Valve Bantu Developer Game VR Hindari Eksklusivitas

Author
David Novan
Reading time:
June 20, 2016
steamvr

Game eksklusif seringkali menjadi kekuatan yang mendorong penjualan terhadap sebuat platform. Bila game eksklusif dari sebuah platform, misalnya console tertentu, berkualitas bagus dan banyak fansnya, maka penjualan console itu bisa dipastikan akan meningkat. Alasannya sangat jelas, game itu tidak bisa ditemui pada platform lain. Menguntungkan untuk penjualan platform bukan berarti otomatis menguntungkan gamer, karena gamer mau tak mau harus menguras tabungannya untuk membeli platform baru. Valve sebagai pemain besar di bidang gaming ternyata tidak suka melihat kondisi ini dan turun tangan untuk membantu developer VR menghindari jeratan kontrak eksklusif tersebut.

Bantuan yang ditawarkan oleh Valve adalah pendanaan untuk mengembangkan aplikasi VR bagi developer, tanpa adanya ikatan yang mengharuskan mereka membuat hanya untuk satu platform saja. Menurut penuturan Co-Founder Valve, Gabe Newell, perusahaannya akan memberikan pendanaan dalam bentuk “Prepaid Steam Revenue” dan developer tersebut bebas untuk memasukkan gamenya ke platform mana saja, entah itu Rift atau PlayStation VR.

Untuk mencegah masalah pendanaan yang berujung pada produk yang eksklusif, Valve menawarkan sebuah sistem pendanaan khusus untuk developer game VR.
Untuk mencegah masalah pendanaan yang berujung pada produk yang eksklusif, Valve menawarkan sebuah sistem pendanaan khusus untuk developer game VR.

Penjelasan lebih lanjut mengenai Prepaid Steam Revenue sendiri tidak diberikan oleh Gabe Newell, tetapi besar kemungkinan sistem itu adalah pembagian keuntungan setelah gamenya nanti laku dijual. Kebebasan untuk mendistribusikan aplikasi atau game VR yang dibuat developer independen tentunya akan mendorong perkembangan industrinya lebih cepat. Seperti yang sempat dikatakan oleh Chet Faliszek, salah satu penulis utama di Valve ketika berbicara di GDC 2016, ikatan eksklusif seperti yang terjadi pada HTC Vive bukanlah hal yang positif untuk perkembangan industri. Apalagi industri VR masih berada pada tahap awalnya.

Source: VG247

 

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…