10 Alasan Utama Memilih PC Daripada Konsol!

Reading time:
May 30, 2016
feat-image-gaben-master-rac

Anda yang sempat membaca JagatPlay selama satu minggu terakhir tentu sempat membaca artikel “10 Alasan Utama Memilih Konsol Daripada PC” yang kami rilis. Terlepas dari respon beberapa gamer yang tak membaca jelas artikel tersebut dan langsung menyebut kami sebagai fanboy konsol, tak bisa dipungkiri bahwa mesin gaming yang diracik oleh Sony, Microsoft, dan Nintendo tersebut memang punya daya tarik tersendiri, terutama ketika mulai membicarakan game-game eksklusif yang mereka tawarkan. Optimalisasi untuk game first party memungkinkan pencapaian teknis yang luar biasa dan menggoda. Walaupun demikian, bukan berarti platform gaming lain yang lebih fleksibel seperti PC, misalnya, inferior. Semua gamer yang rasional, termasuk kami, tahu jelas bahwa platform yang satu ini tak akan pernah bisa ditundukkan dari sisi performa. Bahkan jika Anda punya dana yang terbatas untuk hanya bisa memiliki satu platform gaming, ia jadi investasi yang tak bisa dikesampingkan begitu saja.

Dengan lusinan game eksklusif yang ditawrkan konsol dan seringkali menghiasi halaman depan beragam media gaming, termasuk JagatPlay, PC memang seolah kian tersingkirkan dari persaingan platform gaming saat ini. Apalagi ia tak lagi sekedar “PC” saja, karena mulai banyak pihak yang berusaha menumbuhkan platform-platform unik tersendiri di dalamnya yang kemudian memecah komunitas dalam bentuk “eksklusivitas” yang berbeda. Game racikan EA hanya tersedia di Origin, Blizzard di Battle.net sementara Microsoft mulai melepas game-game yang hanya bisa dimainkan untuk Windows 10 saja karena dukungan DirectX 12 yang ia tawarkan. Walaupun semuanya masih bergerak di dalam “PC” sebagai sebuah platform, hal ini memunculkan dinamika unik tersendiri.

Jadi, jika Anda termasuk gamer dengan dana terbatas yang masih menimbang matang untuk memilih sebuah platform gaming, ada beberapa alasan mengapa Anda mungkin harus lebih mempertimbangkan PC sebagai alternatif utama daripada konsol. Apa saja alasannya? Ini dia list alasan versi JagatPlay:

  1. Mouse & Keyboard

mouse keyboard

Anda termasuk gamer yang senang mencicipi game-game FPS, Strategy, atau MMORPG? Maka PC menjadi platform gaming terbaik hanya karena ia menjadikan mouse dan keyboard sebagai “kontroler” utama. Memainkan game FPS yang butuh presisi tinggi untuk membidik musuh dengan respon super cepat, mouse memfasilitasi hal tersebut dengan jauh lebih baik daripada kontroler konvesional dengan dukungan fitur aim-assist sekalipun. Hal ini semakin kompleks ketika kita mulai masuk ke game-game strategi kompleks yang menuntut Anda untuk mengatur banyak unit sekaligus dengan kebutuhan untuk terus menjaga APM (Action Per Minute) dan waspada untuk setiap detail yang terjadi di medan pertempuran. Difasilitasi dengan  keyboard yang tentu menawarkan lebih banyak tombol dan kombinasi untuk digunakan, genre ini menjadi lebih relevan di PC. MMORPG mungkin mulai masuk ke dalam pasar konsol, seperti Final Fantasy XIV misalnya. Namun kebutuhan untuk mengetik sesuatu dengan cepat, apalagi berinteraksi dengan anggota tim Anda tanpa microphone jadi tugas menyebalkan dengan kontroler konvesional konsol.

  1. Game Eksklusif

lanaya

Konsol memang seringkali dlihat sebagai “gudang” game eksklusif, padahal PC sebenarnya punya banyak game eksklusif yang menarik untuk dicicipi, di luar game-game indie yang bahkan belum terdengar akan hijrah ke konsol atau tidak. Gamer yang menyenangi genre Strategy dan MOBA, sudah pasti harus memilih PC sebagai platform gaming utama karena hanya PC sajalah yang bisa memfasilitasi kompleksitas di dalamnya. Anda bisa bayangkan betapa sulitnya memainkan seri Civilization V atau DOTA 2 di konsol. Namun eksklusivitas tersebut tak hanya terpaku pada dua genre yang ini saja. Game-game action yang menawarkan visualisasi yang luar biasa, dunia yang lebih luas, atau apapun konten yang tak akan bisa ditangani oleh lemahnya performa konsol seperti Star Citizen, misalnya, hanya akan bisa dirilis di PC saja. Eksklusif konsol mungkin mendapatkan lebih banyak perhatian, namun bukan berarti PC tak punya game eksklusifyang sama atau bahkan lebih menggoda di dalamnya.

  1. Emulasi

RPCS3 directx 12

Pada akhirnya, performa berlebih PC bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih menakjubkan, seperti proses emulasi konsol generasi sebelumnya, misalnya. Dengan memanfaatkan arsitekturnya yang lebih terbuka, komunitas mulai mendesain PC sebagai mesin emulasi yang menjadi “daya tarik” ekstra dari sekedar game-game yang memang ditujukan untuknya. Anda bisa memainkan game dari Playstation 1, Playstation 2, GBA, Xbox lawas, Nintendo Wii, GameCube, Nintendo DS, hingga game-game klasik yang sempat dirilis di mesin arcade saja. Fungsi ini otomatis membuat library game yang bisa dimainkan di PC menjadi jauh lebih luas, terlepas dari fakta bahwa ia legal atau ilegal untuk dilakukan. Kerennya lagi? Tak akan ada pernah kata berhenti untuk fenomena yang satu ini. Dengan teknologi PC yang semakin mutakhir, maka potensi untuk emulasi konsol terbaru sekalipun akan muncul. Seperti yang terjadi saat ini, dimana emulator untuk Playstation 3, Xbox 360, Nintendo Wii U, dan Nintendo 3DS mulai dikerjakan.

  1. Upgrade Sesuai Budget

Playtest Nvidia GTX 1080 Founder Edition (1)

Dari sisi price / performance, konsol mungkin lebih menggoda. Optimalisasi yang dilakukan developer first party / third party bahkan terkadang membuat beberapa game konsol terlihat lebih menarik dibandingkan versi PC di setting yang terlihat sama. Walaupun demikian, konsol adalah mesin yang menuntut Anda untuk menyediakan sebuah budget tetap untuk dimiliki. Anda tidak akan memiliki sebuah Playstation 4, misalnya, hingga Anda sudah mengumpulkan uang 5 juta Rupiah. Begitu juga jika Sony merilis Playstation 4 Neo yang kabarnya akan diperkuat jeroan yang lebih mumpuni, yang kembali menuntut Anda untuk punya budget fix untuk membawanya pulang. PC jauh lebih fleksibel untuk urusan budget. Anda bisa “mencicil” PC impian Anda dengan membeli bagian yang memang sejauh ini memenuhi budget Anda, langsung merasakan sendiri peningkatan performa yang Anda suntikkan, dan kemudian menabung lagi untuk ekstra part selanjutnya. Hal ini membuatnya terasa lebih “ramah” di kantong.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…