Sejumlah Detail Terbaru Assassin’s Creed: Unity

Reading time:
June 12, 2014
ac unity coop e3 2014

Sebuah seri yang akhirnya benar-benar bisa merepresentasikan performa konsol generasi terbaru, kesan yang satu ini memang mengalir kuat dengan Assassin’s Creed: Unity. Keputusan Ubisoft untuk memfokuskan penggarapan proyek ini hanya untuk Playstation 4, Xbox One, dan PC memang perlahan namun pasti, mulai terbayarkan dengan manis. Beberapa trailer, screenshot, bahkan demo gameplay teranyar di E3 2014 memperlihatkan kualitas visualisasi yang luar biasa, dengan paduan animasi gerakan yang tampil lebih hidup. Lantas, apa yang sebenarnya membuat seri ini berbeda, selain dari kualitas visual ini? Beberapa detail teranyar akhirnya mengemuka dari media gaming luar negeri yang berkesempatan mencicipinya secara langsung di event E3 2014.

Beberapa detail memang sudah mengemuka, seperti Revolusi Perancis yang menjadi setting utama serta kehadiran mode kooperatif 4 player yang bisa dipicu untuk menyelesaikan beragam misi yang ditawarkan. Walaupun menjadi fokus di event milik Sony dan Ubisoft sendiri, ada beberapa misteri yang masih menjadi pertanyaan besar, seperti garis besar cerita dan implementasi mekanik seperti apa yang membuatnya tampil berbeda dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya. Untungnya, jawaban tersebut dijawab oleh impresi pertama yang dilemparkan situs gaming ternama – GameInformer. Inilah beberapa detail terbaru Assassin’s Creed: Unity yang pantas untuk diperhatikan:

ac unity4 ac unity3 ac unity1 ac unity
  • Assassin’s Creed: Unity dikembangkan oleh tim yang sama dengan Assassin’s Creed: Brotherhood dan sudah dimulai sejak tahun 2010 silam. Proses pengembangan yang berjalan hampir 4 tahun. Tidak mengherankan jika mereka mampu menawarkan kualitas next-gen yang memukau.
  • Dunia yang ditawarkan AC: Unity dua kali lipat lebih besar dari apa yang ditawarkan di Assassin’s Creed III. Sebagian besar landmark penting juga akan dibangun ulang di game ini.
  • Karakter utama Anda adalah Arno Victor Dorian, kelahiran Versailles yang bergabung dengan kelompok Assassin demi sebuah misi balas dendam. Revolusi Perancis sekedar menjadi latar belakang, sementara Arno sendiri lebih digerakkan oleh agenda pribadinya. Seperti seri klasik Assassin’s Creed di awal, Arno juga akan memulai “karir” Assassinnya dari bawah hingga ke puncak dalam narasi yang ada, kisah sama yang juga terjadi di Altair dan Ezio.
  • Ubisoft tidak memaksakan player untuk memainkan game ini secara kooperatif. Kesempatan untuk memainkan dan menyelesaikan game ini dengan hanya single player dimungkinkan. Namun bagi Anda yang ingin bermain bersama dengan gamer lain, Anda hanya tinggal bergerak menuju Tavern terdekat dan Anda akan melihat versi “ghost” player lain yang tengah minum-minum di sana. Berbicara dengan mereka akan langsung membawa Anda masuk ke dalam mode multiplayer kooperatif yang ada. Tidak semua misi bisa diselesaikan dengan mode kooperatif ini, beberapa memaksa Anda untuk bermain secara solo.
  • AC: Unity tidak memuat mode kompetitif seperti seri seri sebelumnya.
  • Seri terbaru ini juga diklaim memuat teknologi “Keramaian” terbaik di antara game-game generasi terbaru. AC: Unity bisa memuat lebih dari 1.000 karakter AI dalam satu layar, yang kesemuanya siap berinterkasi satu sama lain atau merespon setiap aksi yang Anda lakukan.
  • Parkour kini tidak hanya diimplementasikan untuk gerakan yang menuju ke tempat lebih tinggi, tetapi juga tempat yang lebih rendah lewat kombinasi tombol aksi yang juga berbeda. Anda bisa melihat betapa mudahnya Arno melompat dari satu platform ke platform lain untuk turun, dengan animasi yang tentu saja – keren. Jadi, tidak ada lagi keharusan untuk mencari jerami dan melakukan leap of faith sebagai satu-satunya sarana untuk turun dari tempat tinggi dengan cepat.
  • Elemen RPG di AC: Unity akan terasa lebih kentara. Beberapa misi kini menawarkan skill points individual berbeda yang bisa digunakan untuk memperkuat satu dari begitu banyak skill aktif dan pasif milik Arno, dari sekedar menyamar, eagle vision, hingga lockpick. Equipment kini juga tidak hanya sekedar menawarkan tambahan status, tetapi juga perbedaan tampilan visual pada sosok Arno yang lebih kentara.
  • Misi utama dan misi sampingan kini bisa dilakukan dalam satu pengalaman yang berkesinambungan.
  • AC: Unity kini hadir dengan lebih banyak  bangunan yang bisa dimasuki dengan interior uniknya masing-masing. Ubisoft bahkan mengklaim bahwa setidaknya 1 dari 4 bangunan memiliki interior yang bisa dieksplorasi. Misi-misi yang bisa ditempuh oleh gamer kini juga akan muncul lebih jelas di mini map ketika sang karakter utama diam. Jadi Anda tidak perlu lagi sibuk bolak-balik mengakses map yang ada.
  • AC: Unity akhirnya menyuntikkan tombol untuk melakukan crouch, membantu aksi cover yang lebih baik.
  • Senjata baru – Phantom Blade ditawarkan sebagai solusi untuk membunuh musuh dari jarak jauh secara sembunyi-sembunyi.
  • AI disempurnakan dan tampil lebih menantang, terutama ketika muncul dalam bentuk grup. Ubisoft juga menjanjikan segudang animasi gerakan serangan baru yang lebih keren.

Assassin’s Creed: Unity sendiri rencananya akan meluncur pada 28 Oktober 2014 mendatang, untuk Playstation 4, Xbox One, dan PC. Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah beragam detail fitur dan fungsi baru ini cukup untuk membuat Anda tertarik kembali dengan Assassin’s Creed?

Source: GameInformer

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…