Review Titanfall: Sangat Memenuhi Harapan!

Reading time:
March 18, 2014
Titanfall JagatPlay (145)

Stagnan dan seolah kehilangan semangat untuk berkembang ke arah yang lebih jauh, kesan inilah yang mungkin bisa ditangkap dari perkembangan industri game action selama beberapa tahun terakhir ini. Sebagian besar game yang hadir dengan genre ini selalu berkutat pada gaya permainan yang hanya meminta Anda membunuh sebanyak mungkin musuh dan bergerak menuju ke area selanjutnya. Namun seiring dengak perkembangan teknologi, apalagi didukung dengan ketersediaan koneksi internet yang terjangkau dan reliable di saat yang sama, genre action menemukan bentuk yang baru – sebuah game yang memang didesain untuk menjadikan multiplayer sebagai basis pesona paling utama. Berangkat dari ideologi inilah, Titanfall tercipta.

Anda yang sudah sempat membaca preview atau review beta kami tentu saja sudah mendapatkan sedikit gambaran akan apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Titanfall ini. Fakta bahwa ia dilahirkan oleh tangan dingin sama yang melahirkan Call of Duty: Modern Warfare memang menyisakan dilema tersendiri. Respawn Entertainment yang berisikan veteran dari Infinity Ward mendorong banyak gamer berspekulasi, bahwa Titanfall “hanyalah” sebuah game Call of Duty dengan ekstra mecha di dalamnya. Tanpa inovasi, hanya berbeda skin. Walaupun impresi pertama dari versi beta menghapuskan citra tersebut, namun ajang pembuktian sebenarnya tentu tertuju pada versi full retail yang akhirnya dirilis ke pasaran beberapa waktu yang lalu.

Lantas apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Titanfall ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai Inovasi Multiplayer yang Luar Biasa?

Campaign Berbasis Multiplayer

Walaupun merupakan game berbasis multiplayer, Titanfall juga menyertakan mode campaign di dalamnya.
Walaupun merupakan game berbasis multiplayer, Titanfall juga menyertakan mode campaign di dalamnya.

Seperti yang sudah dikonfirmasikan Respawn sejak pertama kali mengenalkan Titanfall ke pasaran, game ini memang didesain sebagai game yang hanya memuat mode multiplayer saja, yang berarti – harus dimainkan secara online. Tidak ada mode single player layaknya sebagian besar game FPS mainstream yang ada. Walaupun demikian, ini tidak berarti Titanfall sama sekali tidak memiliki basis cerita yang menjadi alasan dari konflik dan perang besar yang secara konsisten harus Anda kobarkan. Ia ternyata memuat sebuah mode campaign yang uniknya lagi, juga berbasis multiplayer.

Di mode campaign, Anda akan berkesempatan untuk menjalani  sebuah cerita dari salah satu kubu – IMC atau The Militia yang secara terus-menerus terlibat konflik, bahkan menyulut perang terbuka. Layaknya sebuah mode campaign di game FPS biasanya, mode campaign Titanfall juga hadir dengan scripted event, bahkan dramatisasi untuk meninggalkan kesan single player yang lebih kentara. Cerita utama dari game ini akan disampaikan tidak hanya lewat cut-scene yang bergerak dari satu chapter ke chapter lainnya, tetapi juga interaksi antara para karakter NPC yang bernaung di dalamnya. Lewat semua event inilah, Anda akan memahami Titanfall lebih dalam.

Menggabungkan sensasi single player dan multiplayer di mode yang sama, Anda akan tetap bertarung dengan gamer lain, namun kini dengan ekstra narasi dan dramatisasi tentunya.
Menggabungkan sensasi single player dan multiplayer di mode yang sama, Anda akan tetap bertarung dengan gamer lain, namun kini dengan ekstra narasi dan dramatisasi tentunya.
Hadir dalam beragam mode populer seperti Attrition dan Hardpoint, Anda akan menempuh sebagian besar chapter dengan misi berdasarkan dua mode ini.
Hadir dalam beragam mode populer seperti Attrition dan Hardpoint, Anda akan menempuh sebagian besar chapter dengan misi berdasarkan dua mode ini.

Namun alih-alih memainkannya sendiri, mode Campaign Titanfall tetap ditawarkan sebagai sebuah mode multiplayer. Sebuah mode single player dengan cita rasa multiplayer? Terlepas dari betapa absurdnya konsep ini terdengar, Respawn berhasil mengeksekusi hal ini dengan sangat baik. Anda tetap akan berhadapan dengan player lainnya sebagai musuh utama yang harus Anda takuti di kubu berlawanan. Seperti halnya juga mode multiplayer yang ia tawarkan, setiap chapter cerita ini akan memuat objektif misi yang berbeda-beda, yang sebagian besar merupakan mode paling populer Titanfall seperti Attrition dan Hardpoint. Tidak ada tuntutan apakah Anda harus menang atau kalah di setiap chapter yang ada, Anda hanya harus menyelesaikan medan pertempuran untuk dianggap sukses dan berhak melanjutkan mode campaign ini hingga akhir. Berhasil menyelesaikan mode ini dari kacamata IMC dan Militia? Anda akan mendapatkan ekstra chassis berharga untuk Titan Anda.

Plot dan jalan cerita yang ada lebih disampaikan lewat narasi beberapa karakter NPC, sekaligus cut-scene pendek.
Plot dan jalan cerita yang ada lebih disampaikan lewat narasi beberapa karakter NPC, sekaligus cut-scene pendek.
Walaupun demikian, ada beberapa masalah yang masih terjadi, terutama ketika Anda berusaha melanjutkan progress Anda setelah terpaksa berhenti.
Walaupun demikian, ada beberapa masalah yang masih terjadi, terutama ketika Anda berusaha melanjutkan progress Anda setelah terpaksa berhenti.

Eksekusi yang memadukan dua konsep bertolak belakang ini memang tampil sangat menjanjikan di Titanfall, setidaknya menjadikannya mode yang sama bisa dinikmatinya dengan mode multiplayer classic yang ada. Integrasi cerita, dramatisasi, dan peran karakter NPC yang lebih penting berjalan sangat mulus dan masuk ke dalam setiap chapter yang ada tanpa jeda yang bisa Anda perhatikan. Seolah Anda dilemparkan ke dalam medan pertempuran yang sama epiknya, namun kali ini dengan ekstra cerita yang bisa Anda ikuti. Beberapa masalah teknis memang masih cukup dirasakan, terutama dari kesulitan untuk melanjutkan cerita jika Anda harus berhenti di tengah jalan. Respawn seolah kesulitan menyediakan player lain yang harus menempuh nasib serupa dari kedua kubu. Akibatnya? Anda lebih sering telempar ke dua atau tiga misi sebelum Anda berhenti, dan mengulang semuanya kembali dari awal.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…