Menjajal BETA Paladins: Overwatch untuk Gamer Kere!

Reading time:
September 21, 2016

Klon Overwatch?

Terlepas dari bantahan yang ada, memang sulit untuk tak melihat kemiripan antara Paladins dan Overwatch.
Terlepas dari bantahan yang ada, memang sulit untuk tak melihat kemiripan antara Paladins dan Overwatch.

Salah satu tuduhan yang bahkan sampai memicu COO Hi-Rez untuk angkat bicara adalah bahwa Paladins merupakan klon dari Overwatch. Tuduhan ini memang terasa berdasar jika melihat desain karakter dan kombinasi skill yang muncul. Fernando – sang tanker punya shield besar untuk melindungi tim dari  musuh ala Reinhardt dari Overwatch, Si mecha raksasa Ruckus harus berhenti bergerak untuk menembak seperti halnya D.Va, sementara karakter seperti Viktor menawarkan hampir semua yang Anda kenal dari Soldier 76. Tak sama persis, beberapa karakter terlihat seperti kombinasi dari beberapa karakter Overwatch yang melebur ke dalam satu karakter baru di Paladins. Memang sulit untuk tidak melihat bahwa keduanya memang mirip. Sebagai game yang baru dirilis belakang, walaupun masih masuk masa beta, Paladins dilihat sebagai pihak yang berusaha menyontek formula kesuksesan Overwatch.

Hah?
Hah?
Totally different huh?
Totally different huh?

Namun, benarkah game ini memang merupakan klon mentah Overwatch? Jika Anda menyelaminya lebih dalam, tidak demikian adanya. Memang secara garis besar ia menawarkan gameplay serupa dengan basis karakter yang mirip, namun ada banyak elemen penunjang yang berhasil membuat Paladins punya identitasnya sendiri. Namun anehnya, jika Anda sempat bermain Overwatch sebelum beralih ke Paladins, Anda juga akan mengembangkan apresiasi tersendiri terhadap beragam konsep revolusioner yang disuntikkan Blizzard di Overwatch. Sesuatu yang tak pernah Anda sadari sebelum bermain Paladins ini.

Sebagai contoh? Paladins memutuskan untuk mempertahankan skor Death – Kill – Assist dan tak seperti Overwatch yang menghilangkannya. Hasilnya? Walaupun tak bisa dipukul rata, namun Anda akan seringkali bertemu dengan anggota tim yang hadir dengan satu tujuan utama – membunuh dan mencapai skor tersebut setinggi-tingginya. Hasilnya? Alih-alih bergerak sebagai satu kesatuan dan bekerja sama untuk menyelesaikan objektif yang ada, permainan biasanya berakhir dengan ego individu masing-masing yang lebih menonjol. Tak hanya itu saja, apresiasi peran lewat halaman status setelah akhir pertandingan juga seringkali berakhir “absurd”. Seperti yang kami bicarakan tadi, status karakter seperti Pip yang terkadang justru lebih menonjol dari sisi damage terkadang membuat kami bertanya soal efektivitas pembagian peran masing-masing karakter yang ada. Di Overwatch, adalah sebuah kondisi yang sangat istimewa untuk melihat karakter seperti Mercy menjadi yang terbaik di sisi angka damage yang dilemparkan ke musuh. Berita buruknya? Anda tak diperkenankan untuk mengganti karakter di tengah permainan, sehingga mustahil untuk membalikkan keadaan untuk sebuah pertempuran yang jelas didominasi oleh satu pihak.

Hadirnya sistem Kill - Death - Assist membuat beberapa player lebih mementingkan ego daripada mengejar objektif.
Hadirnya sistem Kill – Death – Assist membuat beberapa player lebih mementingkan ego daripada mengejar objektif.
Pilihan karakter di tim ternyata membuat pertandingan tak seimbang dan Anda kalah telak? Selamat, tak ada kesempatan untuk mengganti karakter.
Pilihan karakter di tim ternyata membuat pertandingan tak seimbang dan Anda kalah telak? Selamat, tak ada kesempatan untuk mengganti karakter.

Sistem lain yang juga berbeda adalah hadirnya sistem item dan kartu. Benar sekali, Paladins punya elemen MOBA yang sedikit lebih kental. Bergantung pada aksi Anda selama pertempuran, dari sekedar membantu menyelesaikan objektif atau bahkan membunuh musuh, Anda akan mendapatkan mata uang dalam jumlah tertentu. Anda bisa menggunakan mata uang ini untuk membeli empat varian item yang masing-masing darinya, dibagi menjadi empat lagi dengan fungsi masing-masing. Empat kategori tersebut adalah: Defense, Utility, Healing, dan Attack. Dengan hanya empat slot untuk masing-masing karakter, Anda hanya bisa memilih satu item dari tiap kategori untuk dipasangkan ke karakter Anda. Anda misalnya, tak akan bisa memasang dua buah item dari kategori Attack, terlepas dari berapa besarpun jumlah uang yang Anda miliki.

Paladins juga menyuntikkan sistem regenerasi ala game-game shooter mainstream saat ini untuk tiap karakter yang ada. Sebuah bar kecil berwarna hijau akan bersifat sebagai “cooldown” yang menjadi indikator apakah Anda berada dalam posisi idle ataukah masuk ke dalam pertempuran aktif. Begitu bar hijau ini kosong dan Anda “dihitung” masuk ke dalam posisi idle, proses regenerasi health akan terjadi begitu cepat. Dengan demikian, Anda tak perlu bolak-balik ke markas atau berburu peti health untuk memulihkan diri, membuat jalannya pertempuran di Paladins bisa berakhir lebih cepat. Sebagai kompensasinya? Skill beberapa karakter didesain untuk “mengganggu” sedikit kemampuan healing dan regenerasi tersebut.

