Sutradara Hitman: Film Video Game Akan Semakin Membaik

Reading time:
August 14, 2015

Menjadi sesuatu yang membanggakan dan seharusnya menyenangkan, melihat video game yang selama ini kita nikmati akhirnya bisa dikenal luas oleh khalayak yang lebih umum lewat proses adaptasi ke media lain. Novel, komik, dan tentu saja yang paling populer – film layar lebar. Terlepas dari efektivitasnya, media yang terakhir ini tampil seperti layaknya pedang bermata dua. Mengapa? Karena sudah menjadi fakta yang terbukti kuat bahwa video game yang diadaptaiskan menjadi film selalu berakhir mimpi buruk. Kegagalan untuk menangkap esensi dan daya tarik versi video gamenya yang biasa dicederai oleh “kreativitas melenceng” para sutradara Hollywood jadi alasan utama. Namun satu sutradara yakin bahwa hal ini akan membaik di masa depan.

Hal inilah yang diungkapkan oleh Adrian Askarieh – sutradara film Hitman terbaru – Hitman: Agent 47 dalam wawancaranya dengan situs Forbes. Askarieh secara terbuka mengaku sadar bahwa bahwa film berbasis video game memang tidak pernah menampulkan kualitas yang sepantasnya. Ia beralasan bahwa hal ini terjadi karena sebagian besar orang yang terlibat di belakangnya bukanlah gamer atau fans industri game itu sendiri. Hasilnya? Mereka tidak punya rasa hormat pada sang sumber inspirasi utama dan bersikap sinis ketika mengembangkan versi filmnya.

Adrian Askarieh - sutradara film Hitman: Agent 47 yakin film-film adaptasi video game akan membaik di masa depan.
Adrian Askarieh – sutradara film Hitman: Agent 47 yakin film-film adaptasi video game akan membaik di masa depan.

Namun Askarieh optimis bahwa hal ini akan berubah jauh lebih baik di masa depan. Mengapa? Karena sebagian besar pelaku adaptasi video game menjadi film saat ini berangkat dari orang yang memang cinta pada video game. Mereka yang memang menciptakan film ini atas dasar hasrat dan bukan lagi sekedar angka di laporan keuangan. Askarieh yakin bahwa hanya tinggal tunggu waktu saja bahwa film adaptasi video game akan tiba pada posisi seperti film adaptasi komik saat ini, yang begitu dinanti dan diantisipasi oleh para pecinta sinema. Hanya karena banyak film adaptasi game buruk, bukan berarti semua akan berakhir sama, ia menambahkan.

Film Hitman: Agent 47 sendiri rencananya akan didistribusikan ke layar lebar pada tanggal 21 Agustus 2015 mendatang. Bagaimana menurut Anda sendiri? Setujukah dengan pernyataan dari Askarieh ini?

Source: Forbes

Load Comments

PC Games

August 2, 2022 - 0

Review Beat Refle: Pijat Refleksi Super Seksi!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Beat Refle ini? Mengapa kami…
July 22, 2022 - 0

Review As Dusk Falls: Ini Baru Game Drama Berkualitas!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh As Dusk Falls ini?…
June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…

PlayStation

July 18, 2022 - 0

Review STRAY: Kocheng Oren Mah Bebas!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh STRAY? Mengapa kami menyebutnya…
March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…

Nintendo

August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…