Review Viper V760: Tangguh dan Dapat Diandalkan!

Author
David Novan
Reading time:
March 31, 2016
Viper V760 dirancang dengan kokoh dan menggunakan saklar Brown yang dapat diandalkan
Viper V760 dirancang dengan kokoh dan menggunakan saklar Brown yang dapat diandalkan

Keyboard mekanik memiliki kelebihan yang cukup besar bila dibandingkan dengan saudaranya yang masih menggunakan landasan karet, alias keyboard secara umumnya. Penggunaan switch yang didedikasikan untuk mengaktifkan setiap tombol di dalam keyboard, yang jumlah tombolnya mencapai lebih dari 100 buah, tentunya terdengar absurd bagi pengguna biasa. Namun, tidak demikian dengan gamer. Bagi gamer, saklar individual untuk setiap tombol diartikan sebagai semakin meningkatnya respons waktu antara menekan tombol dan perintah tersebut dijalankan di dalam game.

Tombol keyboard dapat mudah dilepas untuk membersihkan bagian bawahnya
Tombol keyboard dapat mudah dilepas untuk membersihkan bagian bawahnya

Namun, pada prakteknya keyboard mekanik tidak semuanya sama. Keyboard tersebut dipisahkan oleh beragam jenis saklarnya, dan dibagi sesuai dengan tekanan atau feedback saklar ketika ditekan. Rasanya tidak ada jenis saklar yang paling ideal untuk bermain game, karena setiap gamer memiliki preferensi berbeda mengenai jenis saklar yang disukainya. Bila Anda menyukai saklar Brown yang kasarnya berada antara Black yang berat dan Red yang ringan, maka Viper V760 bisa menjadi teman baru Anda ketika bermain.

Permukaan tombol dibuat tidak terlalu kasar
Permukaan tombol dibuat tidak terlalu kasar

Bermodalkan saklar mekanik Brown, Viper V760 memberikan tekanan yang wajar, alias bisa digunakan untuk bermain game atau untuk menulis. Saklar yang digunakannya bukan Cherry, saklar yang sangat sering dijumpai pada keyboard mekanik, melainkan Kailh. Kesan yang diberikan oleh pabrikan Kailh tentu saja berbeda dengan Cherry. Berkat penggunaan saklar Kailh tersebut, harga dari Viper V760 menjadi cukup terjangkau, yaitu sekitar $110. Untuk keyboard mekanik dengan 100 lebih saklar mekanik plus cahaya dengan spektrum besar, harga tersebut cukup masuk akal.

Pada bagian atas keyboard ditambahkan slot USB
Pada bagian atas keyboard ditambahkan slot USB

Beralih dari saklarnya, Viper V760 memiliki desain yang kokoh. Bukan hanya dari bentuknya saja, tetapi ia memang menggunakan bahan yang kuat. Selain itu, keyboard ini juga memiliki dukungan program driver yang cukup multiguna. Untuk menggunakan drivernya, cukup download dari website resminya (www.patriotmemory.com) dan beragam fitur tambahan dapat Anda gunakan. Seperti yang mungkin bisa Anda tebak sendiri dari website tersebut, Viper V760 adalah lini keyboard gaming dari pabrikan memory Patriot.

Dukungan program driver untuk mengubah cahaya dan meningkatkan kinerja keyboard
Dukungan program driver untuk mengubah cahaya dan meningkatkan kinerja keyboard

Eksteriornya Kokoh

Tampilan luar yang dipancarkan oleh Viper V760 adalah kekuatan. Bermodalkan garis yang tegas dan bahan metalik, keyboard ini memberikan kesan yang jelas dalam kekokohannya. Bukan hanya kesan saja, bahan untuk membangun keyboard ini memang benar-benar kuat. Sebab, permukaan luarnya dilapisi oleh alumunium kaliber pesawat. Jadi, keawetan keyboard ini ketika melawan benturan yang tentunya tidak disengaja akan sangat tinggi.

Bahan eksterior keyboard adalah alumunium kaliber pesawat yang kokoh
Bahan eksterior keyboard adalah alumunium kaliber pesawat yang kokoh

Berkat penggunaan bahan yang kuat tersebut, Viper V760 otomatis tidak dapat menggunakan bentuk yang eksotis dan futuristik. Bentuk luarnya tergolong biasa saja, tanpa adanya lekukan yang seksi. Penggunaan cahaya pada keyboard ini, yang wajar ditemui untuk perangkat gaming modern, terbatas pada cahaya dari saklar keyboard saja. Berkat profil tombol keyboard yang tinggi dari Viper V760, cahaya tersebut selain terpancar ke permukaan tombol juga memendar ke permukaan keyboard. Hal ini meningkatkan penilaian kami akan visualnya.

