Review Corsair Gaming Katar: Untuk FPS dan MOBA!

Author
David Novan
Reading time:
March 23, 2016
Katar dirancang khusus untuk keperluan bermain FPS dan MOBA
Katar dirancang khusus untuk keperluan bermain FPS dan MOBA

Bila dibandingkan dengan perangkat gaming lain, mouse gaming memiliki kebutuhan yang jauh lebih detail, terutama ketika mulai digunakan untuk keperluan kompetisi atau pro gamer. Mulai dari arsitektur eksterior, kepekaan sensor, bahkan sampai kerasnya tekanan tombol dan dukungan driver harus diperhatikan dengan seksama. Itu sebabnya mouse gaming yang cocok untuk gamer yang memainkan genre tertentu tidak berarti klop dengan pemain genre lain. Berdasar fakta inilah Corsair Gaming Katar hadir, demi memenuhi kebutuhan gamer profesional di genre FPS dan MOBA, pasar pro gaming yang semakin hari kian menanjak popularitasnya.

Lampu yang menerangi logo Corsair dapat diubah warnanya dengan bantuan program drivernya
Lampu yang menerangi logo Corsair dapat diubah warnanya dengan bantuan program drivernya

Hanya dengan melihat dari kebutuhan dua genre itu saja sudah jelas apa yang harus dipenuhi oleh Katar; mouse gaming ini harus memiliki keakuratan sensor yang luar biasa tinggi serta kepekaan tombol yang mampu menghantarkan setiap klik tanpa adanya lag. Dua persyaratan yang berhasil dipenuhi oleh Corsair Gaming Katar. Ditambah lagi Katar memiliki harga yang terjangkau untuk kebutuhan gaming yang biasanya hanya dapat dipenuhi oleh perangkat mahal. Hanya dengan bermodalkan sekitar 500 ribuan, Anda bisa menggunakan mouse gaming yang mampu membantu meraih kemenangan dan mendukung skill Anda dengan maksimal.

Katar terkesan pendek dan mencembung
Katar terkesan pendek dan mencembung

Kemampuan Katar yang tinggi dan di saat bersamaan memiliki harga yang relatif murah tentu saja mengorbankan aspek lain. Elemen yang menurut kami dikorbankan demi mendapatkan kinerja tinggi adalah eksteriornya. Desain dari mouse ini begitu sederhana dan dirasa tidak cocok untuk semua jenis telapak tangan. Mouse ini juga mengurangi jumlah tombol yang biasanya ditemukan pada mouse gaming. Namun sekali lagi, tombol tambahan tidak selalu menjadi keharusan dan ada cukup banyak gamer yang sama sekali tidak menggunakan tombol ekstra tersebut ketika bermain.

Karena sifatnya yang ambidexterious, kedua sisi Katar dibuat sama
Karena sifatnya yang ambidexterious, kedua sisi Katar dibuat sama

Sedangkan untuk dukungan program drivernya, Katar menggunakan opsi setting yang cukup rumit. Fitur yang dapat ditemukan di dalamnya memang cukup lengkap. Akan tetapi tidak mudah untuk digunakan oleh gamer yang tidak mengerti teknis dan mau repot untuk melakukan fine tune. Namun untuk gamer yang mengerti dan mampu menggunakannya, driver tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja dari mouse serta mampu digunakan untuk kebutuhan spesifik ketika bermain.

Program drivernya cukup rumit untuk digunakan oleh gamer casual
Program drivernya cukup rumit untuk digunakan oleh gamer casual

Bentuk Sederhana

Eksterior dari Katar tampaknya tidak bisa dijadikan cerminan dari kemampuannya. Bermodalkan bentuk yang sederhana, Katar mampu menipu calon pembelinya. Alasan utamanya jelas sekali terlihat; Katar tidak terlihat seperti mouse gaming, apalagi untuk keperluan pro gamer. Bentuknya lebih dekat kepada mouse untuk penggunaan biasa dan kantoran. Meskipun bila dilihat lebih dekat, Katar memiliki beberapa karakteristik yang sangat penting untuk keperluan gaming.

Permukaan Katar dibuat dari bahan yang agak kasar untuk meningkatkan grip
Permukaan Katar dibuat dari bahan yang agak kasar untuk meningkatkan grip

karakteristik pertama yang tersembunyi dari pandangan awam adalah bahan permukaannya. Pada bagian punggung mouse, Anda dapat menemukan bahan yang cukup kasar. Sifat kasar tersebut sangat penting ketika bermain game, terutama untuk gaming dalam durasi yang lama. Selain mampu menyerap keringat yang dihasilkan oleh telapak tangan, bahan tersebut juga meningkatkan grip. Hanya gamer saja yang mengerti pentingnya grip antara telapak tangan dan mouse ketika bermain.

