Dev. Five Nights at Freddy’s Sadar Ia Jadi Sasaran Benci

Reading time:
July 30, 2015
fnaf2

Berhadapan dengan sebuah franchise tahunan saja sudah cukup melelahkan. Popularitas dan potensi jual yang begitu besar mendorong banyak publisher untuk memastikan produk mereka tetap bisa dirilis setidaknya satu tahun sekali – terlepas apakah ia menawarkan sesuatu yang benar-benar baru atau tidak. Game-game seperti Assassin’s Creed dan Call of Duty bahkan sampai menugaskan lebih dari satu developer untuk memastikan siklus ini terus berjalan. Namun kecepatan rilis yang diunjuk oleh dua franchise raksasa ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang dilakukan Scott Cawthon dengan Five Nights at Freddy’s.

Menjadi franchise game horror paling populer saat ini, Scott baru saja merilis FNAF 4 belum lama ini, lebih cepat dari apa yang ia sendiri jadwalkan. Kehadiran seri keempat ini membuat FNAF mencetak rekor terbaru – melahirkan 4 seri berbeda dalam kurun waktu dari kurang 1 tahun. Keputusan tersebut memang melahirkan basis fans yang besar dan setia, yang selalu siap untuk mencicipi setiap seri FNAF yang dirilis ke pasaran. Apalagi ia juga jadi salah satu game “wajib” para artis Youtube yang meracik video-video Let’s Play populer. Namun di sisi lain, ia juga melahirkan kritik pedas dan pernyataan penuh kebencian dari kelompok sebaliknya.

Scott Cawthon berbicara dari hati ke hati soal gelombang benci yang mengarah ke produk yang ia kerjakan.
Scott Cawthon berbicara dari hati ke hati soal gelombang benci yang mengarah ke produk yang ia kerjakan.

Dalam post resminya di Steam Community, Scott Cawthon berbicara dari hati ke hati. Ia menyebut bahwa dirinya tahu bahwa ada gelombang kebencian yang secara konsisten mengarah pada apa yang ia kerjakan. Dan hal tersebut memenuhi dunia maya. Cawthon hanya ingin mengingatkan bahwa dirinya hanyalah manusia, dan semua kebencian ini bukan sesuatu yang mudah untuk ia hadapi. Ia merasa sedih bahwa banyak orang yang merasa bahwa hari-harinya hanya diisi dengan duduk santai dan menikmati uang dalam jumlah masif yang masuk tanpa usaha apapun. Cawthon hendak meluruskan bahwa gaya hidupnya sangat berbeda dan jauh dari kata mewah.

Merespon semua rasa benci yang diarahkan pada FNAF, Cawthon hanya bisa memberikan kepastian bahwa semua produk yang ia hasilkan mengakar pada usahanya untuk menciptakan sebuah game sebaik mungkin. Game yang mampu menawarkan ketakutan dan cerita yang baik, dan sejauh ini ia merasa puas melihat review di Steam yang sebagian besar berakhir baik.

Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda termasuk gamer yang tidak terlalu suka dengan FNAF dan frekuensi rilisnya?

Load Comments

PC Games

November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…

PlayStation

November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…
November 15, 2021 - 0

Review Headset PULSE 3D Wireless – Midnight Black: Tiga Dimensi dalam Telinga!

Apa yang mendefinisikan sebuah pengalaman generasi terbaru? Bagi Sony dan…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…