Profilnya cukup tinggi bila dibandingkan dengan keyboard biasa
Profilnya cukup tinggi bila dibandingkan dengan keyboard biasa

Profil yang tinggi dari keyboard ini tentu saja akan menimbulkan masalah tersendiri. Bila dibandingkan dengan keyboard biasa, tinggi Viper V760 jauh menjulang. Bahkan ketika dibandingkan dengan keyboard biasa yang menggunakan kaki penopang di bagian bawahnya, ujung tombol keyboard ini tanpa menggunakan kaki penopangnya masih lebih tinggi. Oleh karena itu, ketika menggunakannya Anda akan perlu menyisihkan waktu untuk membiasakan diri, sebelum mulai menggunakannya di kompetisi atau permainan yang serius.

Tombol multimedia tersedia untuk memudahkan navigasi ketika bermain
Tombol multimedia tersedia untuk memudahkan navigasi ketika bermain

Untuk menggunakan keyboard ini, Anda perlu menyisihkan dua slot USB. Satu USB digunakan untuk menjalankan Viper V760 dan satu lagi diteruskan untuk slot USB di badan keyboard. Hal ini tentu saja dapat sangat membantu, karena Anda tidak perlu membungkuk ke belakang PC untuk menancapkan perangkat USB. Cukup tusuk ke slot USB di keyboard saja!

Tombolnya sendiri cukup tinggi dan akan merepotkan pengguna dengan telapak tangan kecil
Tombolnya sendiri cukup tinggi dan akan merepotkan pengguna dengan telapak tangan kecil

Lembut dan Nyaman

Masih terkait dengan eksteriornya, Viper V760 tampaknya tidak lupa untuk mengutamakan kenyamanan penggunanya. Hal ini terbukti dengan digunakannya bentuk tombol yang melengkung supaya dapat menopang kontur jari dengan baik. Selain itu, bahan permukaan tombol juga dibuat tidak kasar dan dapat memberikan grip yang cukup ketika berkeringat. Fitur ini tentu saja akan sangat berguna ketika Anda bermain game yang membutuhkan durasi lama, seperti RPG action dan shooter.

Tombol fungsi bergambar Viper berguna untuk mengaktifkan beragam fitur tambahan
Tombol fungsi bergambar Viper berguna untuk mengaktifkan beragam fitur tambahan

Fitur lain yang kami rasa cukup menarik adalah konsep yang digunakan pada palmrest atau handrest. Papan yang biasa ditemukan di bagian bawah keyboard untuk menopang pergelangan tangan ini sangat berguna untuk menunjang kenyamanan. Pada Viper V760, permukaan penopang tersebut dibuat dari bahan yang lembut. Sudutnya juga sangat tepat, sehingga ia dapat lebih meningkatkan fungsinya sebagai penopang.

Tombol cahaya berada di deretan atas keyboard; fungsi dari tiap tombol sayangnya tidak dijelaskan
Tombol cahaya berada di deretan atas keyboard; fungsi dari tiap tombol sayangnya tidak dijelaskan

Bila Anda tidak suka dengan penggunaan penopang tersebut, ia dapat dengan mudah dicabut dari badan keyboard. Tanpa adanya mekanik rumit, penopang tersebut menempel pada badan keyboard menggunakan magnet. Ketika kami mengangkat keyboard ini dengan penopang tersebut terpasang, ternyata ia tidak lantas lepas. Jadi, magnet yang digunakan tampaknya cukup kuat, tetapi tidak terlalu kuat sehingga sulit untuk dilepas.

Pilihan pola cahayanya sangat banyak, dari F1 sampai F12
Pilihan pola cahayanya sangat banyak, dari F1 sampai F12

Menggunakan keyboard ini tanpa peonpang tersebut juga dapat diterima. Namun profil yang tinggi dari Viper V760 rasanya akan membuat pengguna dengan tangan yang kecil kerepotan. Pasalnya, Anda harus mengangkat telapak tangan di atas keyboard bila memiliki telapak tangan berukuran kecil. Kondisi ini tampaknya akan sering ditemui untuk pengguna perempuan, baik ketika mengetik ataupun bermain game. Otomatis tangan akan menjadi cepat lelah dan mengurangi kenyamanan bermain. Namun untuk pengguna lelaki, tampaknya hal ini akan jarang ditemui.

Palmrest dapat dilepas dengan mudah, karena berbasis magnet untuk melekatkan dirinya ke badan keyboard
Palmrest dapat dilepas dengan mudah, karena berbasis magnet untuk melekatkan dirinya ke badan keyboard
Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…
April 22, 2021 - 0

Review NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Cerita Indah Penuh Derita!

Dengan popularitas yang ia raih, hampir sebagian besar gamer memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…