Elemen MOBA lebih kental dengan sistem item dan card yang ada.
Elemen MOBA lebih kental dengan sistem item dan card yang ada.
Ia juga hadir dengan sistem regenerasi health.
Ia juga hadir dengan sistem regenerasi health.
Dunia dan atmosfer yang
Dunia dan atmosfer yang “miskin”. Tak ada detail untuk menangkap apa yang tengah terjadi di dunia Paladins itu sendir.

Lantas, mengapa kami menyebut bahwa Paladins membuat kami lebih mengapresiasi Overwatch lebih baik? Tak hanya soal sistem skor yang di mata kami, berkontribusi negatif untuk genre seperti ini, Blizzard terhitung berhasil menyuntikkan desain pertempuran dan “nyawa” yang luar biasa untuk tiap karakter yang mereka tawarkan. Setiap karakter memang punya skill berbeda, namun dari kepribadian, mereka juga tak serupa satu sama lain. Sementara dari Paladins? Viktor, Ruckus, hingga Cassie sekalipun tak punya kepribadian atau voice acting yang cukup unik untuk membuat Anda jatuh hati dengan setiap dari mereka. Minimnya latar belakang cerita untuk membangun sedikit basis pemahaman soal apa yang terjadi di dunia Paladins juga membuat setiap tempat yang Anda singgahi, setiap karakter yang Anda gunakan, setiap senjata yang Anda tembakkan, tak terasa punya makna yang signifikan.

Namun perbedaan yang paling esensial antara Overwatch dan Paladins? Tentu saja, sistem pembayarannya. Paladins adalah sebuah game free to play!

Cuma-Cuma

Free to play!
Free to play!

Berita baiknya, Hi-Rez sepertinya punya pengalaman cukup matang untuk menangani game free to play, seperti yang mereka terapkan pada SMITE yang sejauh ini bisa dibilang, bebas kritik. Sebagai game free to play, Paladins bisa Anda unduh secara cuma-cuma via Steam dengan keharusan untuk memiliki akun Hi-Rez itu sendiri. Berita baiknya? Kebutuhan spesifikasi PC-nya sendiri juga tak terhitung berat, dengan ukuran unduhan di awal yang masih berada di kisaran 2 GB-an lebih, ukuran yang bisa dibilang kecil.

Eksekusi konsep free to play Paladins saat ini masih berada dalam status yang rasional. Bahwa memang ada kesempatan untuk membeli mata uang khusus dengan menggunakan uang asli yang bisa dialihkan untuk membeli beragam item digital secara instan, namun tak jadi keharusan. Seiring dengan frekuensi bermain yang ada, Anda bisa menggunakan mata uang yang mudah didapatkan dari in-game lewat proses grinding untuk membeli sebagian besar item tersebut. Anda bisa mendapatkan karakter-karakter hero baru, kosmetik, hingga Card yang berperan sebagai buff permanen yang harus Anda tentukan dari awal. Untuk sementara ini, apapun yang Anda beli, berapa banyak pun uang asli yang Anda gelontorkan tak akan otomatis membuat kesempatan menang Anda tiba-tiba juga ikut naik signifikan. Microtransactions menawarkan satu hal – opsi.

Opsi karakter saat ini memang masih terhitung minim.
Opsi karakter saat ini memang masih terhitung minim.
Microtransactions yang rasional. Tak ada keharusan karena sebagian besar darinya bisa didapatkan lewat grinding mata uang in-game.
Microtransactions yang rasional. Tak ada keharusan karena sebagian besar darinya bisa didapatkan lewat grinding mata uang in-game.

Namun untuk saat ini, mengingat statusnya yang menyandang nama “Beta” di dalamnya, Hi-Rez harus diakui masih belum menawarkan konten digital yang bisa dibilang menggoda untuk menarik keluar uang dari dompet Anda. Variasi kosmetik yang ditawarkan masih begitu minim dengan perbedaan yang menonjol sekedar di varian warna atau ekstra kosmetik kecil yang bahkan tak akan Anda perhatikan saat pertempuran berjalan begitu cepat. Masa beta juga membuat pilihan hero saat ini terbatas dan proses balancing yang butuh tweak di sana-sini. Jika Hi-Rez memang ingin membuat dinamika kelas dan peran spesifik tiap karakter menentukan jalannya pertempuran dan membuatnya sedikit lebih kompleks, maka game ini butuh proses balancing yang serius. Mengapa? Karena tim  yang dibangun tanpa tanker / support saat ini tetap punya kesempatan menang, bahkan mendominasi.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

August 10, 2022 - 0

Review Marvel’s Spider-Man Remastered PC: Siap Kembali Berayun!

Marvel's Spider-Man Remastered akhirnya tersedia di PC. Apa saja yang…
August 2, 2022 - 0

Review Beat Refle: Pijat Refleksi Super Seksi!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Beat Refle ini? Mengapa kami…
July 22, 2022 - 0

Review As Dusk Falls: Ini Baru Game Drama Berkualitas!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh As Dusk Falls ini?…
June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…

PlayStation

August 16, 2022 - 0

Review ROLLERDROME: Sepatu Roda Haus Darah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh ROLLEDROME? Mengapa kami menyebutnya…
August 15, 2022 - 0

Review Digimon Survive: Seru Iya, Bosan Juga Iya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Digimon Survive? Mengapa kami menyebutnya…
July 18, 2022 - 0

Review STRAY: Kocheng Oren Mah Bebas!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh STRAY? Mengapa kami menyebutnya…
March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…

Nintendo

August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…