Pemerintah Turki Sebut Minecraft Terlalu Brutal untuk Anak-Anak

Reading time:
February 12, 2015
minecraft

Ini mungkin berita yang tidak pernah Anda prediksikan sebelumnya, rangkaian kalimat yang bahkan kami sendiri, tidak pernah percaya akan muncul dalam satu runtut yang sama. Memang bukan rahasia lagi jika beberapa pemerintahan di dunia memang sangat memerhatikan konten video game seperti apa yang beredar di negara mereka. Usaha untuk menghalangi beragam konten yang berseberangan dengan ideologi atau agenda pemerintahan membuat beberapa game mengalami pelarangan rilis. Seperti ketika Jerman melarang Doom, atau Thailand melarang Tropico 5 di masa lalu. Namun siapa yang menyangka, bahwa nama Minecraft juga masuk ke dalamnya.

Setidaknya hal inilah yang ditakutkan oleh Menteri Keluarga dari Turki – Aysenur Islam. Salah satu situs di Turki – Habertuk melaporkan bahwa Aysenur sempat mengungkapkan kekhawatirannya soal game racikan Mojang yang kini berada di tangan Microsoft – Minecraft. Alasannya? Ia menyebut Minecraft sebagai game yang terlalu brutal. Konsep open world yang ia usung, disebut Aysenur, bisa digunakan untuk mempromosikan agresivitas dan memuat proyeksi kekerasan terhadap wanita. Oleh karena itu, Turki akan menyelidiki Minecraft dengan lebih mendalam dan akan melarang perederan game ini jika semua dugaan yang ditakutkan tersebut terbukti.

Pemerintah Turki menyebut Minecraft sebagai yang terlalu brutal.
Pemerintah Turki menyebut Minecraft sebagai yang terlalu brutal untuk anak-anak

Microsoft sebagai pemilik hak dagang atas Minecraft tentu saja bereaksi. Mereka menyebut Minecraft adalah produk yang bisa dinikmati dengan beragam cara, dengan menjadikan kebebasan dan kreativitas sebagai nilai jual utama. Microsoft selalu mendukung usaha gamer untuk saling bekerja sama untuk membangun, mengeksplorasi, dan berpetualang di dalam dunia luasnya. Sementara untuk kekhawatiran yang muncul dari Turki, mereka menyebut bahwa Minecraft punya dua solusi – mengakses Creative Mode atau menghidupkan Peaceful setting yang akan mencegah munculnya monster yang ada.

Meanwhile di Indonesia, kids playing GTA and the parents are okay with that..

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…
April 22, 2021 - 0

Review NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Cerita Indah Penuh Derita!

Dengan popularitas yang ia raih, hampir sebagian besar gamer memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…