Review Goat Simulator: Balada Kambing dari Neraka!

Reading time:
April 3, 2014
Goat Simulator jagatplay (2)

Simulator secara mengejutkan, ternyata berhasil tampil sebagai sebuah tren baru dengan kecenderungan sangat positif di industri game. Sesuai dengan nama yang ia usung, semua game yang memuat nama “Simulator” di dalamnya didesain untuk mensimulasikan kondisi khusus tertentu sesuai dengan tema, yang sebenarnya ditujukan untuk menawarkan pengalaman serealistis mungkin. Anda bertemu dengan game-game seperti Farm Simulator, Euro Truck Simulator, hingga Woodcutter Simulator yang mungkin terdengar membosankan, namun ternyata berhasil menarik basis fans tersendiri. Beberapa game simulator membawa aura yang lebih menyenangkan seperti Surgeon Simulator, misalnya, yang memang hampir mustahil dikuasai. Dan pendatang baru yang paling diantisipasi akhirnya meluncur ke pasaran. Kesempatan untuk menjalani hidup sebagai seekor kambing.

Awalnya dikembangkan sekedar sebuah lelucon, dukungan dari komunitas gamer di dunia maya untuk menjadikannya sebagai sebuah produk komersial yang serius akhirnya mendorong sang developer – Coffee Stain Studios ke arah yang baru. Mereka akhirnya memperkenalkan Goat Simulator – sebuah game simulasi yang meminta Anda untuk menjalani hidup sebagai seekor kambing di sebuah kota kecil. Lewat beragam iklan dan teaser jenius yang dilontarkan selama beberapa bulan terakhir, antisipasi pun tumbuh begitu besar. Rasa penasaran mulai menguasai, memprediksi seperti apa implementasi konsep paling unik dan aneh ini akan dilakukan. Goat Simulator adalah sebuah fenomena baru.

Lantas apa yang sebenarnya ditawarkan oleh game yang satu ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai balada kambing dari neraka? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Kambing Dari Neraka!

Jangan tertipu dengan wajahnya yang mungkin terlihat imut. Kambing psikopat ini hanya punya satu tujuan di otak: kehancuran total umat manusia!
Jangan tertipu dengan wajahnya yang mungkin terlihat imut. Kambing psikopat ini hanya punya satu tujuan di otak: kehancuran total umat manusia!

Menggunakan kata “simulator” di dalamnya, Goat Simulator memang memiliki potensi gameplay unik yang besar, terlepas dari arah yang dibawa oleh sang developer – Coffee Stain Studios. Mereka bisa saja membuat sebuah game simulasi realistis yang benar-benar meminta Anda menjalani kehidupan sebagai seekor kambing biasa. Berjalan dan bergerak untuk mencari rumput terenak, menghindari kehidupan manusia yang bisa saja menjadi sumber ancaman, dan sekedar mengembek setiap saat. Bahkan pengalaman seperti ini saja sudah terhitung sangat unik dan menarik untuk dijajal. Namun apa yang dibawa oleh Coffee Stain Studios ternyata terbukti menjadi formula yang bahkan jauh lebih mengagumkan. Anda tidak akan berperan sebagai seekor kambing biasa, Anda adalah kambing dari neraka super menyeramkan yang lahir hanya untuk satu tujuan, menghancurkan dunia!

Lupakan tentang kehidupan kambing yang mengunyah rumput dengan damai di tepi jalan sembari mengembik bahagia. Goat Simulator akan membawa Anda pada kehidupan seekor kambing psikopat yang tampaknya hanya punya dua tujuan di dalam otaknya selain makan: menanduk sebanyak mungkin manusia dan menghancurkan peradaban. Lupakan tentang wujud binatangnya, kambing ini bahkan punya niat yang lebih buruk daripada musuh-musuh terkuat di dunia JRPG sekelas Kefka dari FF VI atau bahkan Sephiroth dari FF VII. Jika kedua tokoh antagonis ini berjuang menghadirkan skema besar untuk menghancurkan umat manusia secara instan, kambing yang satu ini melakukannya secara perlahan dan personal. Satu demi satu.

Sistem kontrol si kambing terhitung sangat sederhana. Tenang saja, Anda tidak butuh kombinasi atau timing gerakan kompleks.
Sistem kontrol si kambing terhitung sangat sederhana. Tenang saja, Anda tidak butuh kombinasi atau timing gerakan kompleks.
Tandukan masih menjadi senjata utama terbaik untuk menghancurkan apapun yang Anda temui di depan mata.
Tandukan masih menjadi senjata utama terbaik untuk menghancurkan apapun yang Anda temui di depan mata.
Tidak punya tangan? Anda bisa menggunakan lidah Anda untuk menjilat dan menyeret objek apapun yang Anda inginkan. Lihat reaksi wanita di atas yang begitu bahagia ketika kami seret dari kursi nyamannya.
Tidak punya tangan? Anda bisa menggunakan lidah Anda untuk menjilat dan menyeret objek apapun yang Anda inginkan. Lihat reaksi wanita di atas yang begitu bahagia ketika kami seret dari kursi nyamannya.
Satu ekstra tombol untuk mengembik.. Sangat......esensial...
Satu ekstra tombol untuk mengembik.. Sangat……esensial…

