EA Matikan Game MOBA Mereka – Dawngate

Reading time:
November 5, 2014
Dawngate jagatplay (1)

Bukan sesuatu yang mengherankan melihat banyak publisher raksasa berbondong-bondong meracik game MOBA mereka sendiri. Kesuksesan yang diperlihatkan League of Legends dan DOTA 2 yang tidak hanya berhasil maraih basis fans yang masif, tetapi juga keuntungan yang begitu besar, menjadi salah satu motivasi yang paling kuat. Mengandalkan micro-transaction sebagai sumber pendapatan, publisher ini berusaha menciptakan sebuah cita rasa berbeda lewat dunia, visual, dan karakter baru namun tetap berusaha menjaga sensasi gameplay yang familiar untuk mengakomodasi gamer yang mungkin pindah “kubu”. Namun sayangnya, MOBA bukanlah genre yang mudah ditundukkan dengan dua raksasa yang sudah mendominasi sejak awal. Korban pun berguguran.

EA sebenarnya punya dua game MOBA sebagai tulang punggung – Infinite Crisis dan Dawngate. Infinite Crisis memang berhasil bertahan lewat semesta superhero vs villainnya yang unik,, namun sayangnya, nasib baik yang sama tidak terjadi di Dawngate. Game MOBA dengan visual agak kartun ini secara resmi dimatikan oleh EA sendiri. Game yang dikembangkan oleh Waystone Games ini memang sempat menjalani masa beta selama 18 bulan, namun dengan pertumbuhan yang diakui, tidak memuaskan. Dengan hasil seperti ini, maka EA tidak punya alternatif pilihan lain – selain menutupnya. Semua gamer yang sempat mengucurkan dana untuk micro-transactions juga akan mendapatkan pengembalian uang.

Menjalani masa beta selama 18 bulan, pertumbuhan Dawngate ternyata tidak memuaskan. EA akhirnya memilih untuk menutup proyek game MOBA ini.
Menjalani masa beta selama 18 bulan, pertumbuhan Dawngate ternyata tidak memuaskan. EA akhirnya memilih untuk menutup proyek game MOBA ini.

Belum jelas, bagaimana nasib Waystone Games sendiri sebagai developer setelah penutupan Dawngate ini. Semoga saja ini menjadi pembelajaran bagi banyak developer lain, bahwa mereka tidak akan bisa sukses di dunia MOBA dengan hanya mengemas League of Legends atau DOTA 2 dengan “skin” lain. Stop making MOBA games, we already have enough..

Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…