Curang, Gamer DOTA 2 Vietnam Capai MMR 10.000

Reading time:
March 23, 2017
cm

MMR atau Matchmaking Rating adalah “nyawa” scene kompetitif DOTA 2. Angka yang fungsinya tak berbeda seperti rapor untuk performa gaming Anda di game racikan Valve tersebut memang tak sekedar membawa nilai prestisius saja, tetapi juga akan menentukan ke golongan pemain seperti Anda akan bergabung. Sebagian besar gamer DOTA 2 non-professional biasanya berkutat di MMR 2.000 – 4.000, dengan para pemain pro terbaik dari yang terbaik, berhasil mendulang angka MMR hingga 9.000. Sebuah pencapaian yang tentu saja terhitung fantastis. Namun tidak untuk hari ini. Karena sebuah kejadian menakjubkan terjadi, dimana seorang gamer non-pro asal Vietnam baru saja menembus angka 10.000 untuk MMR Solo dan Party miliknya.

Sayangnya, user yang menyebut dirinya sebagai kjlllam / mallljk ini justru dicaci maki dan bukannya dipuji karena “prestasi” fantastisnya tersebut. Mengapa? Benar sekali, karena ia mencapainya dengan cara curang. Caranya? Melakukan MMR boosting dengan menggunakan 10 akun yang lain dengan 10 komputer berbeda. Sisanya? Ia hanya perlu memastikan akunnya terus menerus di Ranked Match dan mendulang MMR tersebut dengan mudah. Dalam wawancara personalnya, kjllam/ mallljk merasa tak menyesal dengan apa yang ia lakukan. Menyebutnya sekedar untuk kepuasan dan kesenangan personal semata, ia mengaku tak punya tujuan mulia atau positif di balik aksinya ini.

Gamer Vietnam DOTA 2 non-pro berhasil mencapai angka MMR 10K dan memuncaki leaderboard.
Gamer Vietnam DOTA 2 non-pro berhasil mencapai angka MMR 10K dan memuncaki leaderboard.
Menggunakan 10 akun, ia menempuhnya dengan cara curang - MMR boosting.
Menggunakan 10 akun, ia menempuhnya dengan cara curang – MMR boosting.
gg ez
gg ez

Di sisi lain, apa yang ia lakukan berhasil memperlihatkan lemahnya sistem MMR yang didesain Valve selama beberapa tahun terakhir ini. Valve sendiri masih belum angkat bicara soal konsekuensi yang akan dihadapi oleh user “nakal” yang satu ini, walaupun kjllam / mallljk mengaku tak peduli jika sampai akunnya berakhir di-ban. What a shame..

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…