Metro Exodus Bukan Game Open-World

Reading time:
June 15, 2017
metro exodus

Mengagumkan adalah reaksi yang mungkin dirasakan pertama kali oleh banyak gamer ketika melihat trailer perdana untuk seri terbaru Metro Exodus di panggung utama Microsoft E3 2017 kemarin. Setelah sempat menjadi misteri, kepastian bahwa game FPS ini akan kembali dalam bentuk, cerita, dan visual yang baru tentu saja jadi sesuatu yang pantas untuk diantisipasi. Namun ada sedikit kesimpangsiuran informasi soal mekanik gameplay dasarnya itu sendiri. Mengapa? Karena video perdana tersebut memperlihatkan tak hanya dunia yang lebih luas, tetapi juga karakter utama yang bergerak cukup bebas di atasnya. Apakah ini berarti Metro Exodus adalah sebuah game open-world?

Ternyata tidak demikian. Metro Exodus dipastikan bukanlah sebuah game open-world. Hal ini diungkapkan oleh sang executive producer langsung – Jon Bloch dalam wawancaranya dengan PCGamesN. Ia menyebut bahwa Metro Exodus masih akan mengusung sistem linear klasik ala game-game Metro sebelumnya. Jadi seperti halnya game Stalker, nanti akan ada area lebih luas dimana gamer bisa sedikit bebas menjelajahinya. Namun tetap, ia akan tetap terkait dengan cerita. Jadi alih-alih sebuah dunia open-world ala Far Cry, misalnya, Metro Exodus akan mengkombinasikan gameplay linear dan non-linear dalam satu ruang yang sama.

Metro Exodus dipastikan bukan game open-world.
Metro Exodus dipastikan bukan game open-world.

Metro Exodus sendiri rencanaya akan dirilis pada tahun 2018 mendatang, masih tanpa tanggal rilis pasti, untuk Playstation 4, Xbox One, dan tentu saja – PC. Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda termasuk gamer yang menginginkan Metro jadi game open-world, ataukah keputusan sang dev. untuk mempertahankan gaya seri  Metro lawas yang linear lebih baik di mata Anda?

Source: PCGamesN

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…
April 22, 2021 - 0

Review NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Cerita Indah Penuh Derita!

Dengan popularitas yang ia raih, hampir sebagian besar gamer memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…