Sikap Buruk, Tim DOTA 2 Indonesia Lain Kembali Jadi Sorotan!

Reading time:
January 7, 2016
official-tiny-wallpaper

Anda masih ingat dengan kasus RISE.CAT – tim DOTA 2 Indonesia yang sempat membuat heboh beberapa hari yang lalu karena sikap mereka yang tak sportif di babak kualifikasi terbuka Shanghai Major? Sama seperti kami dan mungkin juga semua penggemar DOTA 2 di Indonesia, kita semua berharap agar kejadian yang sama tidak terulang lagi di masa depan, bahwa tim “pro” Indonesia tak lagi harus meraih popularitas instan di dunia maya karena hal negatif yang tak ada hubungannya dengan prestasi. Namun sayangnya, harapan tersebut tampaknya berakhir kosong. Belum genap seminggu sejak insiden RISE.CAT ini, tim DOTA 2 Indonesia yang lain kembali jadi sorotan karena sesuatu yang tak kalah negatifnya. Hal ini terjadi di event pertandingan antara AVS vs Antipro, kembali di babak kualifikasi terbuka Shanghai Major.

Insiden ini mendapatkan perhatian yang cukup besar dari komunitas DOTA 2 terbesar di dunia maya – Reddit, yang semuanya memperlihatkan respon yang negatif pada aksi yang dilakukan AVS, tim yang berasal dari Indonesia.

Ada banyak hal yang terjadi di pertandingan ini. Dari rangkuman video yang bahkan menarik perhatian NoobFromUA – salah satu akun Youtube raksasa yang berfokus di scene DOTA 2 – terlihat Tiny dari tim AVS melakukan trashtalk / flaming / berbicara kasar lebih dulu pada tim lawannya, Antipro. AVS terlihat berada di atas angin dan mulai mendorong Antipro hingga ke level barrack.

Namun di tengah aksi tersebut, tiba-tiba terjadi dc (disconnect) serentak untuk tim AVS yang diikuti dengan tindakan yang seharusnya, tindakan pause oleh Antipro. Pertandingan kembali berjalan sebagaimana harusnya hingga kini giliran tim Antipro yang melakukan push. Dc serentak kembali terjadi di tim AVS, namun kali ini tim Antipro tidak melakukan pause dan terus menghancurkan barrack hingga hampir menyelesaikan permainan. AVS tidak terima dengan kondisi ini dan menuduh tim Antipro melakukan DDOS untuk mengacaukan koneksi mereka.

Keduanya bersitegang dengan klaim masing-masing. Lewat salah satu thread di Reddit, Player yang mengaku mengenal anggota tim Antipro secara langsung mengklaim bahwa tindakan tim ini tidak melakukan pause bukan karena mereka ingin bermain tidak fair, tetapi karena mereka secara teknis memang tidak bisa melakukannya. Walaupun tidak dijelaskan lebih detail apakah karena kuota jumlah pause – unpause yang sudah habis atau karena memang terjadi bug. Sementara di sisi lain, mereka tidak mungkin lagi mundur ke belakang tanpa pause karena salah satu hero core mereka – Dragon Knight sudah menggunakan ulti dan berubah menjadi mode naga dalam waktu terbatas. Jika mereka mundur saat ini, maka pertarungan selanjutnya dalam posisi ulti cooldown tak akan berada di pihak mereka.

Tim Antipro menghancurkan barrack ketika tim AVS semuanya DC. Tim Antipro mengaku dan mengklaim bahwa karena masalah teknis, mereka benar-benar tidak bisa melakukan pause.
Tim Antipro menghancurkan barrack ketika tim AVS semuanya DC. Tim Antipro mengaku dan mengklaim bahwa karena masalah teknis, mereka benar-benar tidak bisa melakukan pause.
Trashtalk yang dilakukan oleh AVS - tim dari Indonesia.
Trashtalk yang dilakukan oleh AVS – tim dari Indonesia.

Lantas, kenapa AVS yang jadi sorotan? Bukankah mereka berada dalam posisi yang paling dirugikan saat ini? Salah satu alasan yang paling fatal adalah karena sikap mereka yang kekanak-kanakan. Tiny dari tim AVS secara jelas memulai trashtalk di dalam pertandingan, secara konsisten, yang notabene dilarang di dalam peraturan. Parahnya lagi? Ia terus melakukannya sebelum dan sesudah kejadian dc serentak ini bersama dengan anggota timnya yang lain, mengeluarkan kata-kata super kasar yang membuat scene kompetitif ini tidak terlihat profesional sama sekali. Beberapa juga menyoroti timing dc serentak ketika tim Antipro melakukan push yang dianggap taktikal dan melihat apa yang dilakukan Antipro tidaklah menyalahi aturan karena mereka sudah sempat melakukan pause sebelumnya.

Kami sendiri sempat melakukan klarifikasi yang percakapannya akan kami sematkan di bawah paragraf ini. Salah satu anggota tim AVS mengaku bahwa ia memang berasalah melakukan trashtalk di pertandingan, namun menegaskan bahwa “tak mungkin ada asap tanpa api”. Ia menyebut dan mengklaim bahwa trashtalk tersebut sebenarnya sudah terjadi sebelum pertandingan berlangsung, dimana tim Antipro terus melakukan flaming terhadap mereka, menyebut bahwa mereka akan dengan mudah melibas tim Indonesia hanya dalam waktu 20 menit saja. Sayangnya, bukti percakapan tersebut tidak ia tangkap dalam bentuk screenshot. AVS juga mengaku tak tertarik untuk melakukan klarifikasi secara resmi terkait drama yang muncul dari pertandingan yang satu ini.

Di tengah kegaduhan ini, FaceIt sebagai organizer akhirnya mengambil keputusan yang jelas dan tegas bahwa mereka mendiskualifikasi tim Antipro karena dianggap tidak melakukan pause ketika seharusnya dilakukan dan menghancurkan barrack AVS, seperti yang terjadi dengan RISE.CAT kemarin. Dengan ini, tim AVS dari Indonesia berhak untuk lanjut ke babak selanjutnya. Keputusan yang justru mendapatkan respon negatif dari komunitas DOTA 2 terbesar dunia – Reddit karena citra buruk “flaming” yang diperlihatkan AVS. Tim FaceIt dinilai bingung dan kurang memahami mekanisme peraturan mereka sendiri dan bias karena kontroversi yang sempat terjadi dengan RISE.CAT kemarin.

Statement dari FaceIt selaku penyelenggara terkait drama ini.
Statement dari FaceIt selaku penyelenggara terkait drama ini.

Bagaimana dengan Anda sendiri? Siapa yang menurut Anda berada dalam posisi yang salah di kasus ini?

My two cents untuk sikap “gua trashtalk karena mereka trashtalk” dari tim Indonesia – AVS? Hanya karena semua orang buang air besar di tengah jalan, bukan berarti kita juga harus buang air besar di tengah jalan. Kami pribadi merasa bahwa kesiapan untuk masuk ke scene pro, benar-benar bukan sekedar soal skill, melainkan kesiapan mental.

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…