Valve Kerahkan 1/3 Staff Untuk VR

Author
David Novan
Reading time:
June 21, 2016
htc vive

Tahun 2016 adalah tahunnya VR, teknologi visual yang memberikan pengalaman paling dekat dengan “Total Immersion.” Tidak ingin kalah dengan Oculus Rift, Valve bersama HTC merilis HTC Vive yang kontroversial. Kemampuannya untuk mendeteksi ruangan yang ada di sekitar penggunanya dan ditranslasikan ke dalam dunia VR masih menjadi kelebihannya. Ternyata untuk urusan VR, Valve tidak tanggung-tanggung seriusnya. Hal ini terbukti dengan dikerahkannya 1/3 dari sumber daya perusahaan raksasa tersebut untuk mengembangkan VR!

Begitu besarnya sumber daya yang diberikan oleh Valve untuk bidang VR tentu saja mengejutkan. Terlebih lagi Valve bukan perusahaan dengan cakupan pasar yang sempit. Lihat saja Steam, toko online untuk game PC milik Valve yang begitu raksasa skalanya. Belum lagi bila membicarakan mengenai perangkat controller barunya. Steam Controller. Apa hasil akhir yang ingin dicapai Valve dengan pengerahan daya yang begitu besar tersebut?

Valve disebut-sebut mengarahkan 1/3 jumlah staffnya untuk VR.
Valve disebut-sebut mengarahkan 1/3 jumlah staffnya untuk VR.

Ternyata Valve masih belum puas dengan Vive, dan menurut Alan Yates yang berjasa mengembangkan sistem tracking Lighthouse di Valve, banyak orang yang berjasa dalam pembuatan HTC Vive sedang mengerjakan perangkat VR generasi baru. Ternyata masih banyak masalah yang ingin diatasi oleh Valve menyangkut perangkat VR, seperti meningkatkan resolusi layar, membuat refresh rate melebihi 90 fps, serta sistem tracking yang lebih akurat demi meningkatkan rasa seperti benar-benar ada di sana ketika menggunakan perangkat VR tersebut. Melihat keseriusan Valve dalam menghadapi masalah tersebut, tampaknya masa depan VR memang benar-benar akan cerah.

Source: Upload VR

 

Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…