Review Valiant Hearts – The Great War: Pengalaman Emosional!

Reading time:
July 1, 2014
Valiant Hearts - The Great War jagatplay (155)

Berhadapan dengan minimnya game yang mengeksplorasi kembali perang besar di masa lalu, industri game mulai mengerti dahaga gamer yang begitu mengharapkan tren ini kembali. Walaupun beberapa franchise raksasa tetap bertahan dengan konsep perang modern atau bahkan futuristik, beberapa IP baru menjual timeline perang ini di bulan Juni 2014 kemarin. Selain Enemy Front yang walaupun tampil di bawah standar sebagai sebuah game FPS, kita juga kedatangan Sniper Elite 3 – sebuah seri game action perang dunia kedua yang cukup diantisipasi. Namun di antara semua judul tersebut, ada satu seri yang pantas untuk diantisipasi karena identitas unik yang ia tawarkan. Benar sekali, kita tengah membicarakan Valiant Hearts – The Great War.

Sejak kedatangan engine terbaru mereka – UbiArt Framework, Ubisoft memang tidak lagi menahan diri untuk mengekspresikan kreativitas mereka sebaik mungkin. Dibuka dengan kelahirkan kembali Rayman Legends yang memesona, keberanian untuk melemparkan Child of Light – sebuah proyek JRPG yang dikombinasikan dengan mekanisme platformer meninggalkan kesan mendalam tersendiri. Dan kini, Ubisoft menjajal proyek baru menggunakan engine yang sama – Valiant Hearts: The Great War. Berbeda dengan sebagian besar game perang yang selama ini kita kenal, IP baru ini menjanjikan pengalaman bermain yang berbeda dan menyegarkan. Sesuatu yang cukup untuk menjadikannya sebagai salah satu proyek yang cukup diantisipasi.

Lantas apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Valiant Hearts – The Great War ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah pengalaman yang emosional? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Ketika sebagian besar game bertema sema menjadikan Perang Dunia II sebagai timeline utama, Valiant Hearts - The Great War membawa Anda ke perang yang jarang dieksploitasi - Perang Dunia I.
Ketika sebagian besar game bertema sama menjadikan Perang Dunia II sebagai timeline utama, Valiant Hearts – The Great War membawa Anda ke perang yang jarang dieksploitasi – Perang Dunia I.

Hampir sebagian besar game bertema perang seperti ini selalu menjadikan perang dunia kedua sebagai kiblat. Persenjataan yang lebih modern, konflik besar di beragam belahan dunia, tokoh-tokoh ikonik, hingga berbagai momen sejarah yang epik menjadikan timeline ini sebagai ruang yang lebih mudah untuk dieksploitasi. Namun tidak dengan Valiant Hearts – The Great War ini. Proyek kreatif terbaru Ubisoft ini membawa kita menuju perang yang jauh lebih klasik – sebuah perang besar nan brutal di daratan Eropa. Benar sekali, game ini akan membawa kita kembali ke Perang Dunia I.

Mengikuti jalan sejarah yang ada, Valiant Hearts – The Great War dibuka dengan kasus tewasnya Franz Ferdinand, yang akhirnya mendorong Kerajaan Jerman untuk menyerang beberapa negara di sekitarnya, termasuk Perancis. Anda akan berperan sebagai empat karakter dengan latar belakang berbeda, yang takdirnya akan saling bersinggungan satu sama lain.

Anda berperan sebagai empat karakter: Karl - seorang prajurit Jerman, Emile - seorang prajurit Perancis, Freddie - warga Amerika Serikat yang ikut terlibat, dan Anna - seorang pelajar dari Belgia yang juga berperan sebagai palang merah.
Anda berperan sebagai empat karakter: Karl – seorang prajurit Jerman, Emile – seorang prajurit Perancis, Freddie – warga Amerika Serikat yang ikut terlibat, dan Anna – seorang pelajar dari Belgia yang juga berperan sebagai palang merah.
Walaupun hadir dengan agenda yang berbeda satu sama lain, takdir keempat karakter ini akan saling bersinggungan.
Walaupun hadir dengan agenda yang berbeda satu sama lain, takdir keempat karakter ini akan saling bersinggungan.
Seorang petinggi Jerman bernama menjadi salah satu pengait benang merah antara karakter-karakter tersebut.
Seorang petinggi Jerman bernama – Baron Van Dorf menjadi salah satu pengait benang merah antara karakter-karakter tersebut.

Karl – seorang warga negara Jerman yang sudah berkeluarga dan tinggal di Perancis, dipaksa berpisah dengan istri Perancisnya dan dideportasi ke negara asal untuk ikut bergabung dengan angkatan bersenjata Jerman. Ada Emile – sang ayah mertua Karl yang ternyata diminta untuk bergabung di kubu sebaliknya – Perancis, dan mengangkat senjata. Kemudian Freddie – seorang warga negara Amerika Serikat yang mencari pembalasan dendam atas kematian sang istri. Dan yang terakhir – Anna, seorang siswa asal Belgia yang juga beraksi sebagai Palang Merah, dengan misi mencari sang ayah tercinta yang ditangkap oleh militer Jerman.

Lewat kacamata keempat karakter inilah, kekejaman Perang Dunia I divisualisasikan lewat serangkaian momen sejarah penting yang direka ulang. Bersinggungan satu sama lain dan memiliki agenda yang berbeda, ternyata keempat karakter ini juga harus bertemu dengan satu sumber masalah yang sama – salah satu petinggi Jerman yang selalu mengintai – Baron Von Dorf. Bergerak dari satu medan pertempuran ke medan pertempuran lainnya, keempat karakter ini juga akan ditemani oleh seekor anjing setia bernama Walt.

Perjalanan Anda juga akan ditemani seekor anjing lucu bernama Walt.
Perjalanan Anda juga akan ditemani seekor anjing lucu bernama Walt.
Lantas bagaimana takdir keempat karakter ini akan saling bersinggungan?
Lantas bagaimana takdir keempat karakter ini akan saling bersinggungan?

Lantas, bagaimana takdir keempat karakter ini akan saling berhubungan satu sama lain? Mampukah mereka mencapai agenda tujuan mereka masing-masing? Konflik seperti apa yang mengintai? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda jawab dengan memainkan Valiant Hearts – The Great War ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…