Review Gamdias Hermes: Performa Mantap dengan Desain yang Membingungkan!

Reading time:
March 14, 2014
Keyboard mekanikal Gamdias Hermes.
Keyboard mekanikal Gamdias Hermes.

Gamdias, seperti Anda dan sebagian besar gamer PC di Indonesia, mungkin terdengar sangat asing. Namun siapa yang menyangka bahwa produsen peripheral gaming  yang satu ini ternyata sudah mulai menancapkan namanya di industri game, terutama dukungan mereka untuk event-even e-Sports yang memang belum semasif produk kompetitor lain yang memang sudah memiliki nama. Menariknya lagi? Hampir semua produk yang ditawarkan Gamdias hadir dengan nama-nama dewa Yunani, baik dari headset, mouse, hingga keyboard gaming. JagatPlay sendiri kebetulan berkesempatan untuk  menjajal Hermes – si dewa pembawa pesan dan dagang, yang kini “dilahirkan kembali” sebagai sebuah keyboard mekanikal.

Desain dan Fitur

Dari sisi desain, Hermes memang terlihat garan dan elegan di saat yang sama, dengan lampu LED yang menyala terang hampir di semua bagian keyboard.
Dari sisi desain, Hermes memang terlihat garan dan elegan di saat yang sama, dengan lampu LED yang menyala terang hampir di semua bagian keyboard.
Sebuah logo utama dengan lampu berwarna kuning emas semakin mempercantik kosmetik keyboard yang satu ini. Setidaknya memperkuat identitasnya sebagai sebuah keyboard gaming.
Sebuah logo utama dengan lampu berwarna kuning emas semakin mempercantik kosmetik keyboard yang satu ini. Setidaknya memperkuat identitasnya sebagai sebuah keyboard gaming.
Ekstra lima tombol makro juga disuntikan di bagian kiri Gamdias Hermes ini.
Ekstra lima tombol makro juga disuntikan di bagian kiri Gamdias Hermes ini.

Dari sisi desain, bukan perkara yang sulit untuk langsung menunjuk dan mendefinisikan Gamdias Hermes sebagai sebuah peripheral gaming. Dengan desain yang terhitung elegan sekilas pandang, keyboard yang mungkin terlihat minmalis ini memang bukan sekedar sebuah keyboard standar berbalut warna hitam sebagai elemen utama. Dan seperti kebanyakan keyboard gaming yang bertebaran di pasaran, Anda juga akan menemukan elemen lain yang memperkuat sisi kosmetik yang ada. Gamdias Hermes hadir dengan lampu LED berwarna merah yang disematkan di seluruh bagian keyboard dengan kesempatan untuk mengatur intensitas cahaya, dengan sebuah logo keren segitiga emas yang menyala terang di bagian tengah. Warna dan lampu LED juga membuat bentuk keyboard yang terlihat solid dan tegas semakin menonjol.

Untuk memastikan keyboard ini dapat memfasilitasi sebagian besar kebutuhan gaming yang ada, Gamdias Hermes juga menyuntikan beberapa ekstra tombol dan fungsi di dalamnya. Anda akan menemukan lima ekstra tombol di bagian paling kiri yang didesain untuk memfasilitasi makro serta beberapa tombol ekstra di bagian paling bawah untuk mendukung fitur yang serupa. Beberapa tombol juga diperkuat dengan fungsi multimedia instan, seperti mengatur tingkat suara video atau musik yang tengah Anda mainkan, atau sekedar mengakses mode gaming yang berarti menihilkan resiko salah menekan tombol Windows ketika bermain game. Semua fungsi sederhana ini akan dipreesentasikan dengan ikon tombol yang mudah dikenali.

Gamdias Hermes, Seberapa Nyaman?

Gamdias Hermes, Seberapa Nyaman?
Gamdias Hermes, Seberapa Nyaman?

