Dev. Outlast 2 Kini Juga Kembangkan Popok

Reading time:
November 18, 2016

Menggunakan popok sepertinya jadi ungkapan yang seringkali keluar dari mulut gamer setiap kali membicarakan game-game horror. Kalimat ini meluncur untuk mewakili perasaan takut yang bahkan cukup untuk membuat Anda buang air kecil dan besar secara instan. Bagi developer game horror, ungkapan yang mungkin terdengar “jorok” ini tak ubahnya sebuah pujian bahwa mereka berhasil melakukan tugas mereka dengan baik. Namun siapa yang menyangka bahwa salah satu developer game horror ternama  – Red Barrels ternyata membawa lelucon yang satu ini ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka mengumumkan sebuah lini produk untuk menemani rilis game horror terbaru mereka nantinya – Outlast 2.

Benar sekali, sebuah popok. Mengikuti respon yang muncul di dunia maya setelah demo singkat Outlast 2 yang berhasil membuat banyak gamer horror jatuh hati dan ketakutan di saat yang sama, Red Barrels meluncurkan program Kickstarter untuk mengembangkan sebuah produk popok yang bisa digunakan oleh gamer dewasa. Mereka menyebut produk ini sebagai “Underscares”, yang diklaim tak sekedar nyaman saja, tetapi juga menjamin bahwa “benda” apapun yang Anda buang via bagian bawah tubuh Anda akan tersimpan baik selama memainkan Outlast 2. Tentu saja, Anda yang tertarik akan mendapatkan produk ini bersama key Steam untuk Oulast 2 itu sendiri.

Menemani rilis Outlast 2 nantinya, sang dev. - Red Barrels juga mempersiapkan sebuah produk popok orang dewas.
Menemani rilis Outlast 2 nantinya, sang dev. – Red Barrels juga mempersiapkan sebuah produk popok orang dewas.

Anda yang tertarik untuk mendanai produk super unik yang satu ini bisa mengunjungi halaman Kickstarter mereka via tautan berikut ini. Outlast 2 sendiri rencananya akan dirilis pada tahun 2017 mendatang, sayangnya, masih tanpa tanggal rilis yang pasti. Brilliant!

Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…