Take Two: Tidak Suka GTA V? Jangan Beli!

Reading time:
December 10, 2014
GTA V jagatplay PART 2

GTA V memang tengah menjadi pembicaraan yang hangat saat ini. Bukan hanya karena kualitas versi Remasternya untuk Playstation 4 dan Xbox One yang memesona, tetapi juga dari fakta bahwa ia kini menjadi target “serangan” di Australia. Dituduh mempromosikan kekerasan terhadap wanita, dua retailer raksasa di benua terkecil tersebut memutuskan untuk menarik peredaran GTA V dari rantai toko mereka. Tidak hanya memancing reaksi keras dari para gamer yang melihat hal ini sebagai sesuatu yang berlebihan, ia juga membuat Take-Two selaku pemilik franchise ini untuk melontarkan respon yang tidak banyak berbeda. Dalam wawancara terbarunya, President Take-Two Interactive – Karl Slatoff hadir dengan satu pernyataan sederhana namun jelas: Tidak suka GTA V? Jangan beli!

Dalam wawancara terbarunya, Slatoff menyebut bahwa kondisi yang harus dihadapi GTA V di Australia adalah sesuatu yang sangat mengecewakan. Ia menyebut bahwa penarikan dari dua retailer raksasa tersebut memang tidak banyak berpengaruh terhadap sisi penjualan mereka karena pasar Australia yang terhitung kecil.

Namun ia menyayangkan bahwa keputusan sekelompok orang di Australia ini justru merebut hak jutaan orang yang lain. Ia membayangkan sebuah skenario terburuk jika orang-orang seperti ini terus melancarkan aksinya di seluruh dunia, dan membuat 34 juta gamer yang sudah membeli GTA V sebelumnya tidak akan bisa menikmati seri GTA selanjutnya. Slatoff menegaskan jika mereka memang tidak suka dengan GTA V, mereka punya opsi untuk tidak membelinya, alih-alih justru mengajak orang lain untuk melarang peredarannya. Aksi ini ia lihat sebagai sebuah tindakan untuk membungkam kebebasan berekspresi.

President Take Two Interactive mengaku bahwa pencabutan perederan GTA V di Australia tidak banyak berpengaruh paa penjualan GTA V itu sendiri. Namun ia sangat menyayangkan keputusan yang ia lihat sebagai tindakan untuk membungkam kebebasan berekspresi.
President Take Two Interactive mengaku bahwa pencabutan perederan GTA V di Australia tidak banyak berpengaruh pada penjualan GTA V itu sendiri. Namun ia sangat menyayangkan keputusan yang ia lihat sebagai tindakan untuk membungkam kebebasan berekspresi.

Apa yang dilakukan oleh Target dan Kmart Australia ini memang terhitung sangat absurd. Apa pasal? Kita tidak hanya membicarakan bagaimana mereka mudah tunduk dan percaya pada klaim kekerasan wanita ini begitu saja tanpa research lebih mendalam, tetapi juga dari fakta bahwa mereka sudah menjual game ini selama lebih dari 1 tahun tanpa ada kontroversi apapu. Seperti yang kita tahu, GTA V versi Playstation 3 dan Xbox 360 sudah meluncur sejak Oktober 2013 dan Target tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut sama sekali.

Jika ada satu hal yang dibuktikan kasus ini, GTA V dan kontroversi tampaknya menjadi sesuatu yang tidak bisa dipisahkan, sampai kapanpun. Non-gamers people should just stop talking about video game, seriously..

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…