Kenyamanan memang selalu menjadi indikator terpenting untuk memastikan apakah sebuah keyboard memang pantas untuk menyandang predikat sebagi produk gaming atau tidak. Mengapa? Karena pada dasarnya, identitas ini diberikan untuk membantu gamer tidak hanya mendapatkan performa yang lebih optimal, tetapi juga daya tahan bermain yang lebih tinggi. Untuk urusan yang satu ini, Gamdias Hermes hadir dengan plus minusnya sendiri, terutama di sisi desain. Dengan tuts yang proporsional, Anda tidak akan kesulitan untuk langsung menggunakan dan menguasai Gamdias Hermes ini, baik untuk gaming ataupun sekedar terlibat dalam rutinitas pekerjaan sehari-hari. Satu yang pantas untuk diacungi jempol, kelima buah tombol makro ekstra di bagian kiri ditempat sejajar dengan tuts utama, sehingga mengurangi resiko Anda salah menekan tombol “Esc” dan justru mengakses tombol “G1” tanpa disengaja. Kesalahan yang sempat kami temukan di produk kompetitor yang lain.

Dengan Cherry MX Black yang ia sandang, Gamdias Hermes tampak siap untuk memfasilitasi setiap aksi super cepat yang Anda sematkan untuknya, apalagi ketika memainkan game-game yang memang mebutuhkan waktu respon singkat. Cherry MX Black memang memberikan feeback yang terasa responsif, membuatnya nyaman untuk kegiatan di luar gaming juga. Fitur anti-ghosting juga akan mencegah Anda dari resiko melakukan kesalahan input yang fatal ketika terlibat aktivitas-aktivitas ini.

Dengan Cherry MX Switch Black yang ia gunakan, Gamdias Hermes tentu bisa diandalkan tidak hanya untuk gaming, tetapi juga fungsi komputasi yang lain.
Dengan Cherry MX Switch Black yang ia gunakan, Gamdias Hermes tentu bisa diandalkan tidak hanya untuk gaming, tetapi juga fungsi komputasi yang lain.

Namun ada satu hal yang menarik Gamdias Hermes, terlepas dari konsep, nama, atau desain keseluruhan yang ia tawarkan. Sang engineer yang membangun keyboard ini sepertinya lupa bahwa Hermes adalah sebuah peripheral yang seharusnya didesain untuk memastikan aksi gamer berjalan cepat, efektif, tetapi sekaligus nyaman di saat yang sama. Untuk mencapai hal ini, tentu menjadi hal yang sangat rasional untuk menyediakan lebih banyak ruang di sekitar bagian tuts keyboard yang memang seringkali diakses oleh gamer dengan genre manapun. Namun apa yang terjadi di Gamdias Hermes justru terhitung sangat membingungkan. Apa pasal? Di daerah palm rest bagian bawah spacebar yang terhitung esensial untuk kenyamanan, Gamdias Hermes justru menyuntikkan tiga buah tombol makro di sana alih-alih menjadikannya lapang. Akibatnya, Anda yang sering mengistirahatkan telapak tangan Anda di bagian tersebut harus bermain dengan posisi tangan yang canggung, setidaknya untuk mencegah resiko salah menekan tombol makro di sana. Walaupun Anda tidak memberikan fungsi apapun di tiga tombol makro tersebut, perasaan mengganjal ketika mengistirahatkan tangan di sana tetap sangat disayangkan.

Penempatan tiga tombol ekstra tepat di bagian bawah space bar yang seharusnya menjadi palm rest yang lapang pantas dipertanyakan.
Penempatan tiga tombol ekstra tepat di bagian bawah space bar yang seharusnya menjadi palm rest yang lapang pantas dipertanyakan.
Desain membingungkan yang juga terlihat di bagian tombol arah.
Desain membingungkan yang juga terlihat di bagian tombol arah.

