Review Divinity – Original Sin: Calon RPG Terbaik Tahun Ini!

Reading time:
July 11, 2014
Divinity Original Sin (7)

Perkara membangun sebuah game RPG yang benar-benar berkualitas tentu bukan pekerjaan mudah. Apa pasal? Selain harus membangun identitas unik dari sisi mekanik, developer juga dituntut untuk menyediakan segudang konten yang cukup untuk terus menyibukkan gamer, dari sekedar cerita, side-quest, hingga beragam fitur kompetitif yang mungkin bisa diakses secara online. Untungnya, dengan kehadiran platform gaming generasi terbaru, RPG menjadi salah satu primadona yang cukup diperhatikan. Kita membicarakan game-game seperti Dragon Age: Inquisition dan The Witcher 3 yang memang terlihat sangat menjanjikan. Namun di antara semua hiruk pikuk ini, ada satu nama yang tampaknya meluncur tanpa mendapatkan perhatian yang pantas. Benar sekali, kita tengah membicarakan Divinity: Original Sin.

Dikembangkan dari hasil donasi, sang developer – Larian Studios tidak main-main mengembangkan Divinity: Original Sin ini. Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah punya sedikit gambaran seperti apa yang game yang tengah kami bicarakan saat ini. Pesona yang luar biasa tidak hanya mengakar pada kualitas visual yang pantas untuk dikategorikan sebagai salah satu seri  RPG isometrik terbaik, tetapi juga inovasi di sisi gameplay yang membuat game ini tampil sangat berbeda. Gameplay pertempuran yang mengakar pada genre strategi, kebebasan yang hampir mutlak , hingga tingkat kesulitan yang tinggi hanyalah sedikit dari apa yang bisa Anda dapatkan. Sebuah kesan pertama yang terhitung cukup kuat.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Divinity: Original Sin ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai salah satu game RPG terbaik? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Anda akan berperan sebagai Source Hunter - yang bertugas menyelidiki penyalahgunaan Source - sumber energi magis di Rivellon.
Anda akan berperan sebagai Source Hunter – yang bertugas menyelidiki penyalahgunaan Source – sumber energi magis di Rivellon.

Seperti sebagian besar game RPG saat ini, Divinity: Original Sin tentu saja mengakar pada cerita fantasi epik yang memosisikan Anda sebagai sang “penyelamat dunia”. Di sebuah dunia fiksi bernama Rivellon, Anda berperan sebagai dua orang Source Hunter yang tengah bergerak menuju sebuah kota bernama Cyseal untuk menyelesaikan sebuah misteri besar. Sebuah misteri yang juga akan menjadi awal dari sebuah takdir yang lebih besar.

Source sendiri merupakan sebutan untuk kemampuan magis yang menyebar di keseluruhan Rivellon. Source Hunter dibentuk untuk menangani semua masalah dan kejahatan yang terjadi karena implementasi Source itu sendiri. Undangan sang penyihir berbentuk kucing bernama – Urhu lah yang membawa dua karakter kita untuk melakukan investigasi lebih mendalam terhadap kematian salah satu orang penting Cyseal – Jack. Ditengarai dilakukan oleh sang istri dan pasangan selingkuhnya, investigasi ini justru mengakar pada lebih banyak masalah besar yang mengintai. Cyseal harus berjuang melawan invasi bergelombang dari Orc dan Undead dari beragam sudut dunia.

Anda diundang ke C untuk memecahkan kasus pembunuhan orang penting bernama Jack.
Anda diundang ke Cyseal untuk memecahkan kasus pembunuhan orang penting bernama Jack.
Seperti yang bisa diprediksi, Cyseal harus berjuang melawan begitu banyak ancaman yang lain, termasuk gelombang Undead dan Orc.
Seperti yang bisa diprediksi, Cyseal harus berjuang melawan begitu banyak ancaman yang lain, termasuk gelombang Undead dan Orc.

Kedua Source Hunter kita pun bergerak untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan, sementara berjuang menangkal beragam ancaman yang menghantui Cyseal sendiri.

Petualangan seperti apa yang menanti mereka?
Petualangan seperti apa yang menanti mereka?

Lantas, petualangan seperti apa yang menanti mereka? Takdir besar seperti apa yang akan menghantui kedua Source Hunter ini? Siapa yang sebenarnya membunuh sosok Jack? Semua dari jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda jawab dengan memainkan Divinity: Original Sin ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…