PlayTest: Gaming Dengan NVIDIA GT 710!

Author
David Novan
Reading time:
March 11, 2016
Gaming Dengan Nvidia GT 710 (1)

Harga graphics card generasi terbaru semakin lama kian melambung tinggi saja. Apalagi bila Anda ingin menggunakannya untuk membangun gaming PC yang mampu memainkan game terbaru. Berkat semakin tingginya permintaan atau spesifikasi hardware dari game terbaru, dana yang dibutuhkan juga akan semakin meningkat. Bila Anda ingin memainkan game terbaru dengan kualitas grafis yang tinggi, maka bersiaplah untuk menghabiskan tabungan hanya demi satu komponen saja, yaitu kartu grafis!

Opsi untuk menggunakan graphics card yang ekonomis tentu saja tersedia. Namun, jangan harapkan ia dapat memainkan game sekaliber AAA dengan setting yang tinggi. Lalu, bagaimana dengan kartu grafis murah yang baru rilis belakangan ini, Nvidia GT 710? Mampukah graphics card yang sudah masuk ke dalam kategori super ekonomis ini, bila dibandingkan dengan lini kartu grafis lain, untuk memainkan game terbaru?

Pada PlayTest kali ini kami tidak mengharapkan berhasil mendapatkan setting yang tinggi atau resolusi yang besar. Namun, kami ingin memperlihatkan kepada Anda seperti apa pengalaman bermain yang dihasilkan oleh GT 710 yang notabene hanya berharga 600 ribu ini. Untuk memainkan game dengan bantuan GT 710, kami menyiapkan rig gaming yang cukup “murah” pula, demi menyeimbangkan dengan tema ekonomis. Berikut komposisi hardware yang kami susun untuk bermain dengan kartu grafis ini:

  • Prosesor: Intel Core i3 6100 @ 3.70 GHz
  • RAM: 8 GB DDR4
  • Graphics Card: NVIDIA GeForce GT 710 DDR3 2048MB
  • Storage: SSD 240GB

Untuk platform yang kami siapkan, harga kasarnya sekitar 6 jutaan. Memang tidak terlalu murah bila dibandingkan dengan harga graphics cardnya. Namun, platform ini sudah bisa menjadi batu pijakan untuk dikembangkan menjadi rig gaming yang lebih baik ketika Anda sudah memiliki modal. Bahkan Anda dapat terus menggunakan rig ini sampai GTX 980Ti dan Titan X! Selama Anda bisa mengimbangi power supply yang sesuai dengan kebutuhan dayanya saja. Anggaplah GT 710 sebagai langkah pertama untuk memulai perjalanan Anda ke dalam dunia gaming PC!

Kami sangat sadar bahwa apa yang kami lakukan, dengan “memaksa” GT 710 untuk menangani game-game rilis terbaru memang sesuatu yang lumayan tidak rasional karena ia memang tidak diracik untuk mencapai hal tersebut. Bahwa ia sejatinya lebih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan game-game kompetitif yang biasa Anda temukan di game centre, seperti Counter Strike: Global Offensive atau DOTA 2 yang berjalan sangat baik dengan konfigurasi tertentu, bahkan dengan framerate di atas 50fps. Hasil ujinya sendiri akan dirilis oleh rekan JagatReview kami dalam beberapa waktu ke depan. Walaupun demikian, bukan berarti kami tak bisa sedikit “menggila”. Anggap saja sebagai usaha untuk mendorong VGA yang satu ini ke ambang batasnya, melihat apa yang mampu dan tak mampu ia lakukan, merasakan apa yang mampu ia capai dan tidak lewat artikel PlayTest kali ini. Hasilnya? Cukup mengejutkan.

Game yang akan kami gunakan untuk bermain bersama GT 710 adalah game kelas atas terbaru, yaitu Rise of The Tomb Raider, Call of Duty Black Ops 3, Assassin’s Creed Syndicate, The Witcher 3, dan Grand Theft Auto V. Untuk Rise of The Tomb Raider, kami masih merasa cukup yakin dengan playability-nya, karena game ini memiliki skalabilitas yang tinggi; artinya ia bisa menurunkan kualitas grafisnya supaya kartu grafis kelas bawah sekalipun bisa memainkannya. Namun, lain masalah dengan Assassin’s Creed Syndicate! Game ini begitu kejam menarik daya dari graphics card dan kami ramalkan ia tidak akan berjalan baik di GT 710!

Rise of The Tomb Raider

Ketika dimainkan dengan setting maksimumnya, Rise of The Tomb Raider mampu memperlihatkan tampilan grafis yang begitu indah. Namun, bila diperlukan, ia dapat menurunkan kualitas grafisnya sampai begitu minimum. Semua itu dapat dilakukan game ini demi dapat dimainkan oleh semua kalangan. Oleh karena itu pula kami merasa optimis GT 710 dapat menjalankan game ini dengan cukup baik. Sebelum sampai ke setting apa yang akan kami gunakan, berikut spesifikasi minimum untuk memainkannya:

  • Prosesor: Intel Core i3-2100
  • Memory: 6 GB
  • Graphics Card: NVIDIA GTX 650 2GB atau AMD HD7770 2GB
  • Storage: 25 GB

Bila hanya melihat dari permintaan Video Memory saja, GT 710 masuk ke dalam golongan bisa main. Namun, kemampuannya ketinggalan jauh di belakang kartu grafis minimum untuk memainkannya, yaitu sekitar tiga kali lipatnya. Melihat kenyataan tersebut, kami menyesuaikan settingnya dengan kondisi terendah, yaitu resolusi 800×600 dengan setting Lowest. Pada setting yang sangat rendah seperti inipun kami memperkirakan frame ratenya akan sangat rendah. Pertanyaannya sekarang adalah, mampukah kami memainkan game ini meskipun nilai kinerjanya sangat rendah? Berikut detail setting yang kami gunakan untuk memainkan game ini:

 

Gaming Dengan Nvidia GT 710 (2) Gaming Dengan Nvidia GT 710 (3) Gaming Dengan Nvidia GT 710 (4)

Pada setting terendah, kami menemukan game ini dapat berjalan dengan cukup lancar. Meskipun gambarnya begitu pecah dan terlihat seperti didominasi oleh pixel berukuran besar, tetapi permainan dapat berjalan dengan cukup baik; setidaknya kami dapat memainkannya tanpa terhenti di tengah aksi. Sedangkan untuk ukuran frame rate yang dihasilkannya, kami menemukan game ini berjalan di kisaran 16 hingga 25 fps. Sedangkan ketika kami berada di dalam goa, nilainya berubah ke kisaran 18 hingga 30 fps.

 

Gaming Dengan Nvidia GT 710 (5) Gaming Dengan Nvidia GT 710 (6)

Angka yang dihasilkannya memang begitu kecil, terutama bila Anda terbiasa dengan nilai 60 fps sebagai kondisi standar untuk bermain. Lucunya, angka kecil itu ternyata tidak begitu mengganggu permainan karena resolusinya yang begitu kecil! Masalahnya hanyalah ketajaman grafisnya dikorbankan begitu banyak. Bila kami menaikkan resolusinya ke 1024×768, rendahnya frame rate tersebut tentu akan langsung terasa, dengan gameplay yang berjalan pelan dan patah-patah.

 

Gaming Dengan Nvidia GT 710 (7) Gaming Dengan Nvidia GT 710 (8)
Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…