Review Corsair K55 RGB: Membran Penuh Gaya!

Reading time:
March 3, 2017
Corsair K55 RGB
Corsair K55 RGB

Apa yang diinginkan dari para gamer PC dari sebuah peripheral yang menyandang nama “gaming” di dalamnya? Sebagian mungkin memimpikan performa dengan ragam inovasi yang tak pernah ditawarkan oleh produk lainnya. Beberapa lain memimpikan sisi kosmetik yang bisa mendukung identitas mereka sebagai gamer PC dengan budget ekstra. Sementara tak sedikit pula yang sekedar menginginkan sebuah produk yang nyaman untuk digunakan dalam waktu cukup lama, terasa familiar, tanpa perlu disuntikkan oleh ragam fitur yang akhirnya terpakai. Untuk golongan yang terakhir ini, Corsair berusaha menawarkan sensasi familiar yang ada, tetapi tetap mempertahankan usaha untuk menyuntikkan fitur yang akan bisa dioptimalkan gamer. Sebuah tantangan yang mereka jawab dengan Corsair K55 RGB.

Desain dan Fitur

K55 menjadikan switch membran sebagai pondasi.
K55 menjadikan switch membran sebagai pondasi.

Untuk memastikan sensasi familiar, terutama untuk Anda yang baru hendak beralih dari keyboard kerja biasa yang bahkan tak punya sisi kosmetik sama sekali, Corsair K55 RGB didesain dengan switch membran sebagai sebuah pondasi. Walaupun pilihan seperti ini akan membuat gamer yang sudah merasakan keyboard mekanikal mengenyitkan dahi, ia akan jadi pilihan yang super menarik untuk gamer yang sudah sempat mencicipi switch tersebut dan tetap memilih membran sebagai pilihan yang lebih nyaman. Corsair K55 RGB didesain untuk memenuhi jenis gamer seperti ini, mereka yang sulit untuk berpaling dari switch membran atau yang baru hendak “naik kelas” dari peripheral non-gaming ke gaming. Sebuah pasar yang sepertinya, jelas.

Satu yang bisa dipastikan dari Corsair K55 RGB ini adalah bahwa ia didesain untuk memperkuat identitas Anda sebagai gamer menjadi “prioritas”. Bahwa ia terlihat jelas sebagai peripheral gaming yang berbeda dengan peripheral konvensional lainnya, terutama dari sisi desain dan kosmetik. Dengan ekstra tombol makro di bagian kiri yang membuatnya lebih lebar dibandingkan dengan keyboard pada umumnya, ekstra palm rest yang bisa Anda pasang untuk ekstra kenyamanan yang bahkan membuat desainnya menjadi jauh lebih besar. Namun tentu saja, primadonanya terletak pada implementasi LED RGB yang ada.

6 tombol ekstra di bagian sisi kiri untuk fungsi makro.
6 tombol ekstra di bagian sisi kiri untuk fungsi makro.
Paket penjualan memuat palm rest yang membuat ukuran keyboard ini bahkan lebih besar.
Paket penjualan memuat palm rest yang membuat ukuran keyboard ini bahkan lebih besar.
Tombol untuk akses fungsi multimedia secara instan di bagian kanan.
Tombol untuk akses fungsi multimedia secara instan di bagian kanan.

Selain ekstra tombol makro di sebelah kiri, Corsair K55 RGB juga menyuntikkan beberapa tombol multimedia di sisi kanan dengan fungsi yang terhitung “standar”, untuk membesarkan atau mengecilkan suara, atau sekedar memulai, melompati, atau menghentikan konten apapunyang tengah Anda mainkan saat ini. Mengingat ini adalah keyboard gaming dengan ragam fungsi tanpa dukungan perangkat lunak, fungsi kompleks bisa diakses secara instan dengan kombinasi tombol yang untungnya, dijelaskan dengan terang benderang via manual yang disertakan.

Lantas, apa yang ditawarkan oleh Corsair K55 RGB ini? Berikut adalah spesifikasi resmi yang ia usung:

  • Weigth: 822g
  • Keyboard Backlighting: 3 zone dynamic backlighting, 10+ vivid lighting modes, customizable
  • Dimensions: 480.2mm x 166.3mm x 34.6mm
  • Macro Keys: 6 dedicated G-keys
  • Report Rate: 1ms
  • Matrix: Up to 8 key rollover
  • Keyboard Size: Standard
  • On-Board Memory: Yes
  • Media Keys: Dedicated
  • Wrist Rest: Full-length detachable
  • Cable Type: Tangle-free Rubber
  • Win Lock: Yes
  • Keyboard Layout: NA

Corsair K55 RGB, Seberapa  Nyaman?

Corsair K55, seberapa nyaman?
Corsair K55 RGB, seberapa nyaman?

Permasalahan yang sering terjadi dengan keyboard yang menghadirkan ekstra tombol di sisi kanan yang disuntikkan oleh Corsair K55 RGB dan beberapa keyboard kompetitor yang lain sepert i ini, adalah sensasi tak familiar yang muncul karena perubahan layout yang kini menjadi kentara. Salah satu yang paling sering terjadi adalah kesalahan untuk menekan tombol “Esc” yang biasanya terletak di sudut kiri paling atas, yang kini digantikan oleh G1. Berita baiknya? Corsair K55 RGB hadir dengan layout yang terhitung nyaman. Sejak pertama kali menggunakannya, memori otot yang langsung berusaha mencari tombol Esc tanpa perlu melihat seringkali berakhir mengeksekusinya tanpa kesalahan sama sekali. Walaupun pada akhirnya, kami sendiri akan lebih senang jika tombol seperti “G1” ini tidak disejajarkan dengan tombol Esc untuk meminimalisir kesalahan tersebut.

