Konami Bela Sistem Microtransactions di PES 2015!

Reading time:
July 7, 2014
PES 2015 (2)

Setelah sempat menjadi misteri selama beberapa bulan pertama 2014 ini, baik EA maupun Konami akhirnya memperkenalkan secara resmi produk game sepakbola andalan mereka untuk meramaikan persaingan akhir tahun mendatang. FIFA 15 diperkenalkan pertama kali lewat sebuah trailer perdana, yang walaupun belum membahas masalah gameplay lebih mendalam, berhasil memperlihatkan implementasi Ignite yang lebih optimal untuk fitur visual yang lebih baik. Sementara di sisi lain, PES 2015 yang akan dirilis di platform next-gen untuk pertama kalinya, juga mengklaim Fox Engine yang jauh lebih sempurna. Namun dari semua fitur yang ia perkenalkan, ada satu bagian yang cukup mengejutkan dari game racikan Konami tersebut. Benar sekali, untuk pertama kalinya, PES 2015 akan menawarkan mekanisme microtransactions.

Microtransactions atau yang lebih populer disebut sebagai item mall memang masih menjadi sumber kontroversi tersendiri. Namun sebagian besar gamer tentu saja setuju, bahwa tidak ada ruang untuk sistem seperti ini di sebuah game yang akan dijual dengan harga penuh. Namun Konami tampaknya berpendapat lain. Mengomentari beragam reaksi negatif yang muncul, Konami akhirnya angkat bicara dan membela keputusan untuk menghadirkan microtransactions di mode myClub PES 2015. Mereka mengemukakan satu alasan utama.

Konami menyebut sistem microtransactions yang mereka suntikkan untuk membantu gamer yang tidak punya banyak waktu di PES 2015.
Konami menyebut sistem microtransactions yang mereka suntikkan untuk membantu gamer yang tidak punya banyak waktu di PES 2015.

Sang kepala studio Konami – James Cox menyebut bahwa mekanisme ini disuntikkan untuk membantu gamer yang tidak memiliki waktu banyak di PES 2015. Lagipula Cox menjelaskan bahwa opsi ini adalah sesuatu yang sifatnya alternatif, dan gamer selalu punya kesempatan untuk membangun tim kesayangannya tanpa harus mengorbankan uang nyata sepeserpun. Berbicara dengan IGN, Cox menyebut bahwa Konami hanya berada dalam posisi memberikan sebuah pilihan, karena pada akhirnya, menjadi sebuah fakta yang tidak terelakkan bahwa beberapa gamer memiliki lebih banyak waktu, sementara yang lain memiliki lebih banyak uang. Microtransactions dipilih untuk memfasilitasi dua kelompok gamer ini. Cox juga menegaskan bahwa uang nyata yang dikeluarkan gamer akan memberikan pemain yang mereka butuhkan di myClub secara perorangan.

Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda termasuk gamer yang setuju atau tidak setuju dengan implementasi microtransactions di PES 2015 oleh Konami?

Load Comments

PC Games

January 13, 2022 - 0

Review God of War PC: Dewa di Rumah Baru!

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa Sony kini memang mulai…
December 3, 2021 - 0

Review CHORUS: “Menari” di Angkasa Luar!

Seberapa sering Anda menemukan video game yang mengambil luar angkasa…
November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…

PlayStation

December 14, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Takefumi Terada & Raio Mitsuno (FORSPOKEN)!

Datang dengan kekuatan magis yang menggoda, apalagi dengan potensi aksi…
December 13, 2021 - 0

Impresi FORSPOKEN: Gadis dengan Kekuatan Magis!

Sebuah produk yang unik, ini mungkin kata yang tepat untuk…
December 2, 2021 - 0

Review Battlefield 2042: Setengah Matang!

Bagi mereka yang mencintai FPS sebagai genre, Battlefield dari EA…
November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…