Review Salt and Sanctuary: Sulit dan Adiktif!

Author
David Novan
Reading time:
May 25, 2016
Selamat datang di Salt and Sanctuary, dan bersiaplah untuk mati
Selamat datang di Salt and Sanctuary, dan bersiaplah untuk mati

Pengaruh franchise Dark Souls terhadap tren gaming saat ini tidak bisa dibilang kecil. Berkat keberanian franchise game tersebut, developer game kini menyadari bahwa gamer tidak takut dengan tantangan yang besar. Bahkan gamer ternyata menyambut tingkat kesulitan yang tinggi dan tidak kesal serta meninggalkan begitu saja game yang selalu membuat Game Over pemainnya. Semenjak itu, banyak game indie yang mengikuti pola Dark Souls, yaitu game dengan ancaman tingkat tinggi dan sama sekali tidak menawarkan cara untuk mempermudah permainannya. Itulah yang dibawa pula ke dalam Salt and Sanctuary.

Dialog dalam permainan menyusun ceritanya
Dialog dalam permainan menyusun ceritanya

Salt and Sanctuary bila dideskripsikan ke dalam kalimat singkat adalah Dark Souls dalam side-scrolling 2D. Tingkat kesulitan yang membuat pemainnya stress ketika bermain ada di sana, dan kompleksitas fitur yang diberikannya tidak kalah dengan game kaliber AAA. Bila Anda suka dengan konsep yang ditawarkan oleh Dark Souls tetapi tidak suka dengan presentasi visualnya yang, untuk beberapa kalangan, membuat pusing dan mata lelah, maka Salt and Sanctuary bisa jadi tepat untuk Anda.

Boss pertama, dan langsung mati!
Boss pertama, dan langsung mati!
Beragam petunjuk pengendalian karakter diberikan melalui pesan dalam botol
Beragam petunjuk pengendalian karakter diberikan melalui pesan dalam botol

Meskipun visualnya adalah 2D, tetapi game ini tidak sederhana dalam desain tampilannya. Sepanjang permainan, Anda dapat menemukan corak rancangan lingkungan yang begitu mengesankan, serta desain armor serta senjata yang banyak. Seperti layaknya game action RPG, Salt and Sanctuary menawarkan begitu banyak perlengkapan yang dapat Anda temui serta gunakan di dalam permainan. Rancangan musuhnya juga bervariasi. Semakin jauh ke dalam permainan, musuh yang ditemui akan semakin menyeramkan bentuknya, serta semakin demonik.

Kelas karakternya cukup banyak, dari Knight sampai koki
Kelas karakternya cukup banyak, dari Knight sampai koki

Pengendalian karakter pada Salt and Sanctuary juga patut mendapatkan pujian tersendiri. Pasalnya, game ini memberikan opsi untuk beragam gerakan seperti Dark Souls, walaupun gamenya sendiri berbentuk side-scrolling. Anda dapat dengan lincah menghindar, melakukan serangan balasan, bertahan dengan perisai, sampai menghantam musuh dari jauh dengan menggunakan sihir serta panah. Semua itu dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan keyboard dan mouse maupun controller. Namun kami sarankan untuk memainkan game ini dengan menggunakan controller, karena jauh lebih responsif untuk melakukan aksi berbasis refleks.

Gambar boleh 2D, sadisnya sama sekali tidak kurang
Gambar boleh 2D, sadisnya sama sekali tidak kurang

Dimulai Dengan Misteri

Kisah yang dibawakan oleh Salt and Sanctuary semenjak awal sudah dipenuhi misteri. Anda akan berperan sebagai salah satu prajurit yang mengawal seorang putri untuk dinikahkan dengan kerajaan tetangga. Namun di tengah perjalanan, kapal laut yang Anda gunakan diserang oleh pasukan zombie dan undead. Bermodalkan keberanian, Anda mulai bertarung untuk menemukan putri dan melindunginya. Satu per satu, rekan Anda di kapal ini bertumbangan dan hanya anda sendiri yang berhasil mencapai geladak kapal.

Statistiknya sederhana, tetapi memiliki peranan penting dalam pertarungan
Statistiknya sederhana, tetapi memiliki peranan penting dalam pertarungan

Namun, keberhasilan Anda ternyata hanya sementara saja. Ketika sampai di geladak kapal, Anda disambut oleh bayangan raksasa yang langsung menyerang ganas! Tidak mampu melawan bayangan yang jauh lebih superior kekuatannya, Anda tumbang. Ketika sadar, Anda berada di pantai berkabut di pulau antah berantah. Maka dimulailah petualangan Anda untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi dan mencari tahu lokasi putri yang harus Anda lindungi.

Sanctuary adalah tempat aman untuk Anda, serta tempat untuk menaikkan level
Sanctuary adalah tempat aman untuk Anda, serta tempat untuk menaikkan level
Usahakan untuk selalu mengejar peti dan membukanya, walaupun posisinya sulit dicapai
Usahakan untuk selalu mengejar peti dan membukanya, walaupun posisinya sulit dicapai

Kisah tersebut merupakan shock terapi untuk memperkenalkan permainan khas seri Dark Souls, yang digunakan pula pada Salt and Sanctuary. Pertarungan hampir mustahil melawan boss yang jauh lebih kuat di awal permainan, serta merasakan kematian, adalah awal yang selalu digunakan pada game sulit tersebut. Oleh karena itu, mati di dalam game ini adalah hal yang biasa, dan Anda harus terbiasa dengannya. Sebab bukan hanya boss saja yang dapat dengan mudah membunuh Anda, tetapi juga musuh biasa yang tidak disangka sebelumnya.

Nama lokasi yang ditampilkan elegan, dengan cepat terlupakan
Nama lokasi yang ditampilkan elegan, dengan cepat terlupakan

Narasi pada game ini berasal dari beragam dialog yang Anda lakukan dengan NPC. Beragam NPC dapat Anda temui pada game ini, dan tidak semuanya dapat dengan mudah ditemukan begitu saja. Ada pula NPC yang bersembunyi di ruangan rahasia, atau Anda perlu melalui beragam musuh yang kuat terlebih dahulu untuk sampai ke posisinya. NPC juga tidak selalu digunakan untuk menceritakan kisah di balik pulau misterius tersebut. Mereka juga dapat menawarkan petunjuk yang berguna, atau menjual sesuatu yang langka ditemui.

Bertahan memegang peranan penting untuk menyelamatkan hidup, terutama untuk karakter dengan armor berat
Bertahan memegang peranan penting untuk menyelamatkan hidup, terutama untuk karakter dengan armor berat

Review ini menggunakan testbed dari:

ROCCAT-Logo_Horizontal_2015_STR_BLK_NoBG

Dikerjakan Dengan ROCCAT Isku FX, ROCCAT Kone Pure,ROCCAT Hiro, dan ROCCAT Kave XTD Digital

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…