Review Contrast: Konsep Unik yang Tidak Tereksekusi Baik!

Reading time:
January 21, 2014

Bermain-main dengan Bayangan

Dari kacamata orang ketiga, Contrast mungkin terlihat seperti game action. Namun sesungguhnya, ia adalah sebuah game puzzle murni.
Dari kacamata orang ketiga, Contrast mungkin terlihat seperti game action. Namun sesungguhnya, ia adalah sebuah game puzzle murni.

Sekilas, Contrast mungkin memperlihatkan kesan bahwa Anda akan terlibat dalam sebuah game action yang akan memungkinkan Dawn melemparkan serangan akrobatik di tengah segudang musuh yang menyerang bersamaan.  Namun siapa yang menyangka, ia justru ditawarkan sebagai sebuah game puzzle murni terlepas dari sudut pandang orang ketiga yang ia gunakan. Anda tidak akan bertemu dengan potongan tubuh, darah, atau mayat yang bertebaran di mana-mana, hanya kotak, bayangan, dan tuntutan untuk menggunakan otak Anda lebih dari apapun.

Seperti sebagian besar game puzzle yang ada di pasaran saat ini, misi Anda sebenarnya sederhana, mencari cara untuk dapat bergerak ke area selanjutnya. Beragam halangan klasik ditawarkan, dari lift yang rusak, pintu yang terkunci, atau sekedar tuntutan cerita yang memang menawarkan misi spesifik untuk diselesaikan. Walaupun demikian, Contrast tetap menawarkan sesuatu yang unik, sebuah mekanik yang membantu mendefinisikan seri game yang satu ini, sekaligus menintegrasikannya dengan plot utama yang mereka usung. Mari kita sedikit bermain-main dengan bayangan.

Seperti halnya game puzzle murni, tujuan setiap chapter hanyalah memastikan diri mampu mencapai area selanjutnya.
Seperti halnya game puzzle murni, tujuan setiap chapter hanyalah memastikan diri mampu mencapai area selanjutnya.
Tidak hanya menjelajahi dunia tiga dimensi, Dawn juga dapat masuk ke dalam dunia bayangan untuk menyelesaikan setiap puzzle yang ada.
Tidak hanya menjelajahi dunia tiga dimensi, Dawn juga dapat masuk ke dalam dunia bayangan untuk menyelesaikan setiap puzzle yang ada.

Dawn tidak hanya bisa sekedar melompat atau memindahkan barang, ia juga dibekali dengan kemampuan untuk masuk ke dalam dunia bayangan itu sendiri. Di sinilah pesona utama Contrast ditawarkan. Tantangan puzzle tidak hanya sekedar muncul dari persepsi terhadap dunia tiga dimensi, tetapi juga mengaplikasikannya ke dunia dimensi yang direpresentasikan oleh dunia bayangan tersebut. Dawn dapat masuk dan keluar dunia bayangan bebas, menggunakan setiap platform bayangan yang tercipta sebagai tempat pijakan untuk beralih ke wilayah selanjutnya. Tidak hanya sekedar masuk, ia juga bisa memindahkan barang apapun yang tengah ia pegang ke dalam dunia bayangan, yang sebagian besar memang esensial untuk menciptakan progress permainan.

Sebagai sebuah game puzzle, Anda tentu tidak bisa mengharapkan bahwa Contrast akan dibangun dengan teka-teki yang bisa diselesaikan dengan sekedar menerka. Anda benar-benar dituntut untuk menggunakan kemampuan otak, terutama persepsi spasial, untuk menerka efek yang bisa Anda hasilkan dari setiap aksi Anda di dunia tiga dimensi maupun bayangan itu sendiri. Ingin menuju tempat tinggi, tetapi kotak yang Anda bawa terlalu kecil untuk dijadikan pijakan? Anda bisa mendekatkan kotak ini lebih dekat ke arah sumber cahaya dan menciptakan bayangan kotak yang lebih besar di dinding. Tinggal memanfaatkan hal tersebut dan mulai menjajal daerah yang baru. Sebagian besar puzzle yang ditawarkan Contrast tidak akan sekompleks yang dibayangkan, dan bisa dipecahkan dengan sedikit proses trial dan error, hingga Anda menemukan apa yang sebenarnya dibutuhkan.

Dengan sedikit pemikiran rasional, Contrast dapat diselesaikan, walaupun membutuhkan sedikit proses trial dan error.
Dengan sedikit pemikiran rasional, Contrast dapat diselesaikan, walaupun membutuhkan sedikit proses trial dan error.
Dawn juga mampu melakukan gerakan dash untuk bergerak cepat.
Dawn juga mampu melakukan gerakan dash untuk bergerak cepat.

Untuk memastikan setiap aksi Dawn tidak terbatasi oleh hal yang remeh-temeh, ia juga hadir dengan kemampuan charge yang memungkinkannya bergerak dengan kecepatan tinggi dalam jarak pendek. Di dunia Didi, hal ini memungkinkan Dawn untuk menghancurkan beberapa penghalang termasuk pintu kayu yang akan menghalangi Anda di beberapa kesempatan. Sementara di dunia bayangan, hal ini tidak hanya memungkinkan Anda untuk melompat lebih jauh, tetapi juga bergerak menembus bayangan tipis yang mungkin terasa menghalangi.

