Review Nintendo Wii U: Kekuatan Bukan Segalanya!

Reading time:
April 16, 2014

Apakah Saya Harus Membeli Nintendo Wii U Sekarang?

Apakah Anda harus membeli Nintendo Wii U sekarang? Ada beberapa bahan pertimbangan yang tentu saja harus ditelaah terlebih dahulu.
Apakah Anda harus membeli Nintendo Wii U sekarang? Ada beberapa bahan pertimbangan yang tentu saja harus ditelaah terlebih dahulu.

Inilah pertanyaan utama yang pantas untuk dilemparkan, dengan fokus persaingan yang kini hanya diarahkan pada dua nama besar – Playstation 4 dan Xbox One, apakah Nintendo Wii U masih menjadi konsol generasi terbaru yang relevan untuk dimiliki? Dengan spesifikasi dan dukungan third party yang lebih lemah, hanya ada satu alasan untuk menentukan apakah Wii U adalah konsol yang cocok untuk Anda atau tidak – seberapa Anda mencintai karakter atau game-game first party Nintendo? Jika Anda termasuk gamer yang mencari pengalaman gaming yang lebih menyenangkan dan unik di saat yang sama, semua sensasi ini akan bisa ditawarkan Wii U dengan optimal. Namun jika Anda mencari game-game dari developer raksasa dengan kualitas visual memesona, Wii U tidak lagi relevan.

Saat ini Wii U memang masih diperkuat dengan judul eksklusif yang terbatas, walaupun memperlihatkan kecenderungan rilis lebih frekuentif di tahun 2014 ini. Namun  keputusan untuk membeli Wii U atau tidak akan sangat bergantung pada seri-seri game eksklusif yang akan ia rilis di masa depan, tentu saja dengan melihat event besar sekelas E3 2014 sebagai bahan pertimbangan. Jika bercermin dari strategi Nintendo selama ini, akan menjadi sesuatu yang sangat  rasional untuk melihat seri-seri game Metroid, Zelda, Star Fox, Pokemon, Animal Crossing, atau lebih banyak game Mario lahir untuk Wii U di masa yang akan datang. Dan jangan lupa, Wii U juga memiliki “X” – sebuah game JRPG open-world eksklusif dari Monolith Software.

Selain  mempertimbangkan apakah Anda termasuk gamer yang mencintai seri-seri eksklusif Nintendo atau tidak, Wii U juga tampil sebagai konsol generasi baru yang menarik berkat harga yang ia tawarkan. Paket konsol dengan sebuah gamepad kini dijual berkisar Rp 3,8 juta – Rp 4,5 juta / unit, lebih murah daripada Playstation 4 dan Xbox One tentunya. Berita buruknya, dengan minimnya fokus Nintendo di pasar Asia Tenggara, pembelian konsol ini tidak lantas akan memberikan garansi resmi yang bisa diklaim kapanpun Anda mau. Satu hal yang juga pantas menjadi catatan, Wii U sendiri masih belum bisa dibajak, yang berarti Anda harus menyisihkan jumlah yang cukup besar untuk membeli game eksklusif original yang ada. Menariknya lagi, harga game original Wii U ditawarkan di kisaran harga yang terhitung mahal jika dibandingkan dengan game-game dari PC, Playstation 4, atau Xbox One.

Apakah Anda termasuk gamer yang mencintai game eksklusif Nintendo seperti Metroid, Zelda, Pokemon, atau Mario? Apakah Anda tidak melihat visualisasi sebagai elemen utama untuk menikmati game? Apakah Anda termasuk gamer yang tidak terlalu peduli dengan game-game third party keren yang akan dirilis di PS 4 dan Xbox One? Jika semua pertanyaan ini bisa Anda jawab dengan kata “Iya”, di luar budget yang harus Anda siapkan, maka Wii U bisa menjadi alternatif konsol yang menarik untuk dimiliki.

Kesimpulan

Nintendo Wii U JagatPlay (1)
Untuk sementara ini, terlepas dari kelemahan performa yang ada, Wii U tetaplah sebuah platform gaming yang menarik untuk dimiliki, terutama karena game-game eksklusif yang ia tawarkan.

Pada akhirnya, Nintendo Wii U menjadi sebuah monumen pembuktian bahwa gaming tidak selalu berkisar pada masalah teknis seberapa kuat platform Anda melemparkan game-game dengan kualitas visual luar biasa ke layar. Terkadang, yang terpenting adalah pada seberapa hebat sang platform menawarkan pengalaman gaming yang unik dan berbeda, tetapi sekaligus juga menyenangkan di saat yang sama. Nilai jual yang bertolak belakang dengan dua konsol kompetitor yang lain membuat Wii U tetap menjadi konsol yang relevan untuk bersaing di generasi ini, apalagi mengingat bahwa ia perlahan namun pasti, terus membuktikan diri sebagai konsol yang menarik untuk dimiliki lewat franchise eksklusif yang ada. Teknologi GamePad yang unik dengan fitur “cross-play” yang nyaris sempurna juga menjadi nilai jual yang pantas untuk dipertimbangkan.

Namun sayangnya, hanya di sanalah kekuatan Wii U saat ini. Tidak ada alasan untuk membeli konsol terbaru Nintendo ini jika Anda memang jauh lebih tertarik dengan game-game third party keren yang memang rencananya akan dirilis pada tahun 2014 ini. Mengapa? Karena sebagian besar darinya sudah pasti tidak akan singgah di Nintendo Wii U. Walaupun demikian, untuk Anda yang sudah mengembangkan keterikatan emosional dengan karakter-karakter ikonik Nintendo dan tumbuh besar dengannya, beberapa tahun ke depan akan menjadi tahun yang sangat manis. Hanya tinggal menunggu waktu saja hingga Nintendo mengumumkan judul-judul game eksklusif yang jauh lebih menarik dari franchise yang lebih menjanjikan. Ini adalah standar kualitas dan kebijakan yang tidak akan pernah bisa dihilangkan dari salah satu “dedengkot” industri game ini.

Untuk sementara ini, terlepas dari kelemahan performa yang ada, Wii U tetaplah sebuah platform gaming yang menarik untuk dimiliki, terutama karena game-game eksklusif yang ia tawarkan. Tahun 2014 akan menjadi tahun yang sudah selama ini diantisipasi berkat kehadiran Donkey Kong, Super Smah Bros, Bayonetta 2, dan tentu saja – Mario Kart 8. Mampukah Nintendo terus mempertahankan eksistensi Wii U? Kita lihat saja apa yang mereka sodorkan di ajang E3 2014 mendatang. It’s not always about power..

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…