GTA V Dituduh Promosikan Kekerasan Terhadap Wanita

Reading time:
December 4, 2014
GTA V jagatplay PART 2

Kontroversi tampaknya tidak pernah bisa dipisahkan dari karya terbesar Rockstar – GTA. Tema game yang menuntut Anda berperan sebagai pelaku kriminal dalam konsep gameplay open-world yang memberikan Anda kebebasan untuk melakukan banyak hal memang menjadi daya tarik tersendiri dari sisi gameplay. Namun untuk orang awam, tidak ada “musuh” yang lebih besar daripada game racikan Rockstar yang satu ini. Tidak hanya dari media Indonesia yang sempat menuduhnya sebagai game yang mengajarkan anak untuk zina, GTA V juga menjadi sasaran serangan salah satu retailer raksasa di Australia – Target. Mereka memutuskan untuk menarik game tersebut dari peredaran.

Alasannya sendiri terhitung cukup menyedihkan – GTA V dianggap mempertontonkan kekerasan terhadap wanita secara eksplisit. Dorongan untuk menarik game dari peredaran tersebut lahir setelah sebuah petisi online yang dibuat oleh tiga wanita yang sempat menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga mendapatkan perhatian yang cukup besar.

Petisi dengan lebih dari 42.000 tanda tangan tersebut dilihat sebagai “alasan” yang cukup kuat bagi Target untuk menarik GTA V dari rantai toko mereka. Di petisi ini, GTA V dideskripsikan sebagai sebuah game yang menyebarkan ide bahwa wanita adalah “kambing hitam” untuk kekerasan yang dilakukan oleh pria. Ia juga disebut menyebarkan kebencian terhadap wanita yang bekerja di ranah prostitusi dan meningkatkan resiko keamanan mereka.

Retailer besar Australia - Target akhirnya menarik GTA V dari toko mereka. Alasannya? Karena petisi yang menuduh GTA V mempromosikan secara terbuka kekerasan terhadap wanita.
Retailer besar Australia – Target akhirnya menarik GTA V dari toko mereka. Alasannya? Karena petisi yang menuduh GTA V mempromosikan secara terbuka kekerasan terhadap wanita.

Keputusan yang diambil oleh Target ini langsung mendapatkan respon dari Take Two sebagai publisher dan pemilik franchise GTA V itu sendiri. Sang CEO – Strauss Zelnick mengaku sangat kecewa dengan keputusan ini. Ia menyebut bahwa GTA V memang didesain mengeksplorasi tema dewasa, dan menawarkan daya tarik yang tidak banyak berbeda dengan produk industri hiburan yang lain seperti buku, acara televisi, dan film layar lebar. Take Two akan terus mendukung produk ini, semua orang yang sudah bekerja keras meraciknya, dan tentu saja – para konsumen yang memilihnya.

Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah memainkan GTA sempat membuat Anda ingin memukul wanita secara acak? What a frakking nonsense..

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…