10 Kejutan di Cerita Video Game Paling Keren!

Reading time:
August 11, 2014

6. Jenis Kelamin Samus Aran [Metroid]

Samus Aran

Maskulinitas adalah lambang kekuatan dan kemampuan untuk menyelamatkan dunia. Bahwa sosok pria yang dikenal bisa berpikir rasional dan memiliki kekuatan fisik yang lebih baik daripada wanita dilihat sebagai satu-satunya pintu untuk menyelamatkan dunia dari segala ancaman yang mungkin hadir. Sementara di sisi lain, wanita dalam video game lebih sering diposisikan sebagai sebuah trophy, sosok yang harus senantiasa diselamatkan dan dilindungi. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang yang menganggap bahwa karakter utama di balik Armor bersenjata lengkap Metroid merupakan seorang pria. Namu apa yang mereka temukan? Ketika topengnya dibuka untuk pertama kali, gamer justru harus berhadapan dengan fakta bahwa karakter yang selama ini mereka gunakan adalah seorang wanita bernama Samus Aran.

5. Sang Keturunan [Red Dead Redemption]

jack marston

Melihat tokoh protagonis utama tewas dengan mata kepala Anda sendiri, bahkan terkadang dengan cara-cara mengenaskan dan terhitung tidak pantas, memang menjadi salah satu formula plot twist yang paling sering ditempuh oleh sineas industri hiburan, tidak hanya video game, tetapi juga film. Dengan keterikatan emosional yang sudah terbangun selama puluhan jam permainan, semua kejadian yang terjadi sang karakter utama tentu saja akan mempengaruhi perasaan Anda, jika berhasil dieksekusi dengan baik. Hal inilah yang berusaha ditawarkan oleh salah satu game terbaik di era Playstation 3 / Xbox 360 kemarin – Red Dead Redemption. Namun alih-alih berakhir di sana, Rocsktar justru memberikan kesempatan bagi Anda untuk menjalankan dan memainkan sang anak John Marston sendiri – Jack Marston. Tidak hanya itu, misi balas dendam terakhir juga akan berakhir di tangannya.

4. Mental Disorder! [Spec Ops: The Line]

spec ops the line

Sebuah game third person shooter yang terlihat begitu biasa di permukaan, namun berakhir dengan salah satu game bertema militer dengan jalinan cerita terbaik yang pernah ada. Di sepanjang permainan, Spec Ops: The Line memang senantiasa meminta Anda untuk menimbang nilai moral pribadi, terutama ketika Anda dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama tidak mengenakkan. Perlahan namun pasti, seiring dengan progress permainan, Anda akan mulai menyadari dan mempertanyakan apa yang sebenarnya tengah terjadi dengan perang di tengah padang gurun Timur Tengah ini. Berawal dari misi untuk mencari seorang pengkhianat bernama Konrad dalam sebuah jalan cerita yang terlihat sangat klise, Spec Ops: The Line perlahan namun pasti, memperlihatkan jati diri utama. Sang karakter utama mulai kehilangan persepsinya akan dunia nyata setelah keputusan brutal yang ia ambil di masa lalu. Semua yang Anda ketahui tentang game ini mulai runtuh, dan menemukan bentuknya yang baru.

3. Would You Kindly.. [Bioshock]

would you kindly

Sulit untuk mengatakan tidak pada keramahan yang dilontarkan oleh sosok Atlas di Bioshock. Hal sama yang akhirnya mendorong sang karakter utama – Jack untuk bekerja sama demi membunuh si musuh utama – Andrew Ryan. Berpetualang di tengah Rapture yang mulai rontok, perlahan namun pasti, Jack diilusikan sebagai seorang tokoh protagonis dengan kebebasan hampir absolut untuk memilih setiap aksi yang menurutnya memang pantas untuk dilakukan. Namun persinggungannya dengan Ryan dan semua rahasia latar belakang yang terbongkar, Jack justru menemukan fakta lain yang mengejutkan. Bahwa keramahan Atlas yang akhir diketahui merupakan Fountaine lewat kalimat “Would you Kindly..” sebenarnya merupakan sebuah pemograman bawah sadar bagi Jack untuk mengeksekusi setiap perintah yang diberikan. Ia juga menjadi semacam penguat fakta bahwa kalima “A man choose, a slave obeys” adalah tepat, dan Jack adalah bukti paling nyata terhadap konsep tersebut.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…