Menjajal Star Citizen Pre-Alpha: Ujung Tombak Supremasi PC!

Reading time:
September 2, 2014
star citizen1

Sebuah fenomena unik yang luar biasa, kalimat yang satu ini tampaknya pantas dilayangkan untuk Star Citizen. Bukan hanya karena fakta bahwa ia menjadi salah satu ujung tombak utama untuk menghidupkan kembali genre space simulation yang semakin langka di industri game, tetapi juga proses yang menyertai proses pengembangannya. Berbeda dengan game AAA lain yang selalu disokong dengan kekuatan dana besar dari para publisher raksasa, Star Citizen tumbuh dari rasa cinta dan kepercayaan komunitas gamer penggemar Space Sim pada sosok Chris Roberts – yang sudah melahirkan game-game sekelas Wing Commander dan Freelancer di masa lalu. Kepercayaan yang akhirnya divisualisasikan lewat sokongan dana yang fantastis dalam bentuk donasi.

Tidak main-main, donasi yang terkumpul bahkan berhasil menyaingi jumlah yang berani digelontorkan oleh publisher besar sekalipun. Dikembangkan sejak Oktober 2012 silam, Star Citize nsudah menghimpun dana kurang lebih USD 50 juta untuk mewujudkan apapun yang berada di benak Chris Roberts menjadi nyata.

Misinya? Menciptakan sebuah game simulasi luar angkasa paling kompleks dan dinamis yang pernah ada, tentu saja dengan dukungan kualitas visual yang tidak kalah memesona. Untuk mencapai hal tersebut, Cloud Imperium Games – sang developer menyerahkan urusan visual pada engine andalan Crytek – CryEngine 3. Tidak main-main, mereka berkomitmen untuk memaksimalkan engine tersebut hingga batas tertinggi, bahkan tidak segan untuk membuat PC terkuat sekalipun kewalahan. Hal sama yang membuat Star Citizen tidak akan pernah dirilis untuk Playstation 4 dan Xbox One yang disebut oleh Roberts, terlalu lemah.

Mimpi untuk mencicipi versi final game ini memang kian mendekati waktu realisasi. Walaupun belum ada tanggal rilis yang ditetapkan, namun beragam rumor mempercayai bahwa game ini siap untuk meluncur pada akhir tahun 2015 mendatang. Sembari menunggu, gamer yang sudah memberikan donasi dalam jumlah tertentu diberikan kesempatan untuk mencicipi masa pre-alpha yang memang masih memuat fitur terbatas. Seperti yang akan kami jabarkan di proses “review” singkat yang satu ini.

Mode yang Masih Terbatas

Star Citizen JagatPlay (12)

Tidak banyak yang bisa Anda lakukan di masa pre-alpha Star Citizen ini, namun akan cukup membakar rasa ketertarikan Anda untuk mencicipi versi finalnya di masa depan. Untuk masa pre-alpha ini, Cloud Imperium Games “hanya” memberikan Anda dua pengalaman yang berbeda: sekedar berjalan di hangar dan mencicipi sedikit pertempuran luar angkasa yang seharusnya menjadi intisari permainan di versi retail nantinya.

Ada dua hal yang bisa Anda lakukan di pre-alpha Star Citizen ini. Pertama, sekedar berjalan-jalan di Hangar.
Ada dua hal yang bisa Anda lakukan di pre-alpha Star Citizen ini. Pertama, sekedar berjalan-jalan di Hangar.
Anda juga bisa menemukan beberapa objek yang bisa dipicu, sekaligus mengisyaratkan fungsi apa yang mungkin akan ditambahkan di masa depan.
Anda juga bisa menemukan beberapa objek yang bisa dipicu, sekaligus mengisyaratkan fungsi apa yang mungkin akan ditambahkan di masa depan.

Di mode Hangar, Anda akan berkesempatan untuk berjalan-jalan dan mengeksplorasi tempat dimana Anda akan menyimpan pesawat nantinya. Cukup luas dan terlihat mampu menampung beberapa varian pesawat, Hangar juga memberikan akses ke beberapa objek yang bisa Anda picu untuk menghasilkan interaksi tertentu. Seperti tempat helm khusus yang bisa Anda kenakan, sebuah peti berisikan equipment yang mungkin akan bisa Anda kenakan di versi final, dan sebuah terminal komputer yang tampaknya didesain untuk membantu Anda memodifikasi bentuk dan jenis senjata yang bisa digunakan oleh pesawat andalan Anda nantinya. Hangar juga menjadi kesempatan terbaik bagi Anda untuk mengecek bentuk pesawat dengan lebih detail, bahkan hingga ke bagian terkecil sekalipun. Anda juga berkesempatan untuk menguji senjata yang Anda sematkan ke kendaraan utama Anda di Star Citizen tersebut.

Update terakhir yang dirilis kini memungkinkan Anda untuk mencicipi sedikit sensasi eksplorasi luar angkasa, yang memang menjadi tulang punggung Star Citizen.
Update terakhir yang dirilis kini memungkinkan Anda untuk mencicipi sedikit sensasi eksplorasi luar angkasa, yang memang menjadi tulang punggung Star Citizen.
Ada mode Valuum juga yang membuka kesempatan bagi Anda untuk mencicipi sensasi dog-fight melawan pesawat AI.
Ada mode Valuum juga yang membuka kesempatan bagi Anda untuk mencicipi sensasi dog-fight melawan pesawat AI.

Setelah berbulan-bulan terperangkap di Hangar yang boleh terbilang sekedar demo singkat kualitas visual yang akan ditawarkan di versi finalnya, update terakhir dari Star Citizen akhirnya memungkinkan Anda untuk mengeksplorasi luar angkasa dan mendapatkan sedikit gambaran akan tulang punggung mekanisme gameplay yang ada. Untuk sementara, modul ini hanya memberikan Anda dua buah peta utama: Broken Moon – sebuah bulan berwarna biru yang permukaannya tengah hancur berantakan dengan senjata laser raksasa yang mengarah padanya, dan Dying Stars – sebuah bintang pecah dengan inti merah menyala. Sementara di sisi lain, module ini juga menyediakan dua mode: Free Flight – yang membebaskan Anda untuk mengeksplorasi kedua peta yang terbatas ini, dan Vanduul Swarm – dimana Anda harus menghancurkan pesawat musuh dalam waktu tertentu. Mode yang terakhir ini akan membantu Anda menangkap sedikit sensasi dog-fight dengan pesawat luar angkasa.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

January 13, 2022 - 0

Review God of War PC: Dewa di Rumah Baru!

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa Sony kini memang mulai…
December 3, 2021 - 0

Review CHORUS: “Menari” di Angkasa Luar!

Seberapa sering Anda menemukan video game yang mengambil luar angkasa…
November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…

PlayStation

January 26, 2022 - 0

Review Uncharted – Legacy of Thieves Collection: Ekstra Tenaga Berburu Harta!

Sebuah seri yang membantu Playstation 3 menemukan posisi yang lebih…
January 26, 2022 - 0

Review WD_BLACK SN850: Upgrade Playstation 5 Jadi 2TB!

Ketika pertama kali dirilis, PlayStation 5 sudah menawarkan storage internal…
January 25, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Daisuke Inoue, Jin Fujiwara, Fumihiko Yasuda (Stranger of Paradise: FF Origin)!

Sebuah proyek yang tidak pernah terprediksi, ini mungkin kalimat yang…
December 14, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Takefumi Terada & Raio Mitsuno (FORSPOKEN)!

Datang dengan kekuatan magis yang menggoda, apalagi dengan potensi aksi…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…