juga dibutuhkan untuk membeli supply iring-iringan Anda yang akan terkuras sepanjang perjalanan ke kota terdekat yang lain. Gagal menyiapkan bahan makanan ini? Perlahan namun pasti, semua pengungsi yang Anda bawa ini akan mati kelaparan. Dengan semua hal yang dibutuhkan ini, Renown Anda tidak akan pernah mencukupi.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…

PlayStation

November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…
November 15, 2021 - 0

Review Headset PULSE 3D Wireless – Midnight Black: Tiga Dimensi dalam Telinga!

Apa yang mendefinisikan sebuah pengalaman generasi terbaru? Bagi Sony dan…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…