Review i-Rocks Rock Series K10: Keyboard Gaming Membran nan Mantap

Author
David Novan
Reading time:
July 8, 2015
Rock Series K10, keyboard gaming membran dengan teknologi baru
Rock Series K10, keyboard gaming membran dengan teknologi baru

Memilih keyboard gaming yang tepat untuk digunakan sehari-hari sebenarnya lebih bergantung pada selera pribadi penggunanya. Meskipun dari sisi teknisnya sendiri beberapa jenis keyboard gaming ada yang memberikan dukungan lebih untuk kenyamanan penggunanya, seperti dengan digunakannya tombol mekanik di setiap tuts keyboardnya, terkadang bukan tidak mungkin ada gamer yang lebih memilih menggunakan keyboard membran. Sebab, beberapa kalangan merasa keyboard mekanik terasa terlalu dalam ketika ditekan dan dapat membuat telapak tangan jauh lebih lelah dibandingkan keyboard membran.

Namun, keyboard gaming yang menggunakan membran sebagai media penghubung antara tekanan jari penggunanya dan output yang keluar di layar monitor terkadang tidak memikirkan kenyamanan penggunanya dalam jangka panjang. Biasanya, masalah terbesar dari keyboard membran adalah terasa “kasar” ketika menekan tuts setelah digunakan selama lebih dari setahun. Bahkan, tidak jarang pula tuts yang ditekan bisa menyangkut dan terus menekan tombol sampai Anda pukul bagian bawahnya! Hal ini tentunya memengaruhi umur dari penggunaan keyboard itu sendiri.

Keyboard ini tampil dengan kesan sederhana
Keyboard ini tampil dengan kesan sederhana

Berangkat dari masalah tersebut, i-rocks merilis keyboard gaming Rocks Series K10. Meskipun keyboard ini menggunakan membran sebagai media koneksinya, tetapi ia dijamin tidak akan memiliki masalah umum yang terdapat pada keyboard jenisnya. Tampaknya, K10 mencoba mengatasinya dengan menggunakan dudukan khusus untuk menghilangkan gesekan antara dinding di lubang bagian dalam tuts dengan batang yang menekan selaput membran.

Selain itu, K10 juga menyediakan beberapa fitur yang dirancang untuk menjamin kenyamanan bermain, seperti N-key Rollover. Fungsi ini biasanya digunakan untuk menghilangkan masalah yang terjadi ketika Anda menekan beberapa tuts keyboard bersamaan. Pada keyboard tanpa fungsi tersebut, hasil dari tekanan Anda akan ditranslasi berantakan menuju komputer dan akibatnya reaksi dalam game juga akan berbeda. Fitur tersebut dan beberapa fungsi lainnya menjadi fokus kami ketika mencoba menggunakan K10.

Kokoh dan Kuat

Bentuk dari K10 sendiri bila dilihat sekilas terkesan kuat dan kokoh. Hal ini sepertinya terjadi berkat tinggi dimensi keyboard yang melebihi bangsa sejenisnya. Biasanya, keyboard membran tidak cukup tinggi dari permukaan meja. Namun, ukuran dari K10 membuatnya terlihat seperti keyboard mekanik bila Anda tidak mencoba menekan tutsnya. Untungnya, keyboard ini tidak terlalu tinggi hingga membuat telapak tangan harus meraih cukup jauh untuk menekan tutsnya. Jadi Anda tidak akan terlalu cepat lelah ketika menggunakan keyboard ini dalam waktu lama.

Tombol Backspace kecil dapat membuat Anda salah tekan
Tombol Backspace kecil dapat membuat Anda salah tekan

Dimensi dari K10 juga memiliki keuntungantersendiri. Bila ia dilihat dari samping, keyboard ini memiliki kemiringan yang cukup ideal untuk digunakan, baik ketika bermain game maupun mengetik. Tinggi dari tutsnya juga sama seperti keyboard standar. Jadi, bila Anda sebelumnya tidak menggunakan keyboard gaming, maka tangan Anda akan merasa familiar ketika menggunakan K10. Sedangkan untuk kesan ketika menekannya, ia terasa lebih dalam dibandingkan keyboard membran biasa. Tampaknya, sistem anti sangkut yang digunakan di dalam tuts membuatnya agak tinggi. Bagi kami pribadi, “feel” ini justru lebih enak dan nyaman, serta tidak membuat tuts terasa kerdil.

Tombol cukup tinggi seperti keyboard mekanik
Tombol cukup tinggi seperti keyboard mekanik

Bila Anda ingin menggunakan K10 untuk mengetik, maka ada sedikit penyesuaian yang perlu Anda lakukan. Pada keyboard ini, posisi tombol “” berada di samping tombol Backspace. Biasanya pada keyboard terbaru tombol ini berada di bawah Backspace dan di atas Enter. Alasannya supaya tombol Backspace dapat melebar ke samping dan mudah ditekan. Jadi, bila Anda sebelumnya menggunakan keyboard dengan Backspace besar, bersiaplah untuk sering salah tekan!

Kurang Tampil “Gaming”

Keyboard gaming selain fungsinya, tampilan juga menjadi salah satu pertimbangan ketika dipilih oleh penggunanya. Habitat bermain gamer yang seringkali berada di ruangan temaram dan kurang cahaya membuat perangkat gaming perlu memiliki penerangan sendiri. Cahaya tersebut bukan hanya untuk gaya belaka, melainkan juga menjadi bantuan bagi gamer yang tidak hafal luar kepala dengan posisi setiap tombol.

Cahaya hanya muncul pada tulisan di tombol spasi saja
Cahaya hanya muncul pada tulisan di tombol spasi saja

Pada K10, pencahayaan pada permukaan keyboard tergolong tidak banyak. Cahaya yang dapat ditemui ketika keyboard tersebut digunakan hanya terdapat pada tulisan “i-rocks” di tuts spasi, dengan tambahan lampu indikator tombol Lock, seperti Caps Lock, Scroll Lock, dan NumLock. Jadi, Anda hanya akan lebih banyak mengandalkan cahaya dari monitor saja untuk menentukan posisi tombol di keyboard.

Pada bagian lampu indikator, Anda dapat menemukan satu lampu tambahan bernama Win Lock. Ternyata, K10 disertai dengan fungsi mengunci tombol Windows yang terdapat di antara tuts Ctrl dan Alt. Biasanya, tombol ini dicabut paksa oleh gamer karena seringkali tertekan ketika bermain dan berakibat game di-minimize karena Anda dibawa kembali ke Desktop Windows! Boleh saja hal ini cukup sepele bila bermain sendirian, tetapi lain lagi bila sedang bermain multiplayer atau game online!

Indikator Win Lock menyala bila Anda mengunci fungsi tombol Windows
Indikator Win Lock menyala bila Anda mengunci fungsi tombol Windows

Fungsi pengunci Windows tersebut juga cukup mudah digunakan. Hanya dengan menahan kedua tombol Windows selama sedetik, tombol tersebut akan dimatikan fungsinya sampai Anda menahan kembali kedua tombol tersebut selama sedetik. Ketika fitur Win Lock hidup, Anda tidak perlu khawatir bila menekan tombol Windows, karena ia tidak berfungsi sama sekali.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…