Review SteelSeries Apex M260: Menjual Fungsi dan Ketahanan!

Reading time:
April 7, 2016
Steelseries Apex M260
Steelseries Apex M260

Steelseries Apex M260? Tenang saja, karena kami juga sama bingungnya dengan Anda. Seperti proses review pada umumnya, kami melakukan sedikit proses pencarian informasi untuk tahu apa yang sebenarnya jadi kekuatan dan kelemahan keyboard mekanikal yang satu ini, setidaknya dari kacamata SteelSeries itu sendiri sebagai sang peracik. Namun secara mengejutkan, tak ada informasi sama sekali terkait produk ini situs resmi mereka. Hanya ada beberapa tautan dari beberapa situs lain yang semuanya tampaknya berasal dari Asia, terutama Asia Tenggara. Dengan minimnya informasi soal produk yang satu ini, maka bisa disimpulkan, ini memang produk yang didesain untuk pasar Asia.

Berusaha mencari informasi soal produk ini di Steelseries global tak akan menghasilkan apapun. M260 memang didesain dan dipasarkan hanya untuk pasar Asia saja.
Berusaha mencari informasi soal produk ini di SteelSeries global tak akan menghasilkan apapun. M260 memang didesain dan dipasarkan hanya untuk pasar Asia saja.

Menarik tentu saja, karena tak sedikit negara di Asia Tenggara, apalagi di Indonesia, punya kemampuan belanja yang tentu saja berbeda dengan negara-negara maju lain yang mungkin punya pendapatan per kapita lebih besar. Berangkat dari asumsi yang satu ini, posisi SteelSeries APEX M260 menjadi sebuah produk yang menarik untuk disimak. Apa yang ia tawarkan untuk menarik pasar yang cukup unik ini? Fitur seperti apa yang ia tawarkan dan apa yang harus dikorbankan untuk sebuah tingkat harga yang lebih “rasional”? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Desain dan Fitur

M260 tersedia dalam dua varian: Frost Blue dengan warna dasar putih, dan Heat Orange dengan warna dasar hitam.
M260 tersedia dalam dua varian: Frost Blue dengan warna dasar putih, dan Heat Orange dengan warna dasar hitam.

SteelSeries sendiri sebenarnya menawarkan dua varian  Apex M260 di pasaran, satu yang berwarna putih dengan menyandang nama “Frost Blue” karena LED warna biru yang mendominasinya dan satu lagi yang berwarna hitam dengan nama “Heat Orange”, yang juga diambil karena warna LED yang ia usung. Kebetulan versi Heat Orange-lah yang tiba di kantor kami. Secara pribadi, setidaknya dari begitu banyak gambar yang tersebar di dunia maya, Frost Blue memang terlihat lebih menggoda dari segi komposisi warna walaupun memuat sedikit elemen resiko jika Anda termasuk gamer yang tak terlalu higienis.

Ia terlihat maskulin dan solid.
Ia terlihat maskulin dan solid.
Shortcut ragam fungsi multimedia.
Shortcut ragam fungsi multimedia.

Dari tampilan kasar, Apex M260 versi Heat Orange yang kami dapatkan memang tak bisa dibilang terlihat istimewa. Seperti keyboard mekanikal pada umumnya, Anda akan bertemu dengan sebuah keyboard dengan ukuran yang tak seberapa besar, namun menawarkan kenyamanan yang maksimal. Selain sebuah logo SteelSeries khas yang disematkan di bagian kanan atas keyboard, LED jadi satu-satunya tumpuan sisi kosmetik keyboard yang satu ini. Bentuknya sendiri terlihat cukup maskulin dan solid, dengan pilihan bahan yang juga cukup baik. Seperti keyboard konvensional pada umumnya, tak ada ekstra tombol dan sejenisnya. Ada kesempatan untuk mengatur beragam fungsi multimedia secara langsung dan shortcut untuk fungsi tertentu. Itu saja.

Sisanya? Anda akan bertemu dengan sebuah desain dan fitur keyboard gaming yang tak terlalu istimewa, sesuatu yang bisa Anda temukan di produk kompetitor atau dalam lingkaran SteelSeries itu sendiri. Pendekatan seperti ini memang kian menguatkan satu hal, bahwa Apex M260 memang tak didesain untuk sekedar “tampil cantik”.

SteelSeries Apex M260, Seberapa Nyaman?

Steelseries Apex M260, Seberapa Nyaman?
Steelseries Apex M260, Seberapa Nyaman?

Sebelum kita membicarakan seberapa nyamannya Apex M260 sebagai sebuah keyboard gaming mekanikal, ada beberapa detail yang harus Anda ketahui terlebih dahulu. Yang paling penting? Ia tidak mendukung perangkat lunak sama sekali. Ini berarti tak ada fungsi dari Steelseries Engine versi berapapun untuk menambahkan ekstra fungsi atau modifikasi kosmetik yang mungkin jadi bagian tak terpisahkan dari banyak produk saat ini.

Heat orange untuk LED orange, Frost Blue untuk LED biru.
Heat orange untuk LED orange, Frost Blue untuk LED biru.

[gfycat data_id=”AnyValuableAsiansmallclawedotter”]

Apex M260 adalah sebuah produk yang lebih sederhana dan lugas. Seperti namanya, LED yang Anda dapatkan tak akan bisa diubah-ubah. Heat Orange berarti LED berwarna orange, sementara Frost Blue memuat LED berwarna biru. Satu-satunya cara mengatur fungsi LED ini hanyalah via shortcut FN + Arrow yang menyediakan intensitas cahaya dan pilihan satu di antara lima varian yang ada.

Mengandalkan Kailh dengan beragam varian.
Mengandalkan Kailh dengan beragam varian.
PBT Double Shot menawarkan sensasi di ujung jari yang berbeda, sekaligus ekstra ketahanan.
PBT Double Shot menawarkan sensasi di ujung jari yang berbeda, sekaligus ekstra ketahanan.

Keputusan untuk menghadirkan perangkat lunak mungkin akan membuat beberapa berakhir menarik diri dan tak tertarik dengan produk yang satu ini. Namun untuk Anda yang tak berkeberatan, Apex M260 jadi keyboard mekanikal yang bisa diandalkan. Untuk mencapai harga yang lebih terjangkau, Steelseries memilih switch Kailh untuk memperkuatnya, tentu saja dengan beragam varian warna. Kebetulan, kami mendapatkan versi switch black yang walaupun tak pernah jadi preferensi pribadi kami, menjalankan fungsinya dengan sangat baik. Feedback dan translasi perintah yang Anda lemparkan ditanganinya dengan baik, apalagi dengan fitur anti-ghosting yang ada. Yang menarik, SteelSeries juga merancang setiap caps yang ada dengan PBT Double Shot, yang jadi jaminan mutu bahwa tekstur tulisan tak akan menghilang walaupun digunakan dengan seintensif mungkin.

Dengan bentuk dan fungsi yang begitu lugas, maka Anda tak bisa berharap banyak bahwa Anda akan mendapatkan sesuatu yang lebih dari sebuah keyboard mekanikal dengan harga yang cukup terjangkau. Anda benar-benar hanya mendapatkan sebuah keyboard di dalam packaging, tanpa konten apapun.

Sebuah sebuah keyboard gaming, ia menjalankan tugasnya dengan begitu baik, tanpa keluhan.
Sebuah sebuah keyboard gaming, ia menjalankan tugasnya dengan begitu baik, tanpa keluhan.

Namun tenang saja, dari urusan performa, tak ada yang perlu diragukan dari keyboard yang satu ini. Kami sendiri menjajalnya di DOTA 2 dan tentu saja, menjadikannya sebagai andalan untuk mengerjakan artikel selama beberapa minggu terakhir. Ukuran dan posisi tuts yang nyaman membuat tangan kami mampu beradaptasi dengan super cepat dengan aktivitas mengetik yang minim kesalahan, termasuk ketika mengerjakan review yang satu ini. Setidaknya, tangan Anda tak terasa canggung dengan memori otot Anda ketika beralih dari keyboard yang lain. Sementara dari sisi gaming, fitur anti-ghosting dan kenyamanan feedback yang ia tawarkan membuatnya bisa memfasilitasi genre apapun yang Anda lemparkan padanya, termasuk yang butuh reaksi cepat seperti MOBA sekalipun. Ia mengerjakan tugasnya sebagai sebuah keyboard gaming dengan sangat baik.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…