Preview Ori and the Blind Forest: Bentuk Bisa Menipu!

Reading time:
March 13, 2015
Ori and the Blind Forest jagatplay (2)

Sebuah game platformer tidak selalu berakhir menjadi sebuah game dua dimensi dengan visualisasi sederhana yang mudah untuk diselesaikan. Tidak sedikit yang mampu menghasilkan pengalaman bermain lebih baik dan memukau, bahkan dibandingkan dengan proyek game AAA lain yang berjuang untuk menghadirkan visualisasi realistis sekalipun. Anda yang sempat mencicipi Rayman Legends atau Shovel Knight pasti mengerti apa yang kami bicarakan. Platform dua dimensi seolah menjadi sebuah standar baru game-game keren yang  sulit untuk diabaikan begitu saja. Dan eksistensi game platformer teranyar dari Microsoft untuk Xbox One dan PC – Ori and the Blind Forest semakin menguatkan hal tersebut.

Kesan Pertama

Jika ada satu hal yang berhasil dilakukan Ori and the Blind Forest dengan baik, adalah membuktikan bahwa kami bahwa “Cinta pada pandangan pertama” itu adalah sesuatu yang sangat mungkin. Mengambil pendekatan visualisasi dua dimensi dengan permainan warna dan karakter kartun yang indah, Ori dan the Blind Forest juga hadir dengan desain setting dan musik yang pantas untuk diacungi jempol.

Seperti halnya game platformer pada umumnya, Anda akan dibekali dengan serangkaian jenis serangan untuk menetralisir beragam ancaman yang ada. Serupa dengan game platformer pada umumnya, Anda akan sering melompat, dari satu platform ke platform lainnya. Bedanya? Alih-alih linear, Ori and the Blind Forest menawarkan dunia yang lebih terbuka untuk Anda eksplorasi. Untuk memastikan Anda tidak “melangkahi” progress cerita yang semestinya, limitasi daerah baru diracik dari sisi desain rintangan yang biasanya hanya bisa diselesaikan ketika Anda mendapatkan variasi kekuatan baru dan sejenisnya.

Sejauh ini ini, Ori and the Blind Forest memenuhi hampir semua ekspektasi yang kami arahkan padanya, membuktikan diri pantas sebagai salah satu game platformer yang paling diantisipasi tahun ini. Namun sayangnya, mental kami ternyata gagal mempersiapkan kejutan yang ditawarkan game dari Moon Studios ini. Ori and the Blind Forest mungkin terlihat indah, visualisasi memanjakan mata dengan tema kartun yang begitu “anak-anak”.

Namun jangan tertipu, karena game ini tidak akan menahan diri untuk membuat Anda frustrasi dan berteriak kesal! Mengapa? Karena tingkat kesulitan yang ditawarkan cukup menantang. Ori sendiri akan dibekali banyak gerakan untuk melewati rintangan platform yang ada. Namun desain level yang disuntikkan di game ini memberikan toleransi yang sangat kecil pada error. Salah bergerak? Mati. Tidak mampu bereaksi cepat? Bersiaplah untuk mengulang kembali dari save terakhir. Parahnya lagi? Anda sendirilah yang didorong untuk menentukan kapan Anda harus menyimpan permainan Anda atau tidak. Lupa melakukan hal tersebut? Selamat datang di mimpi buruk terbesar semua gamer! Ia bahkan cukup untuk membuat kami seperti tengah menikmati sebuah seri baru Super Meat Boy.

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review sekaligus mengeksplorasi variasi kekuatan baru Ori di masa depan, izinkan kami memberikan serangkaian screeshot terbaru di bawah ini membantu Anda mendapatkan sedikit gambaran soal game ini. Jika merujuk pada kesan pertama yang ia tawarkan, maka kami tidak ragu untuk merekomendasikan game ini kepada Anda, walaupun kami pribadi belum menyelesaikannya. It’s that good..

PS: Klik Gambar untuk Memperbesar!

Ori and the Blind Forest jagatplay (6) Ori and the Blind Forest jagatplay (12) Ori and the Blind Forest jagatplay (35) Ori and the Blind Forest jagatplay (52) Ori and the Blind Forest jagatplay (74) Ori and the Blind Forest jagatplay (98) Ori and the Blind Forest jagatplay (138) Ori and the Blind Forest jagatplay (140) Ori and the Blind Forest jagatplay (176) Ori and the Blind Forest jagatplay (186) Ori and the Blind Forest jagatplay (193) Ori and the Blind Forest jagatplay (202)

 

Ori and the Blind Forest jagatplay (205) Ori and the Blind Forest jagatplay (215) Ori and the Blind Forest jagatplay (229)
Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…