GameStart 2015: Interview dengan Hiroyuki Oda

Reading time:
November 15, 2015

Hiroyuki Oda (1)

Pada ajang GameStart 2015 kali ini, JagatPlay bersama dengan dua media lainnya dari Indonesia mendapatkan kesempatan langka untuk bertemu dan berbincang-bincang langsung dengan salah satu petinggi Sony Computer Entertainment, yakni Mr. Hiroyuki Oda.

Bagi Anda yang belum mengenalnya, Oda adalah Deputy President of Sony Computer Entertainment Japan Asia. Kami para jurnalis pun tertarik untuk mengetahui apa sebenarnya rencana yang sedang disiapkan oleh SCE melalui brand PlayStation-nya, terutama untuk pasar Indonesia. Berikut wawancara singkatnya:

Q: Belakangan ini sudah ada trailer game dan cover yang menggunakan Bahasa Indonesia, contohnya God of War Remastered. Apa itu berarti Anda mulai fokus pada pasar di Indonesia?

A: Menurut kami pasar Indonesia merupakan potensi yang besar bagi kami. Kami baru memulai tahun ini untuk mengadaptasi ke bahasa Indonesia. Itu menjadi harapan utama bagi customer di Indonesia. Ke depannya, kami harus melakukan effort lebih untuk localized ke bahasa Indonesia.

Localization bukan hanya sekadar menerjemahkan. Keduanya berbeda. Anda bisa lihat film Hollywood dengan teks berbahasa Indonesia. Tapi tidak seperti itu. Dengan hanya menerjemahkan ke bahasa Indonesia gamer tidak akan menyukainya. Karena itu kami harus benar-benar mengerti bagaimana melakukannya. Itu tantangan bagi kami.

Q: Sebenarnya apa sih tantangan terbesar bagi PlayStation untuk mengembangkan bisnis di negara berkembang seperti Indonesia:

A: Ya, tantangan terbesarnya jelas Language Localization. Bicara tentang lokalisasi, kami memulainya di China dan Korea. Dan beberapa judul berbahasa Jepang juga sudah diubah menjadi Bahasa Inggris. Soal bahasa Indonesia, kami pikir ada kesempatan besar bagi kami, tapi seperti yang saya sebutkan sebelumnya, terjemahan dan localization adalah sesuatu yang berbeda.

Kami harus menugaskan orang yang benar-benar mengerti game-nya lalu mengubahnya ke Bahasa Indonesia. Itu sangat penting tapi juga sangat sulit. Tapi jika kita sukses melakukannya, pasar Indonesia akan menjadi potensi yang sangat besar bagi kami. Sekarang kami sedang mempertimbangkannya, tentunya tidak hanya bahasa Indonesia, tapi juga negara-negara lainnya di Asia Tenggara seperti Vietnam.

Q: Apa strategi Sony Computer Entertainment untuk meraih pasar di Indonesia?

“Apa di Indonesia ada gaming exhibition? Kalau ada, kami harus mempertimbangkan ikut di sana”

A: Pertama kami ingin lebih banyak menghadirkan toko game di Indonesia dimana customer bisa mencobanya langsung, tentunya dimulai dari Jakarta karena Indonesia sangat luas. Karena itu saya meminta rekan-rekan di Singapura untuk memikirkan bagaimana kami bisa menghadirkannya.

Strategi kedua, apa di Indonesia ada gaming exhibition? Jika ada, kami harus mempertimbangkan untuk mengikutsertakan PlayStation. Karena meningkatkan interaksi dengan customer adalah strategi kami.

Q: Tentang PlayStation VR, sebenarnya apa rencana Anda terkait virtual reality?

A: Ya, kami sudah umumkan PlayStation VR akan hadir pertengahan tahun depan. Tapi harga dan tanggal rilis pastinya belum bisa dikonfirmasi. Kami yakin PlayStation VR bisa menghadirkan pengalaman gaming yang benar-benar baru. Anda sudah mencobanya, kan?

Ini benar-benar berbeda dengan game-game PlayStation yang ada sekarang. Satu ekspektasi kami untuk PlayStation VR adalah bisa menghilangkan pembatas. Core gamer ingin membeli PlayStation VR , tapi melihat kepada casual gamer, mereka kebanyakan belum pernah memainkan PS4 atau PS Vita karena mereka pikir game PlayStation terlalu rumit atau sulit. Tapi lihatlah PlayStation VR , tidak ada batasan. Kami berharap lebih banyak customer yang bisa terlibat di PlayStation VR.

Q: Dengan tren yang mulai mengarah ke mobile, Apa Anda punya rencana di ranah tersebut?

A: Ya, kami saat ini sudah memiliki aplikasi mobile, tapi kami belum memikirkan game PlayStation di-porting ke perangkat mobile. Kami tetap harus mempertimbangkannya. Namun saat ini kami belum memiliki rencana yang pasti soal mengembangkan game mobile. Tapi tetap ada kemungkinan. Jika melihat pasar di Jepang, ya, game mobile sangat populer. Kami harus memikirkan bagaimana kami bisa memasuki bisnis tersebut dengan baik. Tapi kami saat ini belum memiliki ide yang pasti.

Q: Apakah ada kemungkinan PlayStation bekerjasama dengan developer dari Indonesia?

Booth PlayStation di GameStart 2015
” Kami berharap bisa ada kontak lebih lanjut dengan developer di Indonesia.”

A: Kami berharap bisa ada kontak lebih lanjut dengan developer di Indonesia. Kami telah menggelar konferensi dengan para developer di Singapura. Jika ada developer dari Asia Tenggara termasuk Indonesia yang tertarik, silakan bergabung di konferensi ini. Kami menugaskan beberapa insinyur dari Tokyo untuk menjelaskan hal apa saja yang penting dilakukan ketika mengembangkan konten PlayStation.

Q: Terakhir, ada pesan khusus untuk semua gamer PlayStation di Indonesia?

A: Pesan untuk gamer PlayStation di Indonesia? Ini komitmen saya: Kami akan menghadirkan lebih banyak judul-judul yang menarik bagi customer di Indonesia. Karena itu, teruslah bermain dengan bersenang-senang dengan PlayStation!

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…