Sedangkan pada bagian sisinya, Katar menggunakan konsep yang berbeda dengan punggung mouse. Pada bagian ini, Katar menambahkan dukungan pola menonjol disamping bahan yang agak kasar tadi. Gunanya tidak lain adalah untuk semakin meningkatkan grip ketika menggunakan mouse. Punggung mouse hanya memerlukan grip ketika menggeser mouse. Akan tetapi sisi mouse memerlukan lebih banyak grip ketika digunakan dalam mengangkat mouse.

Katar tidak menambahkan kemiringan punggung seperti mouse gaming lain karena fitur ambidexterious
Katar tidak menambahkan kemiringan punggung seperti mouse gaming lain karena fitur ambidexterious

Konsep penambahan grip ini ternyata berhasil dengan baik ketika kami gunakan di dalam game. Selain penggunaan bahan yang kasar dan pola menonjol, Katar juga menambahkan lekukan di sisinya untuk lebih memudahkan ketika mengangkat mouse. Selain dari sisi eksternal, Katar juga memberikan dukungan lebih baik lagi dengan pengaturan sensor pada drivernya untuk mendeteksi tinggi angkat. Jadi, fitur ini dapat mengatur seberapa jauh jarak antara sensor dan permukaan yang masih diizinkan untuk menggerakkan pointer.

Pola pada sisi mouse sangat membantu grip ketika akan mengangkat mouse
Pola pada sisi mouse sangat membantu grip ketika akan mengangkat mouse

Desain Ambidexterious

Panjang mouse ini bisa dibilang cukup pendek. Itu sebabnya mouse ini bisa jadi akan membuat pengguna dengan ukuran telapak tangan besar menjadi tidak nyaman. Apalagi bila ia terbiasa menggunakan mouse dengan menggenggamnya. Sebab, Katar lebih cocok digunakan dengan cara memegang seperti cakar. Artinya, jari yang menekan tombol mouse tidak menyandar pada tombol mouse, tetapi melengkung seperti kait dan hanya ujung jari yang bersentuhan dengan permukaan tombol.

Tombol mouse Katar dirancang untuk dapat mudah ditekan dan tidak terlalu keras
Tombol mouse Katar dirancang untuk dapat mudah ditekan dan tidak terlalu keras

Ketika digunakan untuk bermain game dengan durasi yang pendek, seperti FPS dan MOBA, cara menggunakan seperti ini sangat penting. Karena jari bisa lebih cepat menekan dan tidak mudah lelah ketika menekan berulang kali dengan cepat, seperti yang terjadi pada MOBA. Namun ketika digunakan untuk bermain game yang membutuhkan durasi lama, seperti RPG, cara menggunakan mouse seperti ini akan membuat telapak tangan terasa lelah. Ketika kami meletakkan jari seperti pada mouse genggam, ujung jari kami melewati tepian paling jauh tombol mouse dan menekan tombol dengan buku jari bagian tengah.

Pengaturan DPI dari Pro Gamer dapat Anda gunakan melalui bantuan drivernya
Pengaturan DPI dari Pro Gamer dapat Anda gunakan melalui bantuan drivernya

Sedangkan pada sisi mouse, kami tidak dapat menemukan tombol thumb yang biasanya menghiasi mouse gaming. Tampaknya keputusan untuk menihilkan tombol tambahan tersebut demi mendukung fungsi ambidexterious dari Katar. Berkat fitur tersebut, gamer bertangan kidal dapat menggunakan mouse gaming ini. Pada satu sisi hal ini adalah nilai tambah untuk Katar. Namun, bisa juga menjadi kekurangannya, karena tombol thumb dapat memberikan keuntungan pada beberapa skenario, terutama untuk mempercepat aktivasi tombol yang biasanya ada di keyboard atau untuk macro.

Tombol DPI di bagian punggung mouse memudahkan penggantian ukuran DPI
Tombol DPI di bagian punggung mouse memudahkan penggantian ukuran DPI

Karena sifatnya yang ambidexterious, maka pada sisi luar yang biasanya bersentuhan dengan kelingking, terutama untuk pengguna bertangan kanan, diberikan pula bahan kasar dan pola, sama seperti pada bagian dalamnya. Hal ini jelas selain untuk lebih meningkatkan grip, juga sebagai bentuk dukungan untuk pengguna kidal. Namun seperti pada mouse ambidexterious lainnya, bentuk Katar menjadi sama antara sisi kanan dan kirinya. Jadi, Anda tidak dapat menemukan lekukan dan kemiringan punggung mouse yang biasanya sengaja dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.

Mousewheel Katar dibuat dari karet dan berpola supaya lebih mudah digunakan
Mousewheel Katar dibuat dari karet dan berpola supaya lebih mudah digunakan
Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…
April 22, 2021 - 0

Review NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Cerita Indah Penuh Derita!

Dengan popularitas yang ia raih, hampir sebagian besar gamer memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…