Gamer Rainbow Six: Siege Kini Lebih Ramai Daripada Saat Rilis!

Reading time:
August 11, 2016

 

Rainbow Six Siege jagatplay PART 1 (110)

Semakin lama usia sebuah game sejak dirilis, semakin sepi pula komunitasnya. Secara logis, hal ini memang tak terhindarkan. Dengan waktu yang berlalu, gamer yang sudah menyelesaikan game tersebut atau mungkin sudah menikmati pengalaman multiplayer hingga batas optimal biasanya akan berakhir meninggalkannya. Pertumbuhan kini sangat mengandalkan masa diskon, atau jika di game free to play, proses balancing dan menambahkan konten baru di dalamnya. Satu yang pasti, Anda akan sangat jarang melihat fenomena dimana sebuah game justru mendapatkan basis user jauh lebih banyak dibandingkan saat rilis. Namun hal inilah yang terjadi dengan game multiplayer shooter dari Ubisoft – Rainbow Six: Siege.

Berbagai kebijakan yang diambil, termasuk tindakan yang lebih tegas untuk cheater, sistem keamanan lebih baik, dan update konten yang senantiasa muncul ternyata berkontribusi positif pada masa hidup game shooter yang punya daya tarik kuat ini. Dengan informasi yang ia bagi pada IGN, Ubisoft mengumumkan bahwa jumlah keseluruhan pemain Rainbow Six: Siege saat ini bahkan lebih ramai dibandingkan saat rilis sekitar 9 bulan yang lalu. Rilis update konten terbaru – Skull Rain bahkan berhasil meningkatkan angka tersebut hingga 40%. Sayangnya, tak ada angka pasti berapa banyak jumlah user tersebut saat ini.

Ubisoft mengumumkan bahwa jumlah gamer Rainbow Six: Siege kini lebih ramai dibandingkan saat rilis 9 bulan yang lalu.
Ubisoft mengumumkan bahwa jumlah gamer Rainbow Six: Siege kini lebih ramai dibandingkan saat rilis 9 bulan yang lalu.

 

Ubisoft sendiri baru saja memulai proses ban untuk lebih dari ribuan gamer Rainbow Six: Siege yang sudah terbukti melakukan cheating, membuat game ini mulai menemukan bentuk yang jauh lebih kondusif. Bagaimana dengan Anda sendiri? Berapa banyak dari Anda yang masih atau justru, baru memainkan game yang satu ini?

Source: IGN

Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…