Drama Shanghai Major DOTA 2: Gabe Newell vs 2GD!

Reading time:
February 27, 2016
shanghai majors

Shanghai Major DOTA 2  adalah sebuah mimpi buruk. Untuk sebuah turnamen berhadiah USD 3 juta, ia terlihat ditangani oleh pihak yang sangat tidak kompeten untuk mengerjakan proyek yang seharusnya jadi salah satu event terpenting e-Sports ini. Beragam masalah teknis terjadi sejak hari pertama, dari penundaan pertandingan untuk alasan yang tak jelas, pause berkepenjangan di dalam game, hingga proses streaming yang seringkali terhenti juga untuk alasan yang tak pernah terungkap. Ini adalah hal-hal yang membuat Shanghai Major terlihat begitu murahan dan mengecewakan di saat yang sama. Parahnya lagi? Darinya juga meluncur sebuah drama  “raksasa” antara pemilik Valve – Gabe Newell dan salah satu host favorit komunitas – 2GD.

Bukan sesuatu yang aneh setelah melihat apa yang terjadi selama hari-hari pertama ini, Valve langsung mengambil alih proses produksi untuk Shanghai Major ini dan memecat tim produksi sebelumnya. Namun yang mengejutkan? Ia juga “membuang” salah satu host ternama – 2GD yang dicintai komunitas DOTA 2 karena kepribadiannya yang memang aneh dan kasar. Keputusan Valve ini terasa membingungkan karena harus diakui selama ragam masalah teknis yang terjadi, 2GD bisa dibilang sebagai sosok yang justru membuat aktivitas panel dan diskusi berlangsung gila dan menarik. Komunitas besar seperti Reddit pun menggila, meminta Valve untuk membawa 2GD kembali! Begitu keras suaranya, hingga cukup untuk membuat Gabe Newell turun tangan.

2gd
Usaha Valve untuk memperbaiki Shanghai Major juga diikuti dengan pemecatan host ternama – 2GD. Fans marah dan meminta Valve mencabut keputusan tersebut!
Kasus ini cukup untuk membuat Gabe Newell
Kasus ini cukup untuk membuat Gabe Newell “turun gunung” dan menyerang 2GD secara personal. Ia menyebutnya bedebah.

Drama ini pun menguat. Teriakan fans untuk memaksa Valve membawa kembali 2GD ke Shanghai Major ternyata cukup untuk membuat seorang Gabe Newell, yang notabene merupakan boss besar Valve, untuk langsung turun tangan dan berhadapan dengan komunitas. Gabe Newell hadir dengan dua pernyataan utama: Pertama, konfirmasi bahwa mereka sudah memecat banyak orang, terutama perusahaan produksi yang menangani event ini di hari-hari pertama. Mereka akan diganti dan berharap bahwa turnamen ini akan berlangsung lebih lancar sekarang. Kedua, Gabe Newell secara terbuka menyebut bahwa mereka sudah muak dengan sosok James aka 2GD! Mereka punya masalah di masa lalu dan keputusan untuk membawanya kembali di Shanghai Major adalah kesalahan besar. Gaben bahkan menyebut James seorang bedebah, dan mereka tak akan bekerja dengannya lagi di masa depan.

Pernyataan yang begitu frontal dari sosok sekelas Gabe Newell seperti ini tentu saja memancing banyak rasa penasaran. Gaben dikenal bukan orang yang emosional dan pernyataan tanpa detail yang langsung menyerang sosok dan profesionalitas seorang 2GD – yang notabene sudah masuk ke dunia e-Sports sebagai host untuk waktu yang sangat lama – justru mengundang lebih banyak tanda tanya. Apa yang sebenarnya terjadi? Drama ini berlanjut, setelah 2GD akhirnya melemparkan pernyataan resmi dan angkat bicara.

Dalam sebuah pernyataan 16 halaman, 2GD menjelaskan apa yang terjadi. Ia secara tegas menyebut bahwa ia tak pernah punya masalah dengan Gabe Newell secara pribadi, karena bisa dibilang, mereka “tak mengenal” satu sama lain. 2GD mengaku hanya bertemu dengan Gaben selama dua kali sepanjang karirnya dengan pertukaran percakapan yang minim. Begitu minim, hingga membuatnya bingung kenapa Gaben bisa menyimpulkannya sebagai seorang “bedebah”. 2GD mengakui dirinya memang merupakan host yang cukup “kasar” dengan joke pornografi yang intens, namun ia juga berbagi pecakapan personalnya dengan IceFrog – “dewa” DOTA 2 yang memintanya untuk jadi dirinya sendiri sebelum Shanghai Major ini.

James aka 2GD langsung melemparkan pernyataan terbuka, menjelaskan apa yang terjadi.
James aka 2GD langsung melemparkan pernyataan terbuka, menjelaskan apa yang terjadi.
Percakapan personal 2GD dengan IceFrog - dewa DOTA 2 yang memintanya untuk jadi dirinya sendiri di Shanghai Major.
Percakapan personal 2GD dengan IceFrog – dewa DOTA 2 yang memintanya untuk jadi dirinya sendiri di Shanghai Major.

Dalam pernyataan yang sama, 2GD lebih menyalahkan sosok seorang karyawan Valve yang ia sebut namanya sebagai Ali, yang ia curigai menjadi sumber dari masalah ini. Bahwa persinggungannya dengan sosok Ali di masa lalu membuat keduanya punya masalah personal, yang kemudian berujung pada laporan Ali ke Gaben di Shanghai Major. Ali ditengarai melaporkan informasi tak berimbang langsung ke telinga Gaben, yang sayangnya langsung dipercayai Gaben, hingga membuat pernyataan “bedebah” yang tak menyenangkan itu keluar. 2GD juga berbagi begitu banyak informasi di layar belakang turnamen raksasa sebelumnya, termasuk TI4 yang menjadi latar belakang konfliknya dengan Ali.

Dengan dua sudut pandang yang sudah masuk ke dunia maya ini, sebagian besar gamer DOTA 2, setidaknya yang terlihat di Reddit secara terbuka mendukung James aka 2GD. Valve justru dilihat menjadikanya sebagai kambing hitam karena kelalaian mereka untuk berkomunikasi, apalagi mengingat IceFrog sendiri meminta 2GD untuk menjadi dirinya sendiri di event yang satu ini. Keputusan Gaben untuk menyerang secara personal dilihat tak bijak dan berpotensi untuk menghancurkan karir 2GD, untuk sesuatu yang sebenarnya tak Gaben pahami.

Bagaimana dengan Anda para penggemar DOTA 2 yang mengikuti Shanghai Major 2016? Siapa yang menurut Anda lebih benar di kasus ini, Gaben atau 2GD itu sendiri?

Source: Pernyataan Gaben, Pernyataan 2GD

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…