Tokyo Game Show 2016: Lebih Dekat dengan Playstation VR!

Author
Jey Nelson
Reading time:
September 18, 2016
ps-vr-tgs-2016-2

Pada perhelatan Tokyo Game Show 2016, Virtual Reality (VR) seakan menjadi pusat perhatian dari industri game pada saat ini. Hampir semua publisher dan pabrikan mempunyai game atau alat VR mereka sendiri. Revolusi VR sendiri bisa kita tarik mundur dari Oculus Rift. Rift berhasil menawarkan sensasi VR dengan layar yang sangat detail dengan harga yang cukup murah pada saat itu (jika dibandingkan dengan solusi VR profesional lainnya). Oculus membuka mata para pabrikan lain khususnya Google yang mendorong lebih jauh revolusi VR dengan Google Cardboard mereka. Konten 360 Video pun mulai bermunculan, dan pasar game pun mulai berani untuk masuk ke dalam ranah ini.

Ketika pada tahun 2015 Playstation mengumumkan Playstation VR, dunia gaming bersorak sorai. Dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan dengan Oculus, ditambah dengan basis pengguna PS4 yang besar, Playstation VR memberikan harapan bagi para publisher yang sudah tidak sabar untuk melepas karya-karya mereka dalam bentuk VR untuk pengalaman yang imersif dan maksimal.

ps-vr-tgs-2016-4

 

Sebut saja franchise Ace Combat, Gran Turismo, Drive Club yang langsung merespon Playstation VR ini dengan janji bahwa kelanjutan dari franchise akan mendukung VR. Publisher lain seolah tidak mau ketinggalan kereta, konsep demi konsep, tech-demo, bahkan tak jarang mereka merilis DLC untuk memanfaatkan teknologi ini. Publik yang sudah terpengaruh dengan VR dari film-film sci-fi atau action tahun 80-90an pun menyambut baik kabar ini, pre-order Playstation VR laku keras, bahkan kami pun belum bisa mendapat kabar kapan akan bisa mendapatkan unit demo.

TGS 2016 seolah menjadi ajang para publisher untuk menjawab keinginan para konsumen mereka. Dalam hanya waktu setahun, para publisher ini berhasil meramu konsep menjadi kenyataan. Resident Evil, Drive Club, Call of Duty, semua menawarkan pengalaman imersif, untuk pertama kalinya kita bisa benar-benar merasakan bagaimana jika kita berada di tengah dunia game. Masa depan yang dimimpikan oleh anime-anime yang bertema MMORPG pelan-pelan menjadi jelas.

Driveclub VR

ps-vr-tgs-2016-3

Bagaimana rasanya menyetir Pagani Zonda atau Ferrari FF? Tampak menyenangkan bukan? Dengan kokpit yang ditampilkan dengan sangat detil, kemampuan untuk melihat ke kiri-dan kanan secara real time, dan mungkin….pertama kalinya anda akan menghargai peran spion di dalam sebuah game racing. Ya, spion, apa yang lebih menyebalkan daripada dibuntuti lawan kita? Jika sebelumnya kita harus menebak-nebak atau merubah mode kamera (yang…sedikit banyak merusak pengalaman membalap dalam mode first person), sekarang kita tinggal menoleh ke atas dan kita bisa menebak apa gerakan selanjutnya dari lawan kita dari spion tengah.

Dengan tata cahaya yang sangat baik, efek sinar matahari juga akan mempengaruhi penglihatan kita. Bersiaplah dengan adanya flare (yang dirender dengan cantik sekali oleh *insert driveclub publisher here*) ketika kita berkendara dengan setting sore hari. Namun jangan hanya terpesona oleh tata cahaya, dunia yang di-render dengan detil menghadirkan pengalaman yang sangat baik. Entah berapa kali kami mengucapkan kekaguman atas desain dunia dan tata cahaya dari Driveclub VR. Ditambah oleh setir yang telah mendukung force-feedback, kapan lagi kita bisa merasakan sensasi balapan dengan menggunakan Ferrari FF di Monaco?

Call of Duty: Jackal Assault

[gfycat data_id=”LikableIndelibleHapuku”]

Ketika Call of Duty merubah fokusnya ke pertempuran tanpa gravitasi, mereka seakan telah memikirkan, apa artinya pertempuran di luar angkasa tanpa adanya pertempuran antar pesawat. Dalam Jackal Assault, kita berkesempatan untuk menyetir Jackal – nama jenis pesawat tempur yang akan digunakan di dalam Infinite Warfare – di luar angkasa. Tentu saja, kami langsung mengandaikan diri kami layaknya seorang pilot pesawat luar angkasa. Ketika VR dipakai, kami mulai mencoba melihat dunia COD:IW dari dalam kokpit pesawat. Kiri, kanan, serta atas, fantasi kami mulai berpihak kepada si game.

Kami tidak lagi harus membayangkan bagaimana rasanya dogfight dengan pesawat musuh di  luar angkasa. Sensasi ketika pesawat musuh lewat di atas anda, mengejar pesawat musuh di samping anda, berusaha kabur dari incaran misil, semuanya terekam jelas di dalam kepala kami. Percayalah, jika kami diberikan kesempatan sekali lagi  untuk memainkan game ini di VR, kami akan memutar soundtrack dari film TopGun untuk menambah sensasi dogfight.

Jackal Assault ini sendiri akan menjadi DLC Terpisah. Menurut pihak Infinity Ward, mereka belum mendukung VR untuk COD:IW. Namun dengan demo Jackal Assault, Infinity Ward seakan membuka jalan untuk game-game mereka lain yang akan memanfaatkan VR.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

January 13, 2022 - 0

Review God of War PC: Dewa di Rumah Baru!

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa Sony kini memang mulai…
December 3, 2021 - 0

Review CHORUS: “Menari” di Angkasa Luar!

Seberapa sering Anda menemukan video game yang mengambil luar angkasa…
November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…

PlayStation

December 14, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Takefumi Terada & Raio Mitsuno (FORSPOKEN)!

Datang dengan kekuatan magis yang menggoda, apalagi dengan potensi aksi…
December 13, 2021 - 0

Impresi FORSPOKEN: Gadis dengan Kekuatan Magis!

Sebuah produk yang unik, ini mungkin kata yang tepat untuk…
December 2, 2021 - 0

Review Battlefield 2042: Setengah Matang!

Bagi mereka yang mencintai FPS sebagai genre, Battlefield dari EA…
November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…