Review Murdered – Soul Suspect: Investigasi Arwah Penasaran!

Reading time:
June 9, 2014
Murdered Soul Suspect JagatPlay (98)

Mengejutkan memang, terlepas dari semua proyek yang diantisipasi darinya, Square Enix justru mengumumkan sebuah IP baru dengan nama cukup unik “Murdered: Soul Suspect” awal tahun 2013 yang lalu. Lewat sebuah teaser sederhana yang memperlihatkan sang karakter utama yang justru tewas meregang nyawa di awal permainan, Soul Suspect membangun rasa penasaran dan popularitas yang cukup tinggi di kalangan gamer. Banyak spekulasi lahir, memprediksi kemunculan game action bertema supernatural sekelas Shadow of the Damned atau Alan Wake. Namun mendekati tanggal rilisnya, Airtight Games – sang developer justru memperlihatkan sebuah game yang jauh berbeda dengan apa yang dipikirkan selama ini. Murdered: Soul Suspect menjadi proyek unik yang cukup dinantikan.

Namun seolah sadar dengan kualitas yang mungkin tidak akan mampu memenuhi semua ekspektasi yang ada, Square Enix terlihat seolah “menahan diri” untuk mempromosikan game ini lebih jauh. Berbeda dengan game AAA lain yang terus-menerus mendapatkan publikasi, Murdered: Soul Suspect justru kian tenggelam mendekati waktu rilisnya. Menjadi hal yang menarik tentu saja, melihat kontrasnya sikap Square Enix ini dengan perhatian yang sempat mereka curahkan di awal tahun lalu. Setelah penantian yang cukup lama, Murdered: Soul Suspect akhirnya dirilis di bulan Juni 2014 ini, untuk sebagian besar platform gaming rumahan yang tersedia.

Lantas apa yang ditawarkan oleh Murdered: Soul Suspect ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah game dengan krisis identitas? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Bell Killer - pembunuh berantai yang menjadi teror baru di Salem. Ia terus membunuhi wanita-wanita muda yang sejauh investigasi polisi, tidak meninggalkan pola hubungan sama sekali.
Bell Killer – pembunuh berantai yang menjadi teror baru di Salem. Ia terus membunuhi wanita-wanita muda yang sejauh investigasi polisi, tidak meninggalkan pola hubungan sama sekali.

Kasus pembunuhan berantai tanpa solusi, sepak terjang “Bell Killer” memang sudah meminta begitu banyak nyawa anak perempuan di Salem, salah satu kota dengan aktivitas supernatural paling kentara di Amerika Serikat. Seperti yang bisa diprediksi, Anda akan berperan sebagai salah satu detektif terbaik di kepolisian Salem – Ronan O’Connor yang mendedikasikan waktunya untuk mengejar pembunuh misterius yang satu ini. Setelah memakan waktu yang cukup lama, Ronan akhirnya berhasil mengejar dan melakukan konfrontasi langsung dengan sang tersangka utama. Namun sayangnya, ini justru awal dari mimpi buruk Ronan yang lain.

Karakter utama kita - sang detektif Ronan O'Connor sebenarnya tinggal selangkah lagi menangkap penjahat ini. Namun nasib berkata lain.
Karakter utama kita – sang detektif Ronan O’Connor sebenarnya tinggal selangkah lagi menangkap penjahat ini. Namun nasib berkata lain.
Terlempar dari tempat tinggi dan ditembak mati, Ronan kini menjadi arwah penasaran yang tidak akan bisa kembali lagi.
Terlempar dari tempat tinggi dan ditembak mati, Ronan kini menjadi arwah penasaran yang tidak akan bisa kembali lagi.
Namun di sisi lain, ia tidak bisa
Namun di sisi lain, ia tidak bisa “berangkat” menyusul sang istri ke dunia lain karena masalah yang belum selesai. Benar sekali, mengungkap siapa sebenarnya Bell Killer ini.

Kalah kemampuan fisik, sang Bell Killer berhasil melempar Ronan keluar dari jendela gedung dan menjatuhkannya dengan kondisi sekarat. Mengambil dan menggunakan senjatnya sendiri, ia juga menyarangkan tujuh buah peluru ke tubuh Ronan, dan langsung menewaskannya di tempat. Sayangnya, ini bukan akhir dari perjalanan sang detektif sangar yang satu ini. Lepas dari tubuhnya, jiwa Ronan ternyata tidak bisa melangkah menuju fase kematian selanjutnya untuk bertemu dengan sang istri yang “berangkat” terlebih dahulu – Julia. Hadir sebagai arwah penasaran, Ronan harus menyelesaikan misi utamanya di dunia nyata terlebih dahulu sebelum menyusul sang istri tercinta. Benar sekali, walaupun tidak lagi memiliki wujud fisik, ia harus membongkar misteri dari sosok sang Bell Killer sendiri.

Tidak bisa berhubungan dengan dunia nyata, Ronan mengandalkan seorang anak perempuan yang kebetulan bisa melihat dan berinteraksi dengan dirinya - Joy. Anehnya lagi, Joy juga sempat menjadi salah satu target utama dari Bell Killer sendiri.
Tidak bisa berhubungan dengan dunia nyata, Ronan mengandalkan seorang anak perempuan yang kebetulan bisa melihat dan berinteraksi dengan dirinya – Joy. Anehnya lagi, Joy juga sempat menjadi salah satu target utama dari Bell Killer sendiri.
Lantas siapa sebenarnya Bell Killer ini? Apa motif yang mendorong serial pembunuhannya?
Lantas siapa sebenarnya Bell Killer ini? Apa motif yang mendorong serial pembunuhannya?

Untuk pertama kalinya, Ronan bertemu dengan dunia spiritual yang selama ini tidak pernah terlihat secara fisik. Bersinggungan dengan begitu banyak arwah lain yang mengalami nasib sama di Salem, Ronan juga menyaksikan pembunuhan lain Bell Killer. Investigasi barunya perlahan namun pasti mengarah pada satu nama – Joy, seorang anak perempuan yang entah karena alasan apa, menjadi target baru Bell Killer sendiri. Menariknya lagi? Joy ternyata memiliki kemampuan untuk berkomunikasi langsung dengan dunia spiritual, dalam hal ini, Ronan secara langsung. Menjadi tangan dan kaki utamanya untuk memicu reaksi di dunia nyata, Joy dan Ronan saling bahu-membahu untuk mencari identitas sebenarnya dari sang pembunuh berantai, dan tentu saja – apa yang menjadi motif utamanya. Dengan jumlah korban yang terus bertambah, waktu menjadi hal yang sangat esensial.

Lantas, siapa sebenarnya Bell Killer ini? Apa yang menjadi motifnya? Mengapa ia mengejar Joy dan membunuh Ronan di awal permainan? Semua misteri ini akan bisa Anda jawab dengan memainkan Murdered: Soul Suspect ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…