Skema kontrol si kambing ini terhitung sangat sederhana. Menanduk dan menjilat menjadi dua aksi yang akan paling sering Anda lakukan dengan menjadi ujung tombak untuk menebarkan sedikit kekacauan, atau bahkan kematian di dalam kota. Dengan menggunakan klik kiri, Anda bisa menanduk dan melemparkan objek apapun yang Anda temui. Dikombinasikan dengan tombol lari dan ekstra kecepatan, Anda bisa melahirkan momentum yang cukup untuk menerbangkan objek apapun yang berada di hadapan Anda. Sementara tombol “Lick” atau jilat menjadi semacam media tangan bagi Anda untuk menangkap beberapa objek yang menarik dan menyeretnya, tentu saja untuk ekstra kekacauan yang bisa dihasilkan. Di luar itu, sang kambing diperkuat dengan fungsi lain seperti melompat dan ekstra kamera super lambat untuk membuat pengalaman Anda lebih dramatis. Oh ya, dan satu tombol khusus untuk mengembik, definitely need that one..

Dilemparkan dalam sebuah skema open-world, dunia Goat Simulator memang tidak luas, namun terbilang cukup untuk memfasilitasi nafsu Anda untuk menghancurkan segala sesuatu yang ada. Anda akan bertemu dengan banyak objek yang bisa dimanipulasi, termasuk para manusia penduduk kota yang terlihat di sudut-sudut kota. Para manusia ini bersifat tak ubahnya ragdoll yang memang didesain untuk menjadi sasaran “kenakalan” Anda semata. Beberapa objek juga disediakan untuk memfasilitasi kebutuhan si kambing untuk bertindak lebih gila, dari melompat super tinggi di trampolin, hingga beragam mobil yang bisa Anda ledakkan dengan satu kali tandukan. Tenang saja, kambing ini juga punya kekuatan super power lain yang membuatnya bahkan jauh lebih berbahaya – hidup abadi. Kambing ini tidak bisa mati.

Dengan skema open-world, Anda bebas bergerak dan melakukan apa saja di kota kecil ini.
Dengan skema open-world, Anda bebas bergerak dan melakukan apa saja di kota kecil ini.
Dari sekedar menghancurkan objek, hingga iseng menanduk manusia jatuh dari ketinggian ratusan meter. Ooopss..
Dari sekedar menghancurkan objek, hingga iseng menanduk manusia jatuh dari ketinggian ratusan meter. Ooopss..

Namun jika bicara jujur, terlepas dari keunikan konsep dan kegilaan yang bisa Anda lakukan di dalamnya, Goat Simulator tentu berpotensi jatuh pada pengalaman yang monoton. Dengan dunia yang bisa Anda eksplorasi sejak awal permainan, bersenang-senang dengan menjajal semua gerakan si kambing dan membuat beberapa kekacauan besar hanya membutuhkan waktu beberapa belas menit saja. Coffee Stain Studios sendiri berusaha membuat waktu gameplay ini lebih panjang dengan menyuntikkan sistem misi yang menuntut Anda untuk melakukan gerakan-gerakan unik tertentu, atau sekedar mengumpulkan poin hingga batas yang diminta. Beberapa misi sampingan lain, seperti Time Attack misalnya, juga disematkan untuk memberikan sedikit variasi. Gabungan misi ini memang memberikan setidaknya, sedikit tujuan di Goat Simulator, walaupun pada akhirnya, tidak akan terasa sesignifikan yang dibayangkan.

Untuk memberikan sedikit sensasi tujuan, Goat Simulator juga memberikan varian misi yang bisa Anda selesaikan dengan melakukan stunt-stunt gila.
Untuk memberikan sedikit sensasi tujuan, Goat Simulator juga memberikan varian misi yang bisa Anda selesaikan dengan melakukan stunt-stunt gila.
Di Goat Simulator, bug adalah fitur!
Di Goat Simulator, bug adalah fitur!

Salah satu yang unik dari Goat Simulator juga adalah fakta bahwa game ini dihujani dengan begitu banyak bug, baik dari sisi visual ataupun gameplay itu sendiri. Untuk sebuah game yang memang didesain untuk tampil menyenangkan, anehnya, bug-bug ini justru terlihat seperti sebuah fitur untuk semakin memperkuat efek absurd yang ada, seperti yang diklaim oleh si developer sendiri. Anda akan melihat ragdoll manusia yang menembus dinding, objek-objek yang tersangkut di salah satu bagian tubuh Anda, efek lemparan karena ledakan yang tidak pernah bisa diprediksi, dan masih banyak lagi. Anda akan mengembangkan toleransi yang besar terhadap semua bug ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…