Preview Transistor: Kesan Pertama yang Mengagumkan!

Reading time:
May 21, 2014
Transistor - JagatPlay (2)

Bastion adalah fenomena yang tidak mudah dilupakan dari industri game begitu saja. Yang spesial dari game action RPG isometrik adalah fakta bahwa ia mampu menawarkan kualitas yang luar biasa unik, terlepas dari minimnya biaya pengembangan yang disuntikkan. Benar sekali, Bastion adalah game indie yang berhasil memenuhi semua ekspektasi yang ada, bahkan melebihi apa yang Anda harapkan dari sebuah game indie. Musik yang luar biasa, mekanik gameplay yang unik, voice acts yang hidup, hingga kualitas visual ala film animasi yang mengalir kental darinya. Dengan respon positif yang berhasil ia dulang, tidak mengherankan jika banyak gamer yang mengantisipasi kehadiran proyek teranyar dari Supergiant Games – Transistor. Hype yang terbayarkan dengan sangat manis!

Kesan Pertama

Luar biasa, ini mungkin kesan pertama yang Anda dapatkan ketika memainkan Transistor untuk pertama kalinya. Lupakan statusnya sebagai sebuah game indie, karena Anda akan menemukan sebuah game yang akan mampu memanjakan mata Anda. Kualitas animasi dua dimensi dengan dunia tiga dimensi isometrik penuh warna-warna gila akan menemani perjalanan Anda. Animasi gerak karakter memang masih terlihat kaku, namun Anda akan bisa merasakan signifikansi kekuatannya lewat animasi serangan dan pedang yang luar biasa. Dipadukan dengan kualitas musik dan voice acts yang sama luar biasanya, sisi kosmetik Transistor menjadi salah satu yang terunik dan terbaik di industri saat ini. Jejak sama yang juga ditawarkan Ubisoft via Child of Light, namun dengan daya tarik yang berbeda.

Sisi gameplaynya sendiri sebenarnya tidak banyak berbeda dengan Bastion. Anda masih akan berhadapan dengan sebuah game action RPG dengan kamera isometrik. Bedanya? Selain bertarung secara real-time ala game action, sang karakter utama – Red juga dibekali dengan kemampuan menghentikan waktu. Seperti halnya game JRPG lawas yang menggunakan sistem Action Points, selama masuk ke dalam mode ini, setiap gerakan dan serangan Red akan menghabiskan sejumlah bar aksi tertentu. Namun tentu saja, Anda tidak bisa mengeksploitasinya tanpa harus berhadapan dengan konsekuensi tertentu. Salah satu mekanik unik lainnya adalah sistem skill yang menjadi tulang punggung gameplay itu sendiri. Tidak hanya bisa menggunakan skill untuk menghasilkan efek tertentu, Anda juga bisa mengkombinasikannya untuk menghasilkan efek dan daya serangan yang lebih bervariasi. Bereksperimen dengan elemen ini menjadi tantangan tersendiri.

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review, izinkan kami untuk menawarkan segudang screenshot “segar” di bawah ini untuk membantu Anda mendapatkan sedikit gambaran tentang Transistor. Satu yang pasti, setelah berkutat dengan cukup banyak game yang tidak memenuhi ekspektasi awal, Transistor menjadi salah satu dari sedikit yang berhasil membayarnya dengan manis. Kesan pertama yang ia tawarkan mengagumkan!

Transistor - JagatPlay (1) Transistor - JagatPlay (8) Transistor - JagatPlay (11) Transistor - JagatPlay (30) Transistor - JagatPlay (58) Transistor - JagatPlay (74) Transistor - JagatPlay (110) Transistor - JagatPlay (115) Transistor - JagatPlay (117) Transistor - JagatPlay (121) Transistor - JagatPlay (124)
Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…