Museum Holocaust: Jangan Main Pokemon Go Di Sini!

Author
David Novan
Reading time:
July 13, 2016
pokemon go1

Saat ini, Pokemon Go merupakan topik yang sangat hangat dibicarakan di kalangan gamer, terutama gamer mobile. Game bertema Pokemon yang meminta pemainnya untuk “berburu” Pokemon di luar ruangan tersebut ternyata berhasil membuat gamer aktif menjelajah. Berkat sistem gamenya yang melibatkan GPS serta Augmented Reality, pemainnya dapat menemukan beragam Pokemon di jalanan atau lokasi keramaian lain, untuk kemudian dikoleksi. Namun, tidak semua pihak merasa senang dengan game ini.

Pihak yang merasa dirugikan oleh Pokemon Go adalah museum Holocaust di Washington D. C., yang merupakan salah satu “Pokestop,” atau tempat Pokemon dapat ditemukan. Menurut pengurus museum memorial korban kekejaman Nazi pada perang dunia kedua tersebut, bermain game di dalam museum tersebut sangat tidak pantas dan tidak menghormati fungsi dari tempat sakral tersebut. Saat ini, museum Holocaust sedang berusaha untuk menghilangkan tempat tersebut dari Pokestop.

Menjadi PokeStop, Museum Holocaust di Amerika Serikat meminta gamer Pokemon GO berhenti berusaha menangkap Pokemon di sana.
Menjadi PokeStop, Museum Holocaust di Amerika Serikat meminta gamer Pokemon GO berhenti berusaha menangkap Pokemon di sana.

Lebih parahnya, muncul gambar di online yang memperlihatkan salah satu Pokemon dengan kemampuan mengeluarkan gas beracun bernama Koffing, ditemukan di dekat Helena Rubinstein Auditorium. Teater tersebut adalah tempat menayangkan film korban yang selamat dari ruangan gas beracun Nazi. Untuk menghindari hal serupa terjadi lagi, pengurus museum Holocaust meminta Niantic selaku developer Pokemon Go untuk membersihkan museum tersebut dari pemburu Pokemon.

 

Source: GameSpot

Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…
September 23, 2021 - 0

Review Death Stranding – Director’s Cut: Paket Baru Definisi Tinggi!

Antara Anda benar-benar menyukainya atau benar-benar membenci apa yang ia…
September 22, 2021 - 0

Review Kena – Bridge of Spirits: Kena Sihir Fantasi Elok!

Menarik adalah kata yang tepat untuk menjelaskan pilihan game-game yang…
September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…