Demi Save Game, Super Famicom Menyala Selama 20 Tahun!

Author
David Novan
Reading time:
January 5, 2016
super famicom

Kecintaan gamer hardcore terhadap game yang disukainya terkadang menimbulkan cerita yang konyol. Begitu juga halnya dengan gamer dari Jepang berikut ini. Gamer dengan twitter @UMIHARAkawase dari Jepang ini rela membiarkan console Super Famicom (Super NES versi Jepang) miliknya terus menyala selama 20 tahun demi menjaga file save game miliknya di dalam cartridge game! Berbeda dengan game masa kini yang mampu menyimpan file save dengan baik di dalam hard disk, game pada masa Super Famicom bergantung pada baterai di dalam cartridge untuk menyimpan file save game. Jadi, bila baterainya habis, maka lenyap pula save game Anda!

Bermula dari fakta tersebut, gamer hardcore Jepang tersebut saking tidak inginnya kehilangan save game pada game kesayangannya, game dengan nama yang sama dengan account twitter-nya, Umihara Kawase, terus menghidupkan consolenya supaya baterainya tidak pernah habis. Game ini sendiri memiliki kepopuleran yang tinggi di Jepang sebagai game platform yang seru. Bahkan, game ini masih dibuat versi barunya di console PlayStation Vita. Sedangkan game yang dimainkan oleh @UMIHARAkawase di Super Famicom adalah generasi pertamanya yang dirilis pada 1994.

super famicom (1) super famicom (2)

“Saya sangat yakin game Umihara Kawase generasi pertama yang telah menempel di SFC selama lebih dari 20 tahun ini, telah beroperasi selama lebih dari 180 ribu jam. Bila powernya dimatikan, saya mungkin akan kehilangan semua data replay,” jelas gamer hardcore ini. Meskipun untuk gamer kebanyakan hal ini begitu konyol, tetapi cinta dapat membuat orang melakukan hal yang tidak wajar, meskipun terhadap satu game. Hanya sekali saja console tersebut dimatikan sebentar ketika ia pindah rumah. Namun, bila dibandingkan dengan puluhan tahun console itu menyala, waktu itu bisa dibilang sangat singkat.

Sebenarnya ada cara untuk mengganti baterai di cartridge SNES yang mengandalkan sistem penyimpanan SRAM (Static RAM) seperti pada game yang telah menyala selama lebih dari 20 tahun tersebut tanpa menghilangkan file di dalamnya. Meskipun demikian, cara ini memiliki resiko yang besar dan @UMIHARAkawase tidak ingin mengambil resiko tersebut terhadap game yang dicintainya. Jadi, ia lebih rela mengorbankan Super Famicom miliknya dibandingkan cartridge game kesayangannya!

Sumber: RocketNews24 

Load Comments

PC Games

August 2, 2022 - 0

Review Beat Refle: Pijat Refleksi Super Seksi!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Beat Refle ini? Mengapa kami…
July 22, 2022 - 0

Review As Dusk Falls: Ini Baru Game Drama Berkualitas!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh As Dusk Falls ini?…
June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…

PlayStation

July 18, 2022 - 0

Review STRAY: Kocheng Oren Mah Bebas!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh STRAY? Mengapa kami menyebutnya…
March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…

Nintendo

August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…