Anda akan bertemu dengan beberapa pemandangan menarik ,apalagi ketika Anda harus menggunakan karakter lain sebagai platform.
Anda akan bertemu dengan beberapa pemandangan menarik ,apalagi ketika Anda harus menggunakan karakter lain sebagai platform.

Walaupun terhitung linear, Contrast masih menawarkan kesempatan eksplorasi dan menikmati desain lingkungan “klasik”nya yang memang terhitung memesona. Anda bisa mengumpulkan serangkaian collectibles dan sebuah item berbentuk bola sinar – Luminaries yang terkadang memang menjadi syarat utama sebelum Anda bisa bergerak menuju daerah selanjutnya. Eksplorasi ini akan membantu Anda mendapatkan sedikit gambaran akan cerita yang ditawarkan Contrast sendiri, terutama yang menyangkut pihak yang memiliki peran signifikan di hidup Didi. Sebagian dari lokasi Luminaries ini menuntut Anda untuk melompat melewati bayangan bayangan karakter sebagai platform. Pemandangan yang terhitung menarik.

Sayangnya, Begitu Banyak Permasalahan Teknis

Walaupun secara konsep menarik, eksekusi Contrast bermasalah.
Walaupun secara konsep menarik, eksekusi Contrast bermasalah.

Sayangnya, dari semua sensasi gameplay puzzle unik yang diintegrasikan dengan desain lingkungan dan musik yang luar biasa, Contrast gagal mengeksekusi konsep tersebut dengan kapasitas kualitas yang memadai. Ada begitu banyak masalah yang membuat pengalaman Anda terasa tercederai. Dua masalah besar yang kami rasakan? Glitch dan tata kamera.

Kamera adalah “ujung tombak” Anda ketika terlibat dalam sebuah game puzzle. Anda butuh untuk melihat kondisi sekitar lingkungan dan mulai menerka kombinasi gerakan seperti apa yang dibutuhkan untuk memastikan diri dapat bergerak ke area selanjutnya. Fungsi sederhana ini cukup menyulitkan di Contrast. Terlepas dari fungsi yang sama dengan sebagian besar game third person saat ini, kamera menjadi terasa canggung ketika Dawn mulai bergerak lebih cepat. Ada begitu area yang tidak terlihat, apalagi ketika Anda berada dalam posisi yang dekat dengan sudut ruangan. Jatuh ke lantai bawah atau bahkan ke jurang tampaknya menjadi pemandangan yang biasa yang akan terjadi.

Kamera terasa tidak adaptif dengan gerakan Anda yang cepat.
Kamera terasa tidak adaptif dengan gerakan Anda yang cepat.
Glitch, glitch, dan glitch.
Glitch, glitch, dan glitch.

Masalah kedua adalah glitch yang terjadi di sepanjang permainan. Tidak jarang, transisi Anda dari dunia Didi dan bayangan berlangsung tidak mulus, dan justru tidak seperti yang Anda harapakan. Kami sempat menemukan Dawn yang secara otomatis melompat keluar dari bayangan ketika terhalangi sebuah bayangan lainnya yang sebenarnya tidak terlihat signifikan dan justru membuat Dawn tewas. Kesempatan lain, kami juga menemukan Dawn yang terjebak di tengah udara ketika berusaha keluar dari bayangan tanpa alasan yang jelas. Sistem kamera yang mengecewakan dan gameplay yang tidak terasa mulus di beberapa titik membuat gerakan Contrast terasa sangat canggung dan sulit untuk dinikmati. Apalagi ketika Anda harus mengeksekusi gerakan dash dan masuk keluar bayangan dengan cepat. Perlahan namun pasti, ia akan membuat Anda frustrasi.

Salah satu kekurangan lain juga adalah minimnya informasi untuk membantu Anda mendapatkan sedikit gambaran apa yang harus Anda lakukan. Anda hanya dihadapkan pada satu level, dengan serangkaian objek yang terlihat signifikan, dan diminta untuk menyelesaikan tantangan tersebut begitu saja. Sistem seperti ini mungkin membuatnya terlihat menarik dan menantang. Namun bagi mereka yang sudah terjebak berjam-jam di level yang sama, Contrast bahkan tidak menyediakan “kemudahan” atau sekedar hint apa yang harus dilakukan. Anda ingin berpikir ulang dan berusaha men-set lingkungan balik ke kondisi awal untuk menemukan jawabannya? Berhati-hatilah, bisa jadi Anda justru harus kembali dari awal chapter karena jeda auto-save yang memang terhitung jauh.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

June 29, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yoko Taro (NieR Series)!

Menyebutnya sebagai salah satu developer paling eksentrik di industri game…
June 24, 2021 - 0

Preview Scarlet Nexus: Bak Menikmati Anime Aksi Berkualitas!

Komitmen Bandai Namco untuk menawarkan game-game dengan cita rasa anime…
June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…