Sebagai sebuah keyboard membran, Anda sepertinya sudah bisa mendapatkan gambaran lebih jelas kira-kira sensasi seperti apa yang ditawarkan oleh Corsair K55 RGB iini, Ada sedikit usaha untuk mensimulasikan sensasi tactile sebuah keyboard mekanikal dengan membuat posisi tuts sedikit lebih tinggi dibandingkan keyboard membran non-gaming, namun Anda masih bisa merasakan perbedaan yang cukup kentara. Bagi gamer yang senang dengan sensasi membran, ini akan jadi “surga”. Namun bagi gamer yang sudah terbiasa dengan keyboard mekanikal dan tengah mencari alternatif, desain seperti ini tentu saja menjadi kekurangan yang tak akan ingin Anda lirik. Namun setidaknya, dari desain, tak ada yang perlu Anda keluhkan.

Diposisikan lebih tinggi untuk ekstra sensasi tactile.
Diposisikan lebih tinggi untuk ekstra sensasi tactile.
Menekan 8 buah tuts bersamaan, yang berkaitan erat dengan fungsi gaming, K55 hanya bisa menerjemahkan 4-5 tombol secara instan.
Menekan 8 buah tuts bersamaan, yang berkaitan erat dengan fungsi gaming, K55 hanya bisa menerjemahkan 4-5 tombol secara instan.

Permasalahan dengan keyboard membran seperti ini adalah seberapa efektif ia akan memastikan gerakan jari Anda yang cepat bisa ditranslasikan dengan minim resiko. Corsair K55 RGB sendiri mengklaim bahwa dirinya didukung dengan setidaknya 8 key rollover, yang berarti, mengklaim diri bisa menuliskan 8 buah key yang Anda tekan secara bersamaan tanpa kekeliruan sama sekali. Namun sayangnya, mengujinya membuat klaim tersebut tidak sesolid yang dijanjikan. Menekan 8 tombol secara bersamaan, kami hanya menemukan bahwa ia hanya mampu meregistrasi setidaknya 5 tombol saja, dan itupun diuji dengan key yang sudah identik dengan fungsi gaming itu sendiri. Apakah ini sesuatu yang esensial? Bisa jadi iya, bisa jadi tidak, bergantung pada genre gaming seperti apa yang jadi prioritas Anda.

Satu yang menarik dan cukup dibingungkan dari Corsair K55 RGB adalah absennya Corsair Utility Engine – perangkat lunak pendukung yang sempat kami puja-puji dihadirkan Corsair untuk perangkat murahnya seperti mouse gaming Harpoon, memberikannya nilai tambah ekstra yang pantas untuk diacungi jempol. Namun hal tersebut tidak mereka aplikasikan di Corsair K55 RGB ini, yang tentu saja, membuat kami cukup menggaruk kepala. Sebagai gantinya,akses untuk fungsi makro dan proses perekamannya, serta modifikasi ragam efek RGB yang ada semuanya bisa diakses secara instan dengan menggunakan kombinasi tombol yang ada. Tenang saja, tak perlu khawatir, manual yang disertakan dalam paket penjualan cukup jelas memberikan kombinasi tombol apa saja yang bisa digunakan untuk memaksimalkannya. RGB bisa diakses dengan tombol FN + angka, sementara perekaman makro dimulai dengan tombol kecil bernama “MR” dengan lampu kedip sebagai penanda.

Tak didukung CUE, semua fungsi diakses dengan menggunakan kombinasi tombol.
Tak didukung CUE, semua fungsi diakses dengan menggunakan kombinasi tombol.
Ia menawarkan fungsi gaming seperti yang Anda butuhkan. Kehadiran tombol ekstra makro membuatnya bisa dioptimalkan untuk genre dengan kombinasi tombol lebih kompleks, seperti MMORPG, misalnya.
Ia menawarkan fungsi gaming seperti yang Anda butuhkan. Kehadiran tombol ekstra makro membuatnya bisa dioptimalkan untuk genre dengan kombinasi tombol lebih kompleks, seperti MMORPG, misalnya.

Berbeda dengan keyboard gaming pada umumnya, sebagai gamer yang sudah terbiasa menggunakan keyboard mekanikal, kami justru berfokus menguji Corsair K55 RGB ini dengan kegiatan yang lebih produktif, seperti kegiatan menulis artikel review yang satu ini. Menariknya, walaupun sensasinya sedikit berbeda, namun kecepatan untuk menekan tuts dan bagaimana perintah Anda ditranslasikan ke layar membuatnya tak perlu dikhawatirkan. Anda juga tak perlu banyak cemas soal bagaimana game-game dengan genre yang tak membutuhkan kombinasi tombol cepat juga ditangani. Untuk game MMO misalnya, Anda selalu bisa mengandalkan tombol ekstra makro di sisi kiri untuk merekam kombinasi apapun yang Anda butuhkan.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…