Game Virtual Reality Akan Dapatkan Rating Umur Sendiri

Reading time:
November 23, 2015
oculus rift

Rating di dalam game memang belum jadi standar yang diaplikasikan aktif di Indonesia, termasuk oleh orang tua yang tampaknya masih berpikir bahwa “video game adalah mainan anak-anak”. Maka hasilnya? Tak jarang kita bertemu dengan anak-anak yang dengan bebas memainkan game-game orang dewasa sekelas GTA, misalnya. Hal ini tentu saja bertolak belakang dengan kondisi negara-negara maju di luar sana yang mulai memerhatikannya sebagai sesuatu yang serius, memastikan anak-anak tidak terjebak dalam game dengan konten yang tak seharusnya mereka cicipi. Badan Rating Eropa bahkan mulai menjajaki opsi untuk beradaptasi dengan game-game Virtual Reality.

Ini tentu saja langkah yang masuk akal mengingat tiga produk Virtual Reality raksasa – Oculus Rift, HTC Vive, dan Playstation VR semuanya akan membanjiri pasar tahun depan. PEGI – Badan Rating Umur untuk kawasan Eropa mengumumkan bahwa mereka akan beradaptasi dengan kondisi ini dan mengevaluasi sistem rating mereka untuk game-game Virtual Reality. Dengan pengalaman yang lebih imersif, PEGI takut bahwa game-game dengan konten horror dan penuh ketakutan akan bisa menimbulkan trauma tersendiri untuk gamer yang masih berusia muda. Mereka akan mulai merombak sejumlah elemen penilaian.

PEGI - Badan Rating umur untuk kawasan Eropa akan menyesuaikan diri menyambut game-game VR yang akan tiba tahun depan.
PEGI – Badan Rating umur untuk kawasan Eropa akan menyesuaikan diri menyambut game-game VR yang akan tiba tahun depan.

Ini tentu saja jadi perubahan positif yang pantas untuk disambut oleh gamer di seluruh dunia, walaupun tak begitu banyak berpengaruh di Indonesia, misalnya. Namun kekhawatiran bahwa sebuah game Virtual Reality mampu menciptakan “trauma” tersendiri juga jadi semacam pembuktian kualitas seberapa imersifnya pengalaman yang mampu ia tawarkan. Sebuah alasan untuk justru mengantisipasinya dengan lebih penuh ketertarikan.

Bagaimana dengan Anda sendiri? Berapa banyak dari Anda yang tertarik untuk membeli perangkat Virtual Reality tahun depan ketika mulai tersedia secara komersial?

Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…