Tidak hanya sekedar tiga tombol makro di bagian bawah spacebar, Gamdias Hermes juga memutuskan untuk menambahkan dua ekstra tombol makro di bagian tuts arah. Dua tombol ditempatkan bersebelahan dengan tombol atas, menjadikan formasi area ini menjadi 3 x 2. Sebagai salah satu gamer yang memang lebih mengandalkan memori otot untuk mengakses semua tombol secara tepat dan cepat, dua tambahan tombol ini juga sangat disayangkan. Tidak jarang, ketika Anda sangat membutuhkan untuk mengakses tombol kiri dan kanan, atau sekedar atas, tangan Anda yang belum terbiasa dengan tambahan dua tombol ekstra justru akan sulit mengenali apa yang tengah Anda sentuh dan tekan. Hasilnya? Anda akan melakukan sesuatu yang tidak ingin Anda lakukan.

Ekstra slot USB dan port jack 3.5mm untuk mempermudah integrasi peripheral Anda yang lain.
Ekstra slot USB dan port jack 3.5mm untuk mempermudah integrasi peripheral Anda yang lain.

Walaupun demikian, ada fungsi uinik lain yang membuat Gamdias Hermes tampil sangat berbeda. Kita tidak tengah membicarakan ekstra satu slot USB dan jack 3.5 mm yang disematkan di bagian belakang untuk membantu Anda menghubungkan peripheral berbasis USB atau perangkat audio lainnya ke dalam Gamdias Hermes ini secara instan. Kita tengah membicarakan tambahan fungsi “Alarm” yang jarang sekali ditemukan di keyboard lain. Lewat perangkat lunak yang ada, Anda bisa memasukkan efek suara “Alarm” di key yang Anda inginkan atau bahkan menentukan timing untuknya.

Pertanyaannya kini tentu saja satu, untuk apa fungsi ini disematkan? Sebagai pengingat jika Anda memiliki janji yang lebih penting saat bermain game? Mungkin saja. Namun kami sendiri mengadaptasikan fungsi ini untuk tampil lebih relevan ketika bermain game. Dengan menyematkan bunyi alarm ini di lokasi tuts di sekitar fungsi yang penting, Anda akan bisa mengetahui Anda menekan tuts yang salah hanya dari suara secara otomatis dan langsung menggeser jari ke tuts yang benar. Contoh? Menyematkan alarm di tombol “X” untuk memastikan Anda bisa mengakses “C” dengan tepat. Ketika Anda salah menekan tombol X untuk menunduk misalnya, Anda bisa merespon cepat ketika mendengar suara alarm yang muncul dan langsung beralih ke “C”.

Memainkan game-game yang membutuhkan ritme cepat dan eksekusi gerakan cepat seperti Titanfall dan DOTA 2, Gamdias Hermes mampu memfasilitasi kebutuhan tersebut dengan sangat baik.
Memainkan game-game yang membutuhkan ritme cepat dan eksekusi gerakan cepat seperti Titanfall dan DOTA 2, Gamdias Hermes mampu memfasilitasi kebutuhan tersebut dengan sangat baik.

Sebuah keyboard gaming tentu saja tidak pantas menyandang identitas unik tersebut jika tidak bisa menjalankan fungsi utamanya dengan baik. Gamdias Hermes datang di saat yang tepat, ketika kami berkesempatan untuk menjajal tiga buah game populer yang tengah naik daun dari tiga genre yang berbeda pula. Kami menjadikan DOTA 2 (MOBA), Titanfall (FPS), dan Elder Scrolls Online (MMORPG) sebagai alat uji. Di ESO, tombol makro memainkan perannya yang krusial, setidaknya untuk mengakses fungsi spell dalam runtut yang spesifik secara cepat. Sementara di DOTA 2 dan Titanfall yang memang sangat mengandalkan kecepatan respon dan gerak, Gamdias Hermes menunjukkan tajinya. Kombinasi tombol yang seringkali Anda lontarkan, baik acak maupun terstruktur, difasilitasi dengan sangat baik oleh Cherry MX Switch Black yang ia sandang.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 23, 2021 - 0

Review Death Stranding – Director’s Cut: Paket Baru Definisi Tinggi!

Antara Anda benar-benar menyukainya atau benar-benar membenci apa yang ia…
September 22, 2021 - 0

Review Kena – Bridge of Spirits: Kena Sihir Fantasi Elok!

Menarik adalah kata yang tepat untuk menjelaskan pilihan game-game yang…
September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…