PlayTest: Gaming Dengan ASUS ROG G550JK!

Author
David Novan
Reading time:
February 27, 2015

Far Cry 4

Tidak hanya memiliki dunia terbuka alias Open World sebagai arena permainannya, Far Cry 4 juga menampilkan kualitas graphics lingkungan yang “Wah.” Jadi, selain membutuhkan kekuatan CPU, game ini juga meminta kemampuan GPU yang cukup tinggi. Berikut spesifikasi yang perlu dipenuhi untuk dapat memainkan game ini dengan setting tinggi:

  • Prosesor: Intel i5 2400S
  • Memory: 8 GB
  • Graphics Card: NVIDIA GTX680 2GB
  • HDD: 30GB

Bila dilihat sepintas, spesifikasi yang dibutuhkan Far Cry 4 berada pada jangkauan tangan ASUS ROG G550JK alias seharusnya bisa dijalankan dengan maksimal. Namun, kenyataan berkata lain. Ketika kami menggunakan setting tertingginya, yaitu Ultra, game mengalami kesulitan untuk dapat dimainkan dengan nyaman. Setidaknya kami hanya mampu bermain di bawah 30 fps, bahkan hingga 20 fps. Untuk gamer dengan mata sensitif, framerate serendah itu mampu membuatnya mual ketika bermain.

Permainan masih cukup nyaman menggunakan setting kami
Permainan masih cukup nyaman menggunakan setting kami

Guna mendapatkan pengalaman bermain yang cukup memadai, kami mengubah beberapa opsi graphics-nya hingga setidaknya mencapai lebih dari 35 fps atau mendekati 50 fps. Akhirnya, setting inisial untuk memperbaiki kinerjanya bermula di High dan menurunkan beberapa opsi seperti yang dapat Anda lihat di screenshot. Shadow sangat berperan besar dalam perbaikan framerate bermain, disusul dengan menurunkan kualitas tampilan lingkungan.

Anda dapat juga menurunkan seluruh opsi hingga Low dan hanya mendapatkan kenaikan hingga 40-an fps saja. Itu sebabnya kami merasa sebaiknya mengejar 30-an fps dengan catatan kualitas graphics-nya masih bagus. Untuk mengakali framerate rendah, opsi Motion Blur cukup membantu menipu mata Anda.

Pada setting Low sekalipun tidak banyak terjadi kenaikan fps
Pada setting Low sekalipun tidak banyak terjadi kenaikan fps

Setelah mengatur semua opsi tersebut, kami berhasil memainkan game ini dengan cukup baik dan nyaman pada framerate 30-an fps. Bila Anda ingin mendapatkan fps lebih tinggi, tidak ada jalan lain selain mengorbankan kualitas graphics dan menurunkan resolusi. Namun, apa enaknya bermain game terbaru dengan resolusi di bawah 1920×1080?

ASUS ROG G550JK jagatplay (9) ASUS ROG G550JK jagatplay (10)

Playable?: Walaupun tergolong rendah, kinerja di 30-an fps masih dapat diterima. Setidaknya untuk bermain tanpa mengalami kesulitan ketika bertempur dan mengendarai mobil. Namun, bila Anda tergolong gamer yang peka terhadap fps rendah dan dapat menyebabkan mual, ada baiknya Anda mulai berpikir untuk menurunkan resolusi dan bermain di setting Low.

Assassin’s Creed Unity

Reputasi Assassin’s Creed Unity hampir mirip dengan Crysis ketika game/benchmark tersebut baru dirilis. Hampir tidak ada sistem komputer yang dapat memainkannya dengan baik di setting tertinggi. Hal yang sama juga dialami oleh gamer yang ingin memainkan Assassin’s Creen Unity. Berkat feature jumlah npc alias karakter dimainkan komputer dalam bentuk kumpulan penduduk kota yang sangat banyak, kinerja CPU dihantam dengan keras; terkadang hingga tidak dapat bangun lagi. Bukan hanya CPU saja, GPU dari graphics card juga dipaksa keras untuk menghasilkan tekstur bagi ribuan pejalan kaki yang Anda temui di jalanan Perancis zaman Renaissance tersebut. Berikut spesifikasi yang diminta:

  • Prosesor: Intel i7 3770
  • Memory: 8 GB
  • Graphics Card: NVIDIA GTX780 3GB
  • HDD: 50GB

Kegarangan game ini langsung terbukti ketika kami mencoba memainkannya di setting High. Game berjalan kurang nyaman pada 20 hingga 25 fps saja. Ketika kami mencoba mengejar orang melalui kerumunan, kontan framerate semakin terpuruk dan sangat sulit untuk melakukan navigasi guna menghindari tabrakan dengan orang lain. Setidaknya melakukan free running di ketinggian lebih baik karena tidak ada banyak orang yang lalu lalang di atas atap.

Pada 28 fps sekalipun, Unity sudah cukup enak untuk dimainkan
Pada 28 fps sekalipun, Unity sudah cukup enak untuk dimainkan

Untuk memperbaiki keadaan tersebut, kami mulai menurunkan beberapa opsi setting graphics. Bahkan pada setting Low sekalipun kami hanya mendapatkan 27 hingga 30 fps saja, terutama ketika melalui daerah dengan banyak kegiatan npc. Akhirnya setting dipatok pada High, akan tetapi kami menurunkan beberapa opsi, seperti menurunkan kualitas Environment ke Medium, Shadow ke Low, Ambient Occlusion Off, Anti-Aliasing Off, dan Bloom Off.

Pada setting baru tersebut, kami mendapatkan pengalaman bermain yang cukup lumayan. Walaupun hanya pada taraf 27 fps, game sendiri dapat berjalan dengan baik dan relatif tidak memberikan banyak kesulitan – baik ketika berlari maupun bertarung. Tampaknya optimalisasi Ubisoft untuk membuat game ini nyaman dimainkan pada 30 fps membuahkan hasil.

Playable?: Unity dapat dimainkan dengan cukup baik pada setting High, dengan catatan ada perubahan di beberapa opsinya. Tampaknya ASUS ROG G550JK berusaha sangat keras untuk dapat menampilkan kerumunan massa dengan jumlah sangat banyak. Akibatnya, kinerja keseluruhan dari game ini terkena dampaknya.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

January 20, 2023 - 0

Review A Space for the Unbound: Standar Tertinggi Game Indonesia Saat Ini!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh A Space for the Unbound?…
October 18, 2022 - 0

Review Uncharted Legacy of Thieves (PC): Drake Pindah Rumah!

Seperti apa performa dan fitur yang ditawarkan oleh Uncharted Legacy…
September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…

PlayStation

January 30, 2023 - 0

Review Dead Space Remake: Isak Tangis di Luar Angkasa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dead Space Remake ini? Apa…
December 22, 2022 - 0

Review Crisis Core – Final Fantasy VII Reunion: Reunian dengan Muka Baru!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Crisis Core – Final Fantasy…
December 8, 2022 - 0

Review Star Ocean – The Divine Force: Bukan Melesat, Malah Meleset!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Star Ocean: The Divine Force?…
December 7, 2022 - 0

Review The Callisto Protocol: Permulaan yang Menjanjikan!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh The Callisto Protocol ini? Mengapa…

Nintendo

November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…