Nioh Versi Barat akan Tampil Lebih Brutal

Reading time:
April 13, 2016
nioh alpha demo (3)

Tanda tanya besar memang setiap kali kita membicarakan standar apa yang dianggap pantas atau tidak pantas untuk mereka yang tinggal di daratan Eropa dan Amerika Serikat. Bukan rahasia lagi bahwa kita sering menemukan game rilis Jepang yang akhirnya harus memotong beberapa konten, dari sisi cerita hingga visual, untuk meminimalisir kritik ketika meluncur ke Barat. Lihat saja apa yang dilakukan Nintendo dengan seri Fatal Frame dan Fire Emblem terbaru yang mengalami penghilangan fitur, terutama yang terkait dengan eksploitasi karakter wanita yang ada. Namun bukan berarti semua game akan melewati proses yang sama. Game teranyar racikan Team Ninja – Nioh justru akan tampil lebih brutal di versi Baratnya.

Bagi Anda yang lupa, Nioh merupakan game dengan cita rasa ala Dark Souls dan Ninja Gaiden dengan setting yang akan membuat Anda yang sempat mencicipi Onimusha di masa lalu merasa familiar. Direncanakan rilis tahun ini, sang developer – Team Ninja memastikan bahwa Nioh akan tampil lebih brutal di versi Barat daripada di versi Jepangnya. Versi Baratnya akan memuat konten mutilasi yang akan memungkinkan sang karakter utama untuk tak hanya sekedar membunuh musuh yang ia temui, tetapi juga membuat mereka berakhir menjadi beberapa potong bagian. Hal ini mereka konfirmasikan via akun Youtube resmi.

Nioh versi barat akan hadir dengan fitur pemotongan bagian tubuh, lebih brutal daripada versi Jepangnya.
Nioh versi barat akan hadir dengan fitur pemotongan bagian tubuh, lebih brutal daripada versi Jepangnya.

Nioh sendiri akan dirilis eksklusif untuk Playstation 4 di tahun 2016 ini juga, walaupun masih tanpa tanggal rilis pasti. Ia juga akan mendapatkan sebuah alpha demo di akhir bulan ini untuk memberikan kesempatan bagi gamer mencicipi daya tariknya secara langsung. Can’